Istri Ceo

Istri Ceo
Cerai


Ketika hendak meraba milik Sasa, mereka dikejutkan dengan kedatangan Kinar yang mengantar dokter Mila. "Ma..maaf tuan. Saya benar-benar tidak tahu" Mereka akan beranjak keluar meninggalkan Sasa dan Ziano.


"Kalian lanjutkan saja tugas kalian, aku kemari hanya untuk memastikan calon bayiku baik-baik saja" Kinar dan dokter Mila terkejut.


Ziano memangku Sasa dan kembali membaringkannya di tempat tidur. Sasa cemberut ketika Ziano menghentikan aksinya. Ziano berbisik kepada Sasa "Nanti kita lanjutkan lagi" Sasa pun tersenyum dengan wajah yang memerah.


Dokter Mila melakukan tugasnya untuk memeriksa kandungan Sasa. "Semuanya sangat baik, Anda hanya perlu mengkonsumsi banyak buah dan sayuran yang berserat tinggi untuk memenuhi asupan ibu dan calon bayi"


"Apa tidak apa-apa bila aku membawanya pulang ?"


"Tentu saja tidak apa-apa pak, namun tetap harus dijaga pola makan dan aktivitasnya. Ibu hamil jangan sampai cape ataupun stress"


"Baiklah, lalu apa kami boleh melakukan hubungan suami istri ? Ma..maksudku, kita akan segera menikah dan apakan kegiatan tersebut tidak berbahaya bagi bayi nya ?"


Dokter Mila kebingungan, "Ehm, tentu saja boleh tuan selama tidak ada keluhan dari ibu hamil, namun disarankan untuk lebih berhati-hati"


Sasa tersenyum malu kemudian Ziano menggenggam tangan Sasa.


***


Kendra menceritakan semuanya kepada Amanda. Amanda terkejut dengan apa yang terjadi. "Apa yang harus kita lakukan Kak ?"


"Aku hanya menyampaikan ini kepada mu, untuk tindakan selanjutnya aku akan mengikuti keputusanmu"


"Jadi apa maksudmu kita harus memberitahu Ziano melalui orang lain ? Aku bisa membuat Frans mengatakan itu"


"Lalu bagaimana dengan bayi yang dikandung Sasa ? Bayi itu tidak bersalah"


Kendra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Amanda. Bagaimana mungkin dia begitu bimbang.


"Ziano sangat menginginkan anak, dan Sasa sangat menginginkan Ziano. Jadi lebih baik biarkan mereka bersama. Dengan begitu anak yang dikandung Sasa pun akan mempunyai keluarga yang lengkap. Mereka akan bahagia jika Ziano tidak mengetahui sama sekali. Dan tugasku adalah membuatmu bahagia, bukan Ziano ataupun Sasa yang bahagia" Kendra menggenggam tangan Amanda. Amanda menatap Kendra "Benar Kak, kamu benar. Terimakasih karena selalu mendukungku" Amanda memeluk Kendra


"Paling tidak, kamu harus optimis bahwa kamu bukan perempuan mand*l" Kendra membalas pelukan Amanda.


***


Amanda menghadiri persidangan di pengadilan agama, namun tidak dengan Ziano. Tapi hal itu justru membuat proses perceraian menjadi mudah karena pihak Ziano dinyatakan telah menyetujui semua keputusan sidang ditambah pihak Amanda yang juga setuju untuk menerima gugatan cerai dari Ziano. Hakim mengetuk palu yang menandakan perceraian Ziano dan Amanda sudah diresmikan dan saat ini status mereka adalah Janda dan Duda.


Keputusan itu membuat Amanda sangat sakit sekaligus lega. Laki-laki yang telah berjanji kepada mendiang ayahnya untuk menjaga dirinya ternyata mengkhianatinya. Amanda menitikkan air matanya, Kendra yang menyadari hal itu mencoba menenangkannya "Kamu kuat, yakinkan diri bahwa ini adalah keputusan terbaik untukmu" Amanda menganggukkan kepalanya "Terimakasih Kak, terimakasih" Amanda mencoba tersenyum melihat Kendra.


Saat ini Sasa dan Ziano sedang merayakan hasil sidang tersebut. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu seharian di dalam kamar sebuah hotel. Mereka saling berpelukan kemudian berciuman di atas sebuah kasur tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka.


note :


Komentari dong Kakak-Kakak zheyeng... Kasih semangat buat Amanda 😊😊