
Vita hanya duduk menunggu Kevin bangun. Ziano sibuk dengan pekerjaannya. Saat meregangkan ototnya dia melihat Vita yang tertidur sambil duduk di sofa. Perjalanan yang cukup jauh membuat tubuhnya lelah, semalam dia tidak cukup beristirahat dikarenakan menempati tempat baru. Itu menyebabkan dia sering terjaga.
Tanpa sadar Ziano menatap Vita, "Dia tidur? Usianya sama dengan Amanda saat pertama bertemu denganku. Masih sangat polos"
Ziano langsung menggelengkan kepalanya "Tidak, Aku tidak boleh memikirkannya lagi. Dia sudah bahagia, Aku tidak boleh merusak kebahagiaannya"
Benar saja saat ini Amanda dan Kendra sedang berada di L hospital untuk memeriksakan kandungannya.
"Perutku begah sekali Bie padahal aku tidak terlalu banyak makan"
"Mungkin Kamu kecapean menjaga Cla, semakin hari dia semakin sangat aktif"
"Iya Bie, Aku selalu bersyukur melihat tumbuh kembang Cla. Dia benar-benar anak yang pintar"
"Iya dia pintar sepertimu sayang" Kendra mengecup kening Amanda.
"Tidak Bie, Aku ingin dia pintar sepertimu. Yang bisa mengendalikan perusahaan yang sangat besar"
"Tapi Kamu lebih pintar, bisa mengendalikan pemilik perusahaan itu" Amanda mencubit perut Kendra.
"Bieee" wajah Amanda memerah.
"Lucu banget sih kalau wajahmu merah begini" Kendra mengecup pipi Amanda.
"Ish Bie, gimana kalau ada yang lihat" Amanda mengedarkan pandangannya.
"Tidak mungkin sayang, bahkan lebih dari itu pun tidak ada yang bisa melarangnya" Kendra mengerlingkan matanya.
"Iya iya, Aku lupa kalau saat ini sedang berada di ruangan Tuan Muda keluarga Leonard" Amanda menekan kata Tuan Muda dan membuat Kendra tertawa. Ya saat ini mereka sedang menunggu dokter kandungan yang sedang membantu proses persalinan salah satu pasiennya. Amanda dan Kendra sedang menunggu di ruangan khusus milik Kendra.
"Jadi mau lebih dari itu sayang?" Kendra berbisik.
"Tidak Bie, apa semalam tidak cukup?"
"Tidak cukup sayang, harusnya sepanjang hari. Aawww"
Amanda kembali mencubit perut Kendra "Makanya jangan mesum di rumah sakit"
Kendra merangkul tubuh Amanda.
"Perutmu rasanya sudah sangat besar Sayang, dulu sewaktu hamil Cla tidak sebesar ini"
"Maksudmu Aku gendut gitu?" Amanda cemberut.
"E...Enggak Sayang bukan begitu. Aku suka bagian ini, ini dan ini yang semakin berisi" Kendra menunjuk pipi, dada dan bok*ng Amanda.
"Dasar Kamu Bie, pikirannya mesum terus"
Pintu ruangan diketuk, seorang perawat memberitahukan bahwa dokter Seni telah selesai membantu persalinan.
"Ayo sayang"
Kendra menuntun Amanda, Kendra benar-benar merasa aneh dengan kehamilan Amanda yang sekarang. Usia kandungan lima belas minggu tetapi perutnya sangat besar.
Sebelumnya mereka belum pernah melakukan USG pada kehamilan yang sekarang dikarenakan Kondisi Amanda yang selalu mengalami morning sickness sehingga dokter menyarankan untuk istirahat total dan mengkonsumsi beberapa vitamin yang diresepkan dokter. Dan sat ini adalah kali pertama Amanda keluar rumah setelah mengetahui kehamilannya.
"Aku takut Bie"
"Kenapa?"
"Waktu hamil Cla Aku tidak mengalami hal seperti ini, Aku sehat"
"Kamu akan baik-baik saja sayang" Kendra menggenggam lengan Amanda.
Sesampainya di ruangan dokter Amanda membaringkan tubuhnya di atas kasur. "Maafkan saya Nyonya, Anda jadi harus menunggu" Dokter Seni menyiapkan alat USG.
"Tidak apa-apa dok, sudah kewajiban Anda menolong orang yang melahirkan" Amanda tersenyum.
"Bagaimana? Apa masih ada keluhan Nyonya?" Dokter memberikan gel pada perut Amanda dan menempelkan alat USG.
"Sekarang sudah baikkan dok"
Begitu melihat layar, dokter terkejut karena melihat dua titik "Apa Anda mempunyai gen kembar? Atau mungkin Anda Tuan?"
"Tidak dok, Kami tidak mempunyai gen kembar"
"Kalau begitu selamat, Anda menjadi satu dari seribu yang akan mempunyai anak kembar tanpa gen kembar"
"Mak...Maksudnya dok?" Kendra langsung menatap layar dengan seksama.
"Lihatlah Tuan, dua titik sebesar biji ini adalah calon bayi Anda. Mereka kembar"
Amanda dan Kendra saling menatap tak percaya, mereka hanya memandang dengan tatapan bahagia dan tanpa terasa air mata membasahi pipi mereka.
****
Hai Hai Hai Kakak Zeyeeeeng
Jangan lupa Like, Komen dan Fav yaaa
Vote juga dong Kakak Zeyeeeng
Terimakasih sudah mendukung karya ku 🤗🤗