
Amanda dan Kendra pulang dalam keadaan saling diam, mereka masih benar-benar tidak percaya dengan berita yang mereka dapatkan.
"Sayang, Kamu ingin makan apa? Supaya sekalian kita membelinya"
"Tidak Bie, Aku ingin segera menemui Ibu dan Ayah. Aku ingin segera memberi tahu kabar bahagia ini" Amanda meneteskan air matanya. Kendra menggenggam tangan Amanda.
"Terimakasih Sayang" Amanda menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di rumah utama, Ibu menyambut hangat kedatangan Amanda dan Kendra.
"Sayang, apa Kamu sudah baikkan? Kenapa sudah keluar rumah begini? Biarkan Kami yang menemui mu. Cucu Nenek sudah tidak rewel lagi kah?" Amanda merasakan bahagia saat Ibu mertuanya mengusap perut Amanda.
"Mereka sudah tidak rewel lagi, bahkan sangat baik Bu" Kendra menghampiri Amanda dan Ibunya.
"Syukurlah... Tunggu dulu, mereka?"
"Aku hamil anak kembar Bu" Amanda kembali meneteskan air matanya. Ibu langsung memeluk tubuh Amanda.
"Benarkah? Benarkah Ibu akan mempunyai cucu kembar?"
"Benar Bu, Kami baru saja pulang dari rumah sakit" Kendra memeluk Amanda dan Kendra.
"Ayaaaah, lihatlah Anak Kita hamil kembar"
Ayah yang baru datang dari taman belakang langsung menghampiri. "Benarkah? Aku tidak salah dengarkan?"
"Tidak Ayah, lihatlah perutnya. Ada dua cucu Kita di dalam sana" Ayah memeluk Kendra dan Amanda bergantian.
"Selamat.. Selamat untuk kalian"
"Selamat untukmu juga Ibu Ayah, kalian akan mempunyai cucu lagi" Kendra tersenyum.
"Cucu kembar" Ayah dan Ibu berpelukan dengan penuh haru.
"Terimakasih Sayang" Ibu mencium kening Amanda.
Di perusahaan Z semua orang masih disibukkan dengan pekerjaan mereka kecuali Vita dan Kevin.
"Kak Vita, jajan yuk"
"Ayok, kemana kita akan jajan?" Vita menggendong Kevin.
"Aku mau jayan, Aku udah becay Kak" Vita tertawa mendengar protes dari Kevin.
"Baiklah baiklah Tuan Besar, ijinkan hamba menuntunmu" Ziano tersenyum melihat tingkah mereka.
"Minta uang pada Daddy mu" Vita berbisik kepada Kevin, namun Ziano mendengarnya. Dia pura-pura tidak mendengar.
"Daddy, wang"
"Wang Daddy, Jajan"
"Iya ajaklah Kak Vita kalau Kamu ingin jajan"
"Ehm Tuan, maaf. Ta...Tapi Saya tidak membawa uang"
"Oh minta uang, bilang dong. Masa minta uang sama anak kecil" Vita membelalakkan matanya saat mengetahui Ziano mendengar bisikkannya.
"Ma..Maaf Tuan"
"Ambil lah ini, Kalian boleh berbelanja sepuasnya. Tapi hati-hati. Sepulang dari jajan segera kembali"
"Baik Tuan"
Vita dan Kevin pun berjalan bersama meninggalkan ruangan Ziano.
"Polos sekali dia" Ziano melanjutkan pekerjaannya.
Vita dan Kevin berjalan-jalan di sekitaran Mall, mereka diantar oleh sopir Ziano.
"Mau kemana kita Boss Besar?"
"Jajan Ekkim"
"Ayo" Mereka memasuki sebuah kedai es krim, mereka terlihat seperti kakak adik yang sedang bermain bersama.
"Sekarang kemana lagi Boss?"
"Main yuk Kak"
"Oke"
Mereka memasuki area bermain. Mereka memainkan banyak sekali permainan. Tak jarang mereka tertawa bersama.Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Vita membawa Kevin kembali ke kantor.
Sesampainya di kantor mereka kembali memasuki ruangan Ziano. Saat memasuki ruangan ternyata ada Candra, manager keuangan yang sedang melaporkan keuangan.
"Ma..Maaf Tuan"
"Masuk saja"
Candra terlihat mencuri pandang saat Vita memasuki ruangan. Ziano yang melihat itu langsung merasa tidak suka.
"Kembali ke ruanganmu"
"Ta...Tapi Tuan Saya belum selesai"
"Aku bisa membacanya melalui laporanmu" Candra pun menundukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan itu.