Istri Ceo

Istri Ceo
Kejutan


Esok hari seperti janji Ziano, dia menjemput Vita. Bianca yang baru saja mengetahui kabar adiknya merasa sangat senang.


"Jadi kalian beneran mau menikah?"


"Iya Kak, ih kenapa bawel banget sih" Vita yang sedang bersiap-siap terus saja mendapat pertanyaan-pertanyaan menggoda dari Bianca.


"Jadi Kamu beneran mau mendului Kakak mu?"


"Suruh siapa bergerak lambat" Vita balik menggoda kakaknya.


"Dasar bocah. Selamat ya sayang, Aku ikut bahagia karena mu"


"Terimakasih Kak, semoga Kakak segera menyusul" Vita dan Bianca saling berpelukan, ada perasaan haru yang menyelimuti mereka.


"Jadi bagaimana Aku harus memanggil suami mu? Adik ipar kah? Atau Tuan ipar? Hahaha" Mereka tertawa bersama.


"Vita pamit dulu ya bu, Kak" Vita berpamitan kepada Ibu dan Bianca.


"Hati-hati ya nduk" Ibu memeluk Vita.


Saat ini Ziano dan Vita berencana untuk makan bersama Kevin dan memberi tahukan berita ini.


"Aku takut Mas, gimana kalau Kevin tidak menerimaku?"


"Tenang saja, tidak ada yang mampu menolakmu sayang" Ziano menggenggam tangan Vita.


"Tapi..."


"Aku yakin Kevin akan sangat senang menerimamu"


"Semoga ya Mas"


Vita dan Ziano berada di sebuah toko perhiasan, Ziano berniat melamar Vita secara resmi. Ziano membelikan perhiasan untuk Vita.


"Ini terlalu banyak Mas"


"Tidak, Kamu bisa membeli semuanya jika Kamu mau"


"Mas, jangan berlebihan" Vita bergelayut manja di lengan Ziano.


"Baiklah, Aku akan mengikuti keinginanmu" Ziano menatap Vita dengan penuh cinta.


Setelah selesai dengan perhiasan, Ziano mengajak Vita berbelanja pakaian. Ziano memilihkan dress tanpa lengan berwarna putih, panjang selutut dan dihiasi aksen bunga berwarna biru muda. Ziano juga membelikan sepatu yang senada sengan aksen dress, yaitu high hils berwarna biru muda.


"Sekarang Kita akan pergi ke salon" Ziano menuntun Vita untuk memasuki salon di area mall.


"Mas, apa Kita tidak berlebihan? Aku malu dengan Kevin"


Vita sudah berada di ruangan salon, beberapa perias wanita merias wajah Vita dengan make up minimalis. Setelah selesai dengan wajah, mereka beralih kepada rambut. Tambut Vita yang biasa terurai panjang kini lebih diangkat sehingga memperlihatkan bagian lehernya yang jenjang. "Apa Aku tidak terlihat aneh?" Vita bertanya kepada salah seorang wanita yang merias dirinya.


"Tidak Nona, bahkan tampilan Anda terlihat sangat natural. Tapi itu tidak mengurangi kecantikan Anda, Anda terlihat sangat cantik dan anggun"


"Jangan berlebihan, Aku tidak pernah berdandan seperti ini" pipi Vita terlihat merah.


Setelah selesai, Vita memasuki ruang ganti pakaian. Vita menggunakan dress yang dibelikan oleh Ziano.


Vita melihat pantulan dirinya melalui cermin, "Apa Aku tidak terlihat berlebihan? Baju ini, make up ini, Aku tidak pernah tampil seperti ini sebelumnya" pintu ruangan diketuk "Maaf Nona, apa Anda selesai?"


Vita membuyarkan lamunannya, "Iya selesai"


Dua orang perias memasuki ruang ganti, mereka membantu Vita merapikan pakaiannya. "Sudah selesai Nona"


"Terimakasih" Vita tersenyum puas melihat tampilannya melalui kaca yangberada di sekelilingnya.


Vita menghampiri Ziano yang sedang duduk di ruang tunggu. "Mas, apa Aku terlihat..."


Ziano dengan cepat mengalihkan pandangannya, dia begitu terpesona melihat perempuan yang ada di hadapannya "Cantik..." Ziano memotong pembicaraan Vita dan menghampirinya. "Kamu cantik sekali, Aku benar-benar pangling melihatmu sayang" pipi Vita seketika berubah menjadi merah.


Ziano menuntun Vita menuju lobby mall, "Ayo masuk ratu ku" Ziano membukakan pintu mobil untuk Vita.


"Jangan seperti itu Mas, Aku malu"


"Kenapa malu? Kamu sangat cantik sayang. Seperti seorang ratu" Ziano kini duduk di samping Vita."Kita hanya akan makan bersama Kevin, apa ini tidak berlebihan Mas?"


"Tidak, Kita harus menunjukkan keseriusan kita kepada Kevin" Ziano menggenggam tangan Vita dan mengecupinya beberapa kali.


Sesampainya di depan restoran, mereka mendapat sambutan dari para prlayan.


"Aku kiran Kita akan menjemput Kevin terlebih dahulu"


"Kenvin sudah menunggu kita di dalam sayang"


Ziano menggandeng tangan Vita.


Sesampainya di dalam restoran, Vita dan Ziano disambut dengan musik romantis dan tepuk tangan dari beberapa orang terdekat mereka.


"Mas, ini...?"


"Iya, Aku yang mengundang mereka"


Vita mengedarkan pandangannya, ada Ibu, Bianca, Kevin, Amanda, Kendra, Cla bahkan si kembar Nathan dan Nathar.