
Amanda melihat seorang bayi sedang menangis, kemudian dia menghampiri perawat dan meminta izin untuk menggendongnya.
"Dia bayi Tuan Ziano dan Nyonya Sasa" perawat tersebut mwnundukkan kepalanya karena mengetahui bahwa Amanda adalah mantan istri Ziano.
"Aku tahu, aku sudah meminta izin kepada Ziano" kemudian menggendong bayi tersebut. Bayi tersebut sepertinya lapar, Amanda meminta susu kepada perawat. Setelah mendapatkan susu, Amanda memberikan dan mengayun bayi tersebut. Bayi itu terlihat menikmati dekapan Amanda, dia terlihat sangat nyaman sehingga membuatnya tertidur kembali.
"Tenanglah bayi mungil, ibu mu pasti akan baik-baik saja. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri" Bayi itu terlihat sudah sangat nyenyak, Amanda menidurkan bayi tersebut di dalam keranjang bayi.
Kendra menghampiri Amanda di ruangan bayi.
"Sayang, Sasa sudah berhasil melewati masa kritisnya. Dan sepertinya kamu juga harus beristirahat" Kendra merangkul pundak Amanda. Sudah hampir dua jam Amanda menemani bayi itu.
"Baiklah Kak, apa Sasa sudah bisa dilihat?"
"Belum sayang, hanya Ziano yang boleh melihatnya saat ini"
"Lalu bagaimana dengan bayi nya Kak?"
"Besok kita akan kembali untuk melihat keadaannya" Amanda menganggukkan kepalanya.
Merekapun pergi meninggalkan rumah sakit. "Beli rujak dimana ya?" Kendra bergumam.
"Apa? Jam delapan malam mau beli rujak dimana Kak?"
"Tapi aku ingin sayang" Kendra masih melihat kiri dan kanan jalan.
"Kita masih punya stock mangga muda, aku akan buatkan rujak mangga untukmu, tapi pulang ya"
Kendra tersenyum senang "Oke sayang"
Sesampainya di rumah, Amanda memotong mangga muda dan membuat bumbu rujak. Sambil menunggu bumbu selesai, Kendra memakan mangga muda dengan dicocol garam. "Rauuukk rauukkk" Kendra menikmati mangga muda tersebut
"Enak Kak?" Amanda melihat Kendra
"Enak banget, nih cobain sayang" Kendra menyuapi Amanda, Amanda membuka mulutnya dan memakannya. "Kenapa mangga ini jadi terasa enak ya?"
Kendra tersenyum "Itu karena aku yang menyuapi mu sayang" Amanda mencubit lengan Kendra.
"Sumpah Bie ini enak banget. Kayanya karena bumbunya aku yang buat deh"
"Kalau begitu buat tiap hari ya sayang"
"Baiklah, kita akan menyetok mangga muda yang sangat banyak" Mereka tertawa bersama.
***
Dan benar saja, ketika bangun tidur Amanda sangat menginginkan rujak mangga. Saat Kendra sedang mual muntah di kamar mandi, Amanda membuat rujak mangga ke dalam kamar.
"Bie cobain diobatin pake rujak yu" mendengar kata rujak, Kendra langsung bersemangat walaupun wajahnya masih tampak pucat.
Amanda dan Kendra menikmati rujak bersama dan benar saja saat ini Kendra bisa melupakan mual muntah.
"Enak banget yank" Kendra menghabiskan rujak tersebut.
"Kenapa bisa seenak ini ya? Padahal sebelumnya aku tidak suka mangga muda Kak" Amanda dan Kendra berfikir kemudian mereka saling memandang "Jangan-jangan...."
Ya mereka melupakan pemeriksaan kandungan Amanda, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali menuju rumah sakit. Mereka mendapatkan sambutan hangat dari para karyawan L hospital.
"Selamat Pagi Tuan dan Nyonya Muda" Dokter Vian menyambut kedatangan mereka.
"Bagaimana? Apa Anda sudah melakukan pemeriksaan kandungan Anda Nyonya?" Dokter mengikuti langkah Kendra dan Amanda.
"Kami baru akan melakukan hari ini dokter" Amanda menjawab pertanyaan dokter dengan senyum di wajahnya.
Doker Vian memberikan intruksi kepada salah satu perawat untuk mengosongkan ruangan pemeriksaan kandungan.
Kendra, Amanda dan dokter Vian memasuki ruangan dokter Seni.
"Baiklah Nyonya, berdasarkan hasil diagnosa dokter Vian, saya harus memeriksa rahim Anda terlebih dahulu" dokter Vian dengan ramah memberikan gel ke atas perut Amanda kamudian menempelkan alat sehingga rahim Amanda terlihat dari sebuah layar monitor.
"Sepertinya ada kehidupan lain di dalam rahim Anda Nyonya Muda"