
Amanda memakan masakan Kendra dengan sangat lahap. "Emm ini enak banget Kak, sejak kapan Kakak bisa masak ?" dengan mulut penuh Amanda mengacungkan kedua jempolnya "Hahaha pelan-pelan, mulutmu belepotan" Kendra membersihkan makanan yang menempel di mulut Amanda. "Aku hanya bisa masak ini, andalan kalau kepepet pas waktu sarapan" Kendra menatap Amanda yang sedang makan
"Tapi enak loh Kak" Amanda terus memakan nasi dan ayam goreng buatan Kendra.
Mereka berangkat kerja bersama, sebelum ke kantor mereka mampir ke apartemen milik Kendra.
Apartemennya lebih luas dari milik Amanda, lingkungannya juga elit.
"Bukannya Kakak bilang tinggal bersama orangtua Kakak ? Kenapa ini apartemen ? Kakak sengaja pindah gara-gara aku ?"
"Sudahlah jangan bahas itu, aku akan mandi dulu. Kamu boleh siapkan bajuku ?" Kendra mengerlingkan matanya
"Baiklah, cepat mandi. Aku tidak ingin terlambat sampai kantor. Bos ku galak, dia selalu mengontrol setiap pagi" Kendra tertawa dan mengacak rambut Amanda.
Mereka berangkat bersama menuju kantor, banyak karyawan yang memberi hormat kepada Amanda. "Kenapa jadi begini Kak ? Aku sangat tidak nyaman"
"Kamu akan terbiasa sayang" Amanda dan Kendra jalan beriringan.
Amanda pergi menuju meja kerjanya yang disambut oleh Meri dan Selly. Mereka mengucapkan selamat kepada Amanda sambil menyerangnya sengan seribu pertanyaan. Amanda hanya tertawa melihat tingkah mereka, bersyukur mempunyai sahabat seperti mereka.
Sesampainya di lantai paling atas, Kendra disambut oleh sekretarisnya Tiara, Tiara memberikan teh panas dan membacakan beberapa agenda hari ini.
"Maaf pak, baru saja saya mendapat telpon dari perusahaan Grup Z, katanya presdir mereka ingin mengajak Anda makan siang bersama"
"Grup Z ? Baik tambahkan di agenda ku hari ini" Tiara mencatat dan pergi meninggalkan Kendra.
"Cepat juga dia mendapatkan informasi" Kendra mengetahui jika Ziano masih sering menguntit mereka.
Jam makan siang tiba, Amanda menghampiri Kendra di ruangannya. "Maaf sayang, aku ada janji dengan sahabat lamaku untuk makan siang bersama"
"Kamu ajak Tiara saja ya sayang, nanti aku akan pulang secepatnya"
"Baiklah kak, selamat bersenang-senang dengan sahabat lamamu" Kendra memeluk Amanda
"Terimakasih sayang, kamu benar-benar baik"
Amanda keluar mencari Tiara, mereka memutuskan untuk makan bersama. Kendra sudah lebih dulu meninggalkan perusahaan.
"Kenapa tidak makan bersama Meri dan Selly ?"
"Mereka pasti sudah selesai makan, aku sengaja kesini untuk menemui Kak Kendra tapi dia malah pergi" Amanda menyantap makanannya dengan lahap
"Oh iya dia pergi ke perusahaan Grup Z kan ya ?"
"Uhuk uhuk... Grup Z ?" Amanda tersedak
"Pelan-pelan makannya" Tiara memberikan segelas air. "Iya grup Z" Tiara menutup mulutnya, dia tau bahwa presdir Grup Z adalah mantan suami Amanda, dia ikut khawatir mengingat semalam Kendra mengumumkan hubungannya dengan Amanda dan tadi pagi tiba-tiba dia mendapat telpon dari Grup Z untuk mengundang Kendra makan siang. "Dia tidak bilang padamu ?"
"Tidak, dia bilang akan menemui sahabat lamanya. Ah iya mereka dulu sahabatan" Amanda menutup wajahnya.
"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa diantara mereka. Maafkan aku, aku benar-benar tidak ingat" Tiara menatap Amanda
"Sudahlah, itu bukan salahmu. Itu salahku" Amanda menggenggam tangan Tiara.
Amanda benar-benar khawatir akan terjadi sesuatu pada Kendra mengingat hubungannya dengan Ziano tidak berakhir dengan baik.