Istri Ceo

Istri Ceo
Nasi Goreng


Hari berganti hari, Kevin dan Vita semakin dekat. Bahkan tak jarang Kevin ikut ke rumah Bianca seperti saat ini.


"Kak Aku lapar"


"Oke Aku buatkan nasi goreng ya"


Kevin menganggukkan kepalanya dengan senang, dia sangat menyukai nasi goreng buatan Vita.


Kevin memakan nasi goreng dengan lahap hingga dia kekenyangan dan tertidur. Tiba-tiba ponsel Vita berdering "Iya Tuan"


"Bawa Kevin kemari"


"Dia sedang tidur Tuan"


"Aku bilang BAWA KEVIN KEMARI"


Vita datang dengan membawa Kevin, Ziano langsung memeluk Kevin. "Tinggalkan kami"


"Baik Tuan"


Vita keluar dari ruangan Ziano dan mendekati Bianca. "Huft, kenapa ini Kak?"


"Tadi ada trouble dengan anak cabang yang akan kita buka, Pak Ziano marah besar. Sepertinya dia butuh Kevin untuk memperbaiki mood nya"


"Sweet banget sih" Vita tersenyum.


"Apanya yang sweet? Semua orang takut melihatnya marah"


"Tapi dia terlihat baik-baik saja saat Tuan Kevin datang"


"Sudahlah, minggu depan Pak Ziano dan beberapa orang kepercayaannya akan pergi ke kota G. Sepertinya Kamu juga akan ikut, jadi bersiap-siaplah"


"Loh kenapa? Bukannya itu acara perusahaan?"


"Aku harapa Kamu ikut juga, karena jika ada Tuan Kevin mood Pak Ziano akan mudah membaik"


"Begitu ya? Kebetulan Aku belum pernah ke kota itu. Aku penasaran dengan dengan tempat wisatanya yang terkenal indah itu"


"Ingat Nona Vita, kita bukan pergi untuk berlibur"


"Tapi Nona Bianca, tugasku adalah membawa Tuan Kevin jalan-jalan, Tuan Ziano tidak ingin Kevin tumbuh di dalam perusahaan"


"Baiklah baiklah, jaga pewaris perusahaan Z dengan baik"


"Siap laksanakan"


Hingga sore Vita dan Kevin berada di ruangan Ziano.


"Ehm maaf Tuan, apa Saya perlu ikut?"


"Tentu saja, Kamu tidak akan membiarkan Kevin sendirian disana kan?"


"Tidak Tuan, tentu saja Saya akan menjaganya dimanapun"


"Bagus. Kita akan melakukan perjalanan selama satu minggu"


"Baik Tuan"


"Kak Vita, Kevin mau makan nasi goreng buatan Kak Vita lagi"


"Tapi tidak ada bahannya Tuan Muda"


Ziano menatap Vita dan Kevin "Memang ada apa dengan nasi goreng buatanmu?"


"Ah tadi Tuan Muda makan nasi goreng dan tertidur. Mungkin sekarang dia mengingatnya kembali"


"Kalau begitu buatkan sekarang juga"


"Tapi bahan-bahannya?"


"Kamu cek dulu, kalau ada yang kurang Kamu bisa menyuruh OB untuk membelikannya"


"Baik Tuan"


Vita pergi ke ruangan yang menyediakan berbagai macam alat masak.


"Wah ini kantor apa restoran ya, lengkap sekali alat masaknya" Vita melihat-lihat ruangan tersebut. "Benar-benar lengkap, bahkan lebih lengkap dari dapurnya Ibu"


Vita mulai memasak nasi goreng pesanan Kevin, dia memasak dengan sangat senang. Vita memang suka memasak, sejak SMP dia mengikuti kegiatan ekstrakulikuler memasak namun entah bagaimana ceritanya ketika kuliah dia lebih tertarik di jurusan psikolog.


Selesai memasak Vita kembali memasuki ruangan Ziano, Bianca hanya menggelengkan kepala saat melihat Vita bolak balik ruangan Ziano.


"Ini Tuan, nasi goreng buatan Vita sudah selesai" Vita membawa sepiring nasi goreng lengkap dengan topingnya.


"Wah haruuum, mau Kak"


"Ayo ayo sini makan" Vita menyuapi Kevin, kemudian Kevin mengambil sendok tersebut dan menyuapi Vita "Tidak Tuan Muda, ini sendok milikmu" Vita mengambil sendok yang baru dan menyuapi Kevin. Mereka tertawa bersama sambil menikmati nasi goreng buatan Vita. Namun tiba-tiba "Kruuuukkkkkk" suasana menjadi hening.


"Maaf Tuan, mau saya buatkan kembali nasi goreng?"


"Tidak usah" Ziano menghampiri Kevin dan meraih sendoknya kemudian memakan nasi goreng tersebut. Vita terkejut "Tuan, itu sendok milikku" Ziano membuka mulutnya dan tak kalah terkejut.