Istri Ceo

Istri Ceo
Mommy


Vita membuka matanya saat cahaya matahari menembus jendela kamar. Vita sangat terkejut saat mendapati dirinya berada dalam pelukan Ziano. Vita mencoba untuk bangun namun seluruh tubuhnya terasa sakit. Vita mencoba membuka selimut namun dia kembali dikejutkan saat tubuhnya tidak ditutupi oleh apapun selain selimut itu.


"Sudah bangun sayang?" Ziano mencoba membuka matanya.


"Mas... Aww..." Vita hendak menjauhkan tubuhnya, namun rasanya begitu sakit. Apalagi bagian selangkangannya.


"Kenapa Sayang? Apa sakit?" Ziano segera meraih tubuh Vita.


"Sakit Mas, kenapa tubuhku rasanya sakit semua?" Vita mengernyitkan dahinya.


"Maafkan Aku sayang, Kamu mau kemana? Aku akan mengantarmu"


"Aku mau ke kamar mandi Mas"


Ziano mengangkat tubuh Vita, "Tapi Mas, Kamu belum memakai baju"


"Kita akan mandi bersama sayang" Ziano membawa tubuh Vita yang ditutupi selimut ke dalam kamar mandi. Vita hanya menundukkan kepalanya, rasanya sangat malu saat mengingat kejadian malam itu.


***


Selesai memakai pakaian Vita mendekati Ziano yang sedang bersantai di atas kasur.


"Mas, Aku mau pulang. Aku kangen Kevin"


"Tapi Kita sudah berpamitan kepadanya untuk satu minggu kan sayang" Ziano asik memainkan ponselnya.


"Tapi Kita akan bosan jika seminggu penuh hanya duduk di dalam kamar"


"Seumur hidupku, Aku tidak akan pernah bosan asal itu bersamamu sayang" Ziano memeluk tubuh Vita dan menjatuhkannya di atas kasur.


"Mas..." Ziano membungkam dengan bibirnya.


Kruuukk Kruuukkk..


Ziano menghentikan aksinya, "Sepertinya Kamu butuh makan dulu, sebelum Aku memakanmu" Vita memegang perutnya, dia benar-benar malu.


"Maaf Mas, tapi Aku terbiasa sarapan pagi. Dan lihatlah, ini sudah jam 10 Mas"


"Baiklah, Aku akan meminta mereka mengantarkan makanan. Ada makanan yang ingin dimakan?"


"Aku ikut Kamu aja deh Mas"


"Aku maunya makan Kamu Sayang. Kamu mau makan Aku?"


Vita memukul bahu Ziano "Ih apaan sih Mas. Semalaman Aku tidak tidur gara-gara Kamu"


"Aku juga tidak tidur gara-gara Kamu sayang" Ziano mengecupi pipi Vita.


"Jangan goda Aku sayang" Ziano mengecupi bibir Vita. Sebelum terlambat, Vita menghentikannya.


"Jadi Kamu mau ngasih Aku sarapan ngga Mas?"


"Iya Sayang. Aku pesan ya"


Ziano menelpon bagian resepsionis. Sepuluh menit kemudian makanan sudah ada di hadapan mereka.


"Ngerepotin banget sih Mas nyuruh orang anterin makanan kesini. Kita cuma berdua loh, dan ini lantai paling atas" Vita duduk berhadapan dengan Ziano.


"Aku yang membayar mereka, kalau mereka tidak bersedia, Aku bisa mencari penggantinya" dengan santai Ziano meneguk secangkir kopi.


"Maksudnya? Apa hotel ini milikmu?" Vita kembali terkejut.


"Tidak, hotel ini milik Kevin. Aku sudah memindah namakannya"


Vita memukul bahu Ziano, "Sama saja Mas"


"Kamu bisa menikmati semua fasilitas ini Sayang. Kamu adalah bos dari seorang ceo"


"Tidak Mas, Aku hanya seorang sekretaris"


"Sekretaris pribadiku sayang" Ziano mengecup kening Vita.


"Makanlah, rasanya milikku yang lainnya mulai lapar juga"


"Dasar suami mesum, mau makan aja masih mesum"


Ziano hanya tertawa, dia merasa senang saat melihat wajah Vita yang memerah.


***


Tiba hari dimana Vita dan Ziano kembali ke rumah milik Ziano, sebenarnya mereka hanya menghabiskan waktu bersama tiga hari karena Vita terus merengek ingin pulang.


"Kak Vitaa......" Kevin datang memeluk Vita. Vita merangkul tubuh mungil itu. Rasanya begitu berat saat beberapa hari meninggalkannya.


"Kamu tidak merindukanku Boy?"


"Aku merindukanmu Daddy"


"Peluk Aku Boy, dan panggil dia Mommy"


"Ups Aku lupa, maafkan Aku Mommy" Kevin menutup mulutnya. Vita hanya tersenyum dengan air mata yang tertahan. Dia begitu terharu saat mendengan Kevin memanggilnya Mommy.