Istri Ceo

Istri Ceo
Minggu depan ?


Amanda kembali ke meja kerjanya dengan senyum yang mengembang. "Sepertinya ada yang sudah memastika" Selly menggoda Amanda


"Sepertinya kita yang kalah deh Sel" Meri menimpali


"Apaan sih kalian ?" Amanda tersenyum malu


"Jadi gini Manda, kemarin kita penasaran kepadamu. Tidak seperti biasa kamu sering mengecek ponsel sambil tersenyum. Kita memutuskan untuk menguntit, tapi ternyata kita hanya menemulan driver ojol hahaha" Meri dan Selly tertawa bersamaan


"Tapi pas kami mau balik arah, kami melihat mobil Pak Kendra lewat, padahal tidak biasanya kan Pak Kendra melewati lobby karyawan. Ternyata mobil itu berhenti tepat di depanmu, dan kamu memasuki mobilnya. Kami curiga jika kalian mempunyai hubungan, namun kami yakin kalau kamu tidak akan bercerita begitu saja. Akhirnya kami membuat rencana untuk memanasi mu supaya kami yakin kalau kamu mempunyai hubungan dengan Pak Kendra" Meri mengangguk tanda setuju. Amanda memeluk Meri dan Selly bergantian "Kalian memang sahabat terbaikku"


"Ehm" Romi berada tepat di belakang Amanda


"Kenapa kalian berpelukan seperti itu ? Ini bukan lapang teletubies, jadi berhenti berpelukan seperti itu dan kembali bekerja sebelum Pak Kendra memergoki kalian" Romi memperingati mereka, mereka langsung bubar dan kembali ke tempatnya masing-masing. "Kamu darimana ? Aku mencarimu dari tadi tapi kamu baru datang"


"Maaf pak, tadi saya sedang tidak enak badan, perutku sangat sakit" Amanda pura-pura meringis


"Sakit ? Mana yang sakit ?" Romi hendak menyentuh Amanda namun tiba-tiba tangannya terhenti.


"Sejak kapan kamu peduli padanya, kembali bekerja. Biar aku yang mengurusnya" Kendra menepis tangan Romi. "Baiklah Pak Bos" Romi meninggalkan mereka sambil berbisik "Kenapa setiap aku ada kesempatan dengannya dia selalu ada"


Amanda menahan tawa ketika Kendra melototi kepergian Romi. Kendra mengasongkan sebuah ponsel, itu adalah milik Amanda yang tertinggal di ruangannya. "Ponselku ?" Amanda kebingungan.


"Makanya datang itu jangan marah-marah, jadi lupa kan kalau datang bersama ponsel ini" Amanda memelototi Kendra namun Kendra hanya menahan tawa nya.


Kendra pergi meninggalkan Amanda, Selly langsung memutar badannya "Jadi kamu beneran memastikannya Amanda ? Bagaimana-bagaimana apa dia benar-benar orisinil ?"


"Apa ? Jadi kalian tidak tahu dengan apa yang kalian bicarakan tadi ?" Amanda terkejut


"Iyalah, Pak Kendra kan presdir baru, sebelumnya adalah Pak Keno yang menjadi presdir perusahaan ini" Selly tertawa puas saat melihat ekspresi Amanda "Makanya jangan cemburu buta" Meri menimpali.


"Awas yaa kaliaaan" Selly dan Meri hanya tertawa ketika melihat Amanda yang kesal karena berhasil dibodohi.


Kriing... Ponsel Amanda berbunyi tanda pesan masuk.


"Tidak bisa, sepertinya aku tidak bisa meninggalkan teman-temanku. Mereka sudah mengetahui semuanya"


"Oh begitu, kalau begitu aku akan makan siang bersama para fans ku"


"😡😡😡😡*"


Jam istirahat Amanda kembali mendatangi Kendra "Aku sudah memesan beberapa makanan untuk kita" Kendra menyambut kedatangan kekasihnya.


"Aku benci kamu Kak"


"Tapi aku cinta kamu sayang" Kendra mengecup kening Amanda


"Kenapa kamu mengancamku begitu ?"


"Hahaha maafkan aku sayang, aku hanya berusaha untuk selalu dekat denganmu" Kendra memeluk tubuh Amanda "Besok nikah yu" Amanda terkejut mendengarnya "Apa sih Kak ? Dikira bisa secepat itu ?"


"Lalu kapan dong ? Aku inginnya hari ini juga"


"Apa ? Please deh Kak, kita harus melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu"


"Kalau begitu besok saja ?"


"Tidak"


"dua hari lagi ?"


"Tidak secepat itu Kak"


"Mingu depan. Titik"


Amanda melotot saat mendengar ucapan Kendra.