Istri Ceo

Istri Ceo
Pengacara


Tiba-tiba seorang resepsionis menengahi mereka, "Maaf apa anda nona Amanda ?"


"Iya benar, saya Amanda"


"Saya akan mengantarkan anda untuk menemui Pak Kendra"


"Tuh kan pak, saya sudah ada janji dan saya bukan penjahat" amanda menyenggol bahu scurity itu dengan tubuhnya. Security itu tiba-tiba khawatir "Apa yang akan terjadi jika nona itu melaporkanku ?"


"Maaf, kita akan kemana ?" Amanda merasa bingung ketika perempuan di depannya membawa dirinya menaiki lift khusus


"Kita akan menemui Pak Kendra"


Lift pun terbuka, Tiara mendekati dan menyapanya "Nona Amanda ? Silahkan, Pak Kendra sudah menunggu anda"


Amanda yang kebingungan hanya mengikuti sekretaris yang bernama Tiara tersebut. Pintu pun dibuka dan ada Kendra yang sedang duduk di meja kerjanya.


Amanda yang kebingungan hanya berdiri di dekat pintu. "Duduklah" Kendra mendekati Amanda dan mendudukkannya di sofa.


"Kak, sebenarnya ada apa ini ?"


"Ada apa ? Memangnya kenapa ?"


"I..Ini kan ruangan direktur. Apa kak Kendra menjadi asisten pribadi direktur grup L ?"


"Hahaha kamu benar-benar polos" Kendra mengacak rambut Amanda


"Kak, sudah... Bagaimana jika bos mu melihatmu"


"Aku sedang mencari bos ku saat ini, apa kamu mau menjadi bos ku ?"


"Apa maksudnya kak ? Aku benar-benar tidak mengerti"


"Baiklah, dengarkan aku" Kendra menceritakan semuanya.


Amanda yang terkejut menutup mulutnya "Tapi kak, kamu tidak menjebak ku kan ? Kamu tidak menjebak ku untuk menghancurkan Kak Zino ? Apa ini ada hubungannya dengan jabatan Kakak ?"


Kendra memegang tangan Amanda dan menatapnya "Aku benar-benar membantu mu dengan tulus. Tidak ada unsur lain. Dan kamu harus tahu, aku


bukan mengundurkan diri dari perusahaan Ziano, dia mengusir ku karena aku sudah tau kalau suami mu berselingkuh dan mencoba untuk mengingatkannya"


"Apa ? Kak Kendra dipecat gara-gara itu ?" Air mata mulai mengalir di pipi Amanda.


"Kenapa kakak suka sekali mengacak rambutku ?" Amanda cemberut sambil merapikan rambutnya.


"Karena aku suka melihatmu saat kamu membereskan rambutmu sambil cemberut, hahaha"


Tiba-tiba terdengar kembali suara pintu diketuk, ternyata itu Tiara yang mengantarkan pengacara.


Pengacara muda yang bernama Gio itu mendekati Kendra dan menjabat tangannya "Apa kabar ?"


"Baik, duduklah. Ini Amanda, temanku" Amanda menjabat tangan Gio


"Apa dia yang akan bercerai ?"


"Iya, suaminya selingkuh dengan sekretarisnya dan dia ingin mengajukan gugatan cerai"


"Oke, alasan yang masuk akal. Itu akan mudah diproses" Gio membuka beberapa berkas


"Tidak semudah itu, suaminya adalah Ziano Argora. Kamu pasti tidak asing dengan orang itu"


Gio menghentikan kegiatannya "Ziano Argora ? Maksudmu direktur utama dari grup Z ?"


"Ya dia"


"Jika suaminya adalah Ziano, kita harus mempunyai bukti kuat. Karena setau ku dia tidak akan membiarkan orang lain menang begitu saja. Apalagi proses perceraian, itu akan sangat mempengaruhi nama baiknya"


"Aku punya rekaman cctv dimana dia sedang berlibur bersama wanita itu"


Amanda terkejut "Kakak punya rekaman cctv ?"


"Iya, Rian pemilik hotel tempat Ziano dan Sasa menginap adalah sepupu ku, jadi aku mendapatkan rekaman itu dengan mudah"


"Ta..Tapi kak, dia akan dengan mudah mencari sepupu Kakak dan menghancurkannya"


Gio menyetujuinya "Itu benar, kita tidak boleh egois. Proses perceraian bisa jadi lebih mudah, tapi ini adalah perceraian bukan pidana yang artinya Ziano akan dengan mudah melakukan kegiatan seperti biasanya"


Semuanya terdiam memikirkan apa yang harus dilakukan


note :


Ayoo komentar dong kakak-kakak readers ku... Beri masukan kalian...