Istri Ceo

Istri Ceo
Kencan Pertama


Hari ini wajah Amanda terlihat sumringah, dia duduk di meja kerjanya kemudian mengecek ponselnya. Meri dan Selly memperhatikan gerak-gerik Amanda.


"Sepertinya ada yang sedang kasmaran"


"Eh apa sih ?" Amanda langsung menyembunyikan ponselnya.


"Kenapa tiba-tiba gugup ? Sepertinya dugaan Selly benar" Meri menghampiri Amanda


"A..Apa sih kalian, aku hanya sedang mengecek olshop"


"Oke oke, kita percaya ko. Iyaa kan Sell?"


"Tente saja kita percaya" Selly mengedipkan matanya, sepertinya mereka merencanakan sesuatu.


Saat jam pulang, Meri dan Selly dengan sengaja membuntuti Amanda, namun mereka kecewa ketika ojol menghampiri Amanda untuk menjemputnya pulang "Hah ? Kenapa ojol sih ? Kalau Amanda mempunyai kekasih, seharusnya dia dijemput olehnya dong" Meri menganggukkan kepalanya. Namun tiba-tiba ponsel Amanda berdering, Amanda mengangkatnya "Baiklah"


"Maaf mas, saya nggak jadi naik. Tapi saya tidak akan batalkan order, mas selesaikan saja rute nya" Amanda memberikan beberapa uang kepada driver ojol tersebut.


Meri dan Selly yang hendak pergi tiba-tiba terhenti ketika melihat mobil Kendra melewati mereka. "Kenapa mobil Pak Kendra lewat sini ? Bukankah dia parkir di tempat khusus ?" Mata mereka mengikuti kepergian mobil Kendra, namun mereka begitu terkejut ketika Amanda menaiki mobil tersebut. "Amanda ?"


"Kak, yakin tidak ada orang yang melihat ?"


"Tapi kata Kak Kendra kan pas acara pesta di kantor, bukan sekarang"


"Apa bedanya sayang ?" Kendra menggenggam tangan Amanda. Wajah Amanda berubah menjadi merah. "Kamu tidak usah khawatir, mereka akan mengetahuinya nanti, tadi di lobby sudah tidak ada siapapun"


"Iya Kak"


Mereka memasuki restoran mewah, Kendra sudah memesan ruang vvip untuk mereka makan. Pelayan restoran menyambut kedatangan mereka dan mengantarkan mereka ke ruangan tersebut.


"Kak, kita kan hanya makan berdua. Kenapa harus memesan ruangan khusus seperti ini ?"


"Ini adalah kencan pertama kita" Kendra meraih tangan Amanda dan meletekkan di lengannya. Mereka jalan dengan bergandengan tangan mengikuti pelayan restoran.


Mereka sampai di tepat khusus, tempat makan romantis di pinggir kolam dihiasi oleh lilin yang mengelilinginya. Air kolam disulap menjadi kolam bunga mawar berwarna merah. Meja makan dipenuhi dengan makanan mewah dan diterangi oleh sebuah lilin. Tak lupa bunga mawarpun menghiasi meja tersebut. Malam yang gelap ditemani makan malam yang romantis. Amanda terkejut saat melihat tempat yang begitu sempurna. "Kak" Amanda menutup mulutnya, matanya mulai berkaca-kaca.


"Ini hanya sebagian kecil untukku membahagiakan mu" Kendra menuntun Amanda untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Amanda melihat sekitar, dia begitu takjub dengan apa yang telah disiapkan oleh Kendra. "Kamu menyukainya ?"


"Suka kak, sangat suka" Amanda berdiri ke tepi kolam dan merasakan aroma bunga yang ditarik oleh angin.


Kendra hanya melihat Amanda dengan senyum di bibirnya. Amanda menengok ke belakangan "Terimakasih Kak" Kendra menghampiri Amanda dan ikut menikmati aroma yang dikeluarkan oleh bunga mawar tersebut. Tiba-tiba beberapa orang datang membawa alat musik dan memainkan lagu romantis. Kendra mengulurkan tangan kepada Amanda untuk mengajaknya, Amanda menerima tawaran Kendra. Mereka berdansa diiringa lagu romantis dan cahaya lilin, beberapa kali mereka beradu pandang dan itu membuat mereka menjadi malu. Setelah lagu selesai Kendra berlutut di hadapan Amanda dan mengeluarkan cincin dari saku nya "Amanda, maukah kamu menikah dengan ku ?"