Istri Ceo

Istri Ceo
Ayam Geprek


Setelah melakukan ritualnya, Ziano meninggalkan Vita ke ruang kerja. Vita pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sayaang..." Ziano mencari keberadaan Vita. Terdengar suara keran air dari dalam kamar mandi.


"Sayaaang..." Ziano membuka pintu kamar mandi. Ziano melihat Vita sedang berendam sambil menutup matanya dengan air yang mengguyur kepalanya.


"Disini rupanya Kamu" Ziano membuka seluruh pakaiannya.


"Loh mau ngapain Mas? Aku sudah selesai kok"


"Temani Aku" Ziano bergabung bersama Vita. Vita hanya pasrah saat Ziano sudah berada di dalam bak mandi.


"Mas, ini amplop apa?" Vita melihat dua buah amplop yang dihias cantik di atas kasur.


"Buja saja" Ziano terlihat sedang mengeringkan rambutnya.


"Memangnya apa ini?" Vita membukanya dan begitu terkejut saat melihat tiket untuk honey moon.


"Maasss... Jadi?"


"Iya Sayang, Kita akan melakukan bulan madu yang tertunda. Maafkan Aku ya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga melupakan kepentingan Kita"


"Tidak Mas, Aku tidak masalah. Malah ini benar-benar membuatku sangat terharu. Terimakasih" Vita memeluk Ziano.


"Apa Kamu senang?"


"Tentu Mas, Aku senang sekali. Oh iya, kapan tiket ini..." Vita membelalakkan matanya. "Malam ini?"


"Iya sayang, malam ini Kita akan berangkat"


"Lalu Kevin? Aku belum mempersiapkan semuanya Mas"


"Aku yang menyiapkannya. Semua sudah siap"


"Benarkah? Kapan?"


"Semalam"


"Semalam? Jangan bilang semalam Kamu tidak tidur"


"Apa Kamu fikir Aku bisa tidur saat istriku ini marah kepadaku?"


Vita memeluk Ziano kembali dan menangis di pundaknya "Maafkan Aku Mas, maafkan Aku. Aku cemburu, dan Aku tidak tahu kalau itu menyiksamu. Maafkan Aku Mas" Ziano menenangkan Vita.


"Aku memaafkan mu Sayang, dan Aku ingin Kamu tidak meragukan cintaku padamu"


Siang hari Vita dan Ziano sedang berada di ruang keluarga. Kevin dan Ibu sedang beristirahat di kamarnya.


"Mas, Aku lapar"


"Aku juga, Aku minta Bibik untuk memasak ya"


"Tidak-tidak, Aku ingin membeli Ayam geprek yang ada di seberang perusahaan mu Mas"


"Ayam geprek? Apa disana ada yang jualan ayam geprek?"


"Ih ada Mas, yang selalu penuh dengan pelanggan itu"


"Maksudmu yang antrinya sampai memenuhi marka jalan?"


"Iya Mas"


"Ya sudah Kamu bisa pesan online kan?"


"Kenapa tidak Kita yang kesana aja Mas? Kayanya makan disana lebih enak. Aku pernah makan bersama Kevin. Makan disana itu ayamnya masih panas, sambalnya juga terasa dadakan"


"Tapi Sayang, akan sangat antri kalau Kita kesana"


"Mas..." tiba-tiba Vita menangis.


"Loh, Kamu menangis? Gara-gara ingin makan Ayam geprek Kamu menangis? Ayolah Sayang, hari ini sudah dua kali Aku melihatmu menangis. Itu sangat menyakitiku" Ziano mengambil jaketnya dan mengajak Vita. Vita sangat bahagia dan segera mengikuti Ziano ke tempat parkir.


"Apa Kamu selalu begini?" Ziano merangkul pundak Vita.


"Begini? Memangnya bagaimana Mas?"


"Tadi malam Kamu marah-marah kepadaku. Pagi-pagi Kamu menangis dan meminta maaf. Dan barusan Kamu menangis juga karena ingin ayan geprek. Lalu lihatlah saat ini, tiba-tiba Kamu terlihat sangat bahagia"


"Tidak, biasanya Aku mandiri. Terbiasa melakukan banyak hal sendirian. Tapi entahlah Mas, akhir-akhir ini mood ku mudah berubah. Mungkin efek PMS Aku yang kemarin"


"Dasar, untung Aku cinta sama Kamu"


"Aku juga cinta sama Kamu Mas"


Tiba-tiba Vita menghentikan langkahnya, "Kenapa?" Ziano melihat ke arah Vita.


"Ternyata di luar panas banget ya, boleh nggak Kamu aja yang beli dan Aku tunggu di rumah?" Vita memasang wajah memelas di depan Ziano. Ziano hanya membelalakkan matanya.