Istri Ceo

Istri Ceo
Kehidupan baru Amanda


Selama di dalam mobil Vita tidak banyak bicara, tubuhnya terasa sangat lelah. Mungkin karena mereka baru pulang dari perjalanan bisnis.


"Kamu baik-baik saja Sayang?"


"Iya Mas, hanya sedikit lelah. Mungkin karena kemarin Kita baru pulang dari luar Kota"


"Sini tidur, nanti Aku akan membangunkanmu ketika tiba di bandara" Vita mendaratkan kepalanya di pangkuan Ziano.


Perjalan sangat macet sehingga memakan waktu hampir dua jam.


"Ayo sayang sudah sampai"


"Iya Mas" Vita dan Ziano turun dari mobil menuju bandara.


"Pesawatnya delay Sayang, seharusnya Kita menggunakan jet pribadi milik Kita"


"Tidak Mas, Aku ingin seperti orang pada umumnya. Kita tidak terlalu membutuhkan pesawat tersebut"


"Iya sayang, Kamu mau makan apa?"


"Aku tidak ingin makan apa-apa Mas. Aku tidak ingin nanti mengeluarkan semua isi perutku di pesawat"


"Baiklah Sayang"


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah berada di dalam pesawat.


"Aku ingim tidur Mas, badanku rasanya sangat lelah"


"Baik, tidurlah Sayang"


Vita membenarkan posisinya kemudian tertidur. Ziano menatap Vita dengan penuh cinta. "Aku janji akan membahagiakanmu Sayang. Tidak akan ada air mata di pipimu lagi"


Vita membuka matanya saat pesawat sudah berada fi tanah London.


"Mas, Kita sudah sampai?"


"Iya sayang, Kita baru sampai"


"Lalu akan kemana Kita sekarang?"


"Bianca tidak bisa menjemput Kita karena ada pertemuan dengan klien penting. Mungkin malam hari mereka baru bisa menemui Kita. Jadi sekarang Kita akan langsung menuju hotel"


"Baiklah Mas"


Ziano dan Vita kini berada di dalam mobil jemputan yang disediakan oleh hotel.


"Mas, London sangat indah"


"Iya Sayang, Kita akan mengelilingi kota ini"


"Iya Sayang" Ziano mengecup kening Vita.


Sesampainya di hotel, Ziano dan Vita mendapatkan pelayanan khusus. Mereka menginap di kamar paling mewah di hotel ini.


"Bagaimana Sayang? Kamu suka?"


"Suka sekali Mas. Kita seperi berada di atas awan" Vita melihat ke arah jendela. Dia bisa melihat seluruh Kota London dari balik jendela. Ziani mendekati dan memeluk tubuh Vita.


***


Ini adalah hari pertama Cla masuk sekolah. Setelah mempunyai anak kembar, Amanda begitu sibuk sehingga memutuskan untuk menyekolahkan Cla.


"Maafkan Mommy ya Sayang karena menyekolahkan mu di usia yang sangat dini"


"Aku sudah besar Mommy, lihatlah tubuhku hampir sebesar Mommy" Cla berdiri di pangkuan Amanda. Amanda begitu senang melihat keaktifan anaknya.


"Sudah siap princess?" Kendra menghampiri Cla yang sedang bersama Amanda.


"Siap Daddy. Apa Daddy nanti akan menjemputku?"


"Tentu princess, Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian"


Cla menggelengkan kepalanya, "Daddy selalu berlebihan"


"Kau mirip sekali dengan Mommy mu, ketika Daddy mengkhawatirkan kalian, kalian bilang Daddy berlebihan" Kendra pura-pura ngambek.


"Maafkan Aku Daddy, percayalah Aku sangat mencintaimu" Kendra membelalakkan matanya.


"Belajar dari mana Kamu?"


"Bukankah Daddy selalu mengatakan itu ketika Mommy marah?"


Amanda tertawa saat mendengar penjelasan anaknya, namun wajah Kendra begitu merah menahan malu.


"Tapi Daddy benar mencintai Mommy mu"


"Aku juga benar mencintai Daddy"


"Terimakasih princess" Kendra mengangkat tubuh Cla sehingga dia tertawa dengan terbahak-bahak.


Setelah sarapan mereka berpamitan dan saatnya Amanda mengurus kedua anak kembar yang tumbuh semakin besar.


"Kalian sudah besar, Mommy sulit menggendong kalian secara bersamaan" Kaki Nathar dan Nathan saling tendang saat Amanda menggendongnya secara bersamaan. Amanda sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini. Ini adalah impiannya sejak dulu. Karena Amanda tidak pernah mendapat kasih sayang dari Ibu kandungnya sehingga dia berniat untuk menghabiskan waktunya untuk anak-anaknya.


***


Semoga kerinduan kalian kepada keuwuan keluarga Kendra dan Amanda terobati 🤗🤗