Istri Ceo

Istri Ceo
Menemukanmu


Kendra sama sekali tidak menemukan Amanda dimanapun, dia kembali menuju mall berharap bisa menemukan Amanda disana. Kendra melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


***


Sementara di dalam mobil Amanda sudah kehilangan tenaga, orang itu terus menciuminya dengan begitu rakus.


"Aku mohon, lepaskan aku" air mata Amanda membasahi pipi nya.


"Aku tidak akan menyakitimu, aku hanya merindukanmu"


Amanda terkejut saat mendengar suara yang familiar tersebut


"Kak Zino ?"


"Aku mohon, izinkan aku untuk melepas rindu padamu"


"Tapi kak, kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa, lagipula kamu sudah mempunyai Sasa. Aku mohon kak, lepaskan aku" Amanda semakin terisak. Dia tidak bisa melakukan apa-apa karena tangan yang masih terikat.


"Aku janji, tidak akan menyakitimu" Ziano mulai menciumi bagian leher Amanda, Amanda meronta mencoba untuk menghentikannya, namun usahanya sia-sia.


"Semakin kau banyak bergerak, aku semakin suka. Tubuhmu terlihat sangat indah"


Amanda hanya bisa menangis, Ziano melanjutkan aksinya. Dia menciumi leher kemudian mulai turun ke area dada Amanda. Karena menangis, pay*dara Amanda terlihat naik turun, itu membangkitkan gairah Ziano.


"Ayo sayang, aku merindukan bagian ini" Ziano membuka kancing kemeja Amanda sehingga pay*daranya menyembul keluar. Ziano menciumi benda kenyal tersebut dengan lengan yang satu merem*s pay*dara satunya lagi. Tanpa disadari Amanda menggeliat. "Masih sama, semuanya masih sama" Ziano tersenyum dan menghisap put*ng milik Amanda. "Aaahh kak, aku mohon... Lepaskan aku kak"


"Aku tidak akan menyakitimu sayang, jadi nikmati saja. Mulutmu berkata tidak, tapi berbeda dengan tubuhmu. Tubuhmu merindukan sentuhan ini" Ziano merem*s semakin kuat. "Ukurannya pun masih sama"


Amanda semakin keras menangis, meratapi nasibnya yang diperlakukan tidak baik oleh Ziano.


Saat ini tubuh Amanda sudah setengah telanj*ng, Ziano masih bermain-main dengan area favoritnya. Amanda terkadang melenguh namun terkadang juga menangis. Setelah cukup puas, Ziano meraba area sensitif Amanda. "Kak, aku mohon hentikan" Amanda terus menangis


"Milikmu basah sayang, jangan membohongi tubuhmu" Ziano memasukkan beberapa jarinya dan menekan hingga Amanda menjerit. "Aku akan membantumu melepaskannya" Tangan Ziano yang satu masih berada didalam kehangatan sedang tangan satunya masih terus merem*s area dada. "Kak...." Amanda menahannya untuk tidak mencapai puncak. Namun tidak bisa dibohongi, tubuh Amanda menggeliat, perut bagian bawahnya mengeras dan Amanda kembali menjerit karena tidak tahan untuk melepaskannya. Ziano tersenyum puas, "Bagus sayang" Ziano mengeluarkan jarinya yang sangat basah, dia melihat kemudian menjilatinya. Amanda benar-benar kehabisan tenaga, dia hanya menangis tanpa bersuara. Berharap ada yang membantunya. Karena terlalu banyak menangis dan kehabisan tenaga, Amanda kehilangan kesadarannya. Dia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi.


Ketika membuka mata, betapa terkejutnya dia. Dia sudah berada di kamarnya, di apartemennya.


"Apa yang terjadi ?" Kendra menghampirinya dan memeluknya


"Kak..." Amanda memeluk erat Kendra sambil menangis dengan sangat keras.


"Maafkan aku" Kendra menghapus air mata di pipi Amanda.


"Aku takut kak, aku takut" Amanda semakin terisak.


"Aku janji, itu tidak akan pernah terjadi lagi" Kendra turut meneteskan air matanya.


***


flashback


Kendra kembali ke area mall, dia mencari ke tiap penjuru. Hingga dia merasa curiga pada sebuah mobil yang berada di pinggir jalan dalam keadaan gelap. "Mobil Ziano ?"


Kendra menghampirinya, dan begitu terkejut saat melihat Amanda berada di dalamnya.