Istri Ceo

Istri Ceo
Tes DNA


Semua orang terkejut termasuk Amanda dan Kendra. Ziano melepaskan Kevin karena dia terus menangis dan bertiriak kalau Ziano bukanlah Daddy nya.


"Siapa Daddy yang dia maksud?" Ziano terlihat kesal


"Aku... Aku tidak tahu apa yang dia maksud"


"Siapa laki-laki yang sudah dia temuai akhir-akhir ini?"


"Dia tidak bertemu dengan siapapun, mungkin dia hanya berhalusinasi karena pingsan yang dia alami"


"Aku ragu..." Ziano pergi meninggalkan ruang rawat Kevin. Sasa menangis karena melihat kondisi Kevin yang meraung mencari Daddy nya dan Ziano yang terlihat sangat kesal.


Kendra mencoba menyusul Ziano berharap bisa menenangkannya.


"Zi... Ziano"


Ziano dan Kendra duduk di lobby rumah sakit.


"Gue ragu, Gue ragu kalau Kevin anak gue" Kendra hanya diam mendengar keluhan Ziano.


"Lo yakin Cla anak Lo?" Kendra terlihat kesal sambil mengepalkan tangan.


"Gue cuma pengen tahu seyakin apa Lo yakin? Gue sering mencoba untuk yakin tapi sangat sulit"


"Ikatan batin, gue sayang sama Cla melebihi diri Gue sendiri"


"Itu yang nggak ada antara Gue dan Kevin. Gue nggak pernah mempunyai ikatan batin dengannya. Gue ngerasa Kevin itu oranglain"


Mereka terdiam, Kendra tidak bisa memberikan tanggapan karena mengetahui semuanya.


"Apa yang akan Lo lakukan kalau ternyata Cla bukan anak Lo?"


"Gue bakalan tetap sayang sama dia. Tapi gue sangat yakin kalau dia anak Gue"


"Apa perlu gue tes Kevin?"


"Maksud lo?" Kendra terkejut


"Tes DNA"


Kendra tidak bisa memberikan tanggapan apapun, dia hanya mendoakan yang terbaik.


"Gue gabakalan bisa maafin dia"


"Dia?"


"Sasa, dia membohongi gue supaya gue berpisah dari Amanda"


Kendra memukul pipi Ziano. "Breng*ek lo, Lo udah nyakitin Amanda dan berfikir tidak melakukan kesalahan apapun? Sasa yang berbohong? Kalian yang berbohong, Kalian yang berselingkuh di belakang dia. Dan ingat, dia istri Gue. Ibu dari anak Gue" Kendra pergi meninggalkan Ziano. Kendra mendatangi ruangan Kevin dan mengajak Amanda dan Cla untuk pulang.


"Kenapa Bie?"


Sepanjang perjalanan Kendra tidak berbicara apapun, dia hanya fokus menyetir sambil menggenggam tangan Amanda.


"Kita harus jaga jarak dengannya"


"Dengannya?"


"Sasa dan Ziano. Mereka orang-orang licik. Tidak pantas kita berbaik hati dengannya"


Amanda masih bingung apa yang terjadi, tapi dia menggenggam tangan Kendra. "Baiklah Bie jika itu yang terbaik untuk keluarga kita"


Kendra tersenyum dan mengelus kepala Amanda dan Cla bergantian.


"Kalian milikku, tidak ada yang bisa mengambil kalian dari ku" Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


Di rumah sakit, Ziano mendatangi tim medis dan meminta mereka untuk melakukan tes DNA kepadanya dan Kevin.


Salah satu perawat mendatangi ruangan Kevin dan mengambil sample darah Kevin. Sasa bingung kenapa mereka mengambil sample darah Kevin? Bukankah Kevin hanya mengalami benturan dan tidak terjadi apa-apa padanya.


"Untuk apa kalian mengambil sample darah anak Saya?"


"Maaf Nyonya, saya mendapat perintah dari Pak Ziano untuk melakukan tes DNA kepadanya dan kepada Kevin"


"Apa? Aku tidak mengijinkannya, aku tidak mau Kevin melakukan tes tersebut"


"Aku sudah menandatangani surat izin kepada mereka, dan kenapa kamu tidak mengizinkannya?" Ziano memasuki ruangan Kevin


"Kenapa? Dia anakmu. Apa kamu percaya pada kata-kata dia saat berhalusinasi? Dia masih berada di bawah pengaruh obat Sayang. Jadi kita tidak perlu melakukan itu"