Istri Ceo

Istri Ceo
Bianca Hamil


Malam hari sesuai janji Bianca, mereka datang menemui Vita dan Ziano di hotel tempat mereka menginap.


"Kak Bicaaa...."


"Sayang, gimana kabar mu? Kabar Ibu?"


"Baik Kak, bagaimana kabar Kakak?"


"Aku sedang kurang baik" terlihat wajah Bianca yang agak pucat.


"Kenapa Kak? Kakak sakit? Kakak betah kan disini? Kak Felix baik padamu?" Vita menajamkan pandangannya pada Felix, namun Felix hanya tertawa.


"Tenanglah, Aku tidak menyakiti Kakak mu. Aku hanya akan memberikan kalian keponakan"


Vita membelalakkan matanya, "Jadi kalian?"


"Iya, Aku sedang hamil dan saat ini adalah masa trimesterku yang pertama. Aku sering mual dan juga susah makan"


Vita langsung memeluk Bianca. "Selamat ya Kak, semoga Kakak dan calon bayi nya sehat selalu" Vita mengelus perut Vita. Tanpa terasa air mata Vita mengalur di pipinya. "Aku senang banget mendengarnya Kak"


Bianca menghapus air mata di pipi Vita, "Semoga Kamu juga secepatnya hamil. Supaya anakku ada teman"


Vita dan Ziano saling pandang, "I...Iya Kak, semoga saja"


Karena Bianca sedang mengalami masa kehamilan, Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan berbagi cerita.


***


Pagi hari Ziano sudah siap dengan pakaiannya yang rapih. "Mau kemana Kita Mas?" Vita baru membuka matanya saat melihat Ziano sudah berpakaian rapih.


"Siap-siaplah Sayang, Kita akan pergi ke dokter. Aku mendapat rekomendasi dokter terbaik di kota ini"


"Dokter? Kamu sakit Mas?"


"Aku ingin memeriksa kesuburanku"


Vita sangat terkejut mendengar itu, "Ta...Tapi Mas, Aku... Aku minta maaf jika menyakitimu. Semalam Aku hanya bahagia saja saat mendengar Kak Bianca hamil"


"Dan Aku ingin Kamu bahagia atas kehamilan mu juga Sayang" Ziano mengecup kening Vita.


"Mas, terimakasih" Vita memeluk Ziano.


"Bersiap-siaplah Sayang, Aku sudah membuat janji dengannya 1 jam lagi"


"Satu jam?" Vita langsung terbangun. "Bagaimana mungkin Kamu membuat janji tanpa memberitahuku terlebih dahulu Mas" Vita langsung pergi ke kamar mandi.


Setengah jam kemudian Vita baru selesai. "Ayo cepat Mas, ini sudah terlambat"


"Tenang Sayang" Ziano menuntun lengan Vita.


"Pantas saja Kamu sangat santai Mas, tidak ada macet sama sekali"


"Iya, Lagian jaraknya tidak terlalu jauh"


Mereka sampai menemui seorang perawat dan memintanya untuk mengantar mereka ke ruangan dokter George.


"Apa Anda sudah membuat janji?" (mereka berbicara dengan menggunakan bahasa inggris)


"Ya, Saya sudah membuat janji atas nama Ziano"


Peraeat tersebut melihat data dan menemukan nama Ziano.


"Silahkan Anda temui beliau di lantai sembilan di ruangan paling depan"


"Baik terimakasih"


Ziano dan Vita memasuki lift. Rasanya begitu tegang saat mereka memasuki lantai sembilan. Vita menyembunyikan kecemasannya. Dia menggenggam tangan Ziano. "Aku mencintai mu Mas. Dengan atau tanpa adanya anak Kita"


Ziano menatap Vita dan memeluknya."Terimakasih Sayang"


Ziano dan Vita memasuki ruangan tunggu. Tidak lama kemudian seorang perawat mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Silahkan Tuan Ziano, apa yang menjadi keluhan Anda"


"Saya ingin memeriksa kesuburan Saya"


"Lalu istri Anda?"


"Tidak, hanya Saya" Ziano menceritakan semuanya kepada dokter george.


"Kalau begitu silahkan ganti pakaian Anda dengan pakaian steril ini. Kita akan melakukan beberapa pemeriksaan"


Ziano mengganti pakaiannya kemudian melakukan beberapa pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan Saya Dok?" Ziano sudah berpakaian rapih kembali.


"Anda..."


***


Maaf baru Up, kemarin ada acara nikahan sodara. Jadi baru bisa mampir k mangatoon.


Semoga kalian suka dengan ceritanya.


Karena banyak yang nggak suka sama cerita Vita dan Ziano, Aku berencana buat End novel ini lebih awal.


Terimakasih.