Istri Ceo

Istri Ceo
Bingkisan dari Bianca


Setelah selesai mandi, Vita dan


Ziano kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tiba-tiba Vita teringat


sesuatu, “Oh iya Mas, tadi pagi Aku mendapatkan bingkisan dari Kak Bica. Dia


minta Aku menggunakannya malam ini” Vita meraih bingkisan yang berada di atas


nakas.


“Apa itu sayang?” Ziano


memperhatikan bingkisan di tangan Vita dengan tangan yang melilit di tubuh


Vita.


“Aku tidak tau Mas, mendingan


kita buka sekarang ya. Kak Bica bilang buka bingkisan ini ketika kita sudah


berada di dalam kamar” Vita terus memperhatikan dan mulai membukanya.


Betapa terkejutnya Vita saat


melihat lingerie berwarna merah terang berada di dalam bingkisan itu. “A…Apa


maksud Kak Bica?” Pipinya bersemu merah.


“Waw, Aku suka hadiah dari


Bianca. Ayo pakai sayang”


“A…Aku belum pernah memakai


pakaian seperti ini Mas. Coba lihat pakaian ini, begitu transparan”


“Itu sebabnya Bianca menyuruhmu


menggunkannya malam ini sayang” Ziano mencoba membujuk istrinya untuk


menggunakan pakaian itu.


“Ta…Tapi Aku malu Mas”


“Tapi Aku sudah melihat semuanya


Sayang, hanya saja… Aku belum diijinkan menyentuhnya” Ziano memasang wajah


sedih. Vita begitu merasa bersalah saat melihat Ziano.


“Baiklah Mas, Aku akan pakai ini.


Tunggu sebentar ya”


Vita kembali menuju ruang ganti,


dan Ziano tentu saja merasa sangat menang. Ya selama di kamar mandi Vita


melarang Ziano untuk melihatnya, namun Ziano berhasil mencuri beberapa pandang


darinya.


“Mas, Aku malu…” terdengar suara


Vita dari arah ruang ganti.


“Kenapa sayang?” Ziano


menghampiri.


“Jangan… Jangan mendekat Mas”


“Tapi Aku kan…”


“Jangan Mas…”


Ziano menghentikan langkahnya,


kali ini perasaan kecewa menghampirinya. “Baiklah, lebih baik Kamu ganti


pakaianmu dan Kita tidur. Aku tidak akan memaksamu” Ziano kembali menuju tempat


tidur dan menjatuhkan tubuhnya.


suara Ziano lagi, Vita tau Ziano pasti kecewa. Bagaimanapun dia sekarang adalah


istri dari Ziano, dan Ziano berhak atas dirinya.


Vita menghampiri Ziano, Ziano menutup


matanya dengan posisi tubuh yang membelakangi Vita.


“Mas, maafkan Aku…”


“Tidurlah, Kamu pasti capek”


Ziano tidak membuka matanya sama sekali.


“Tapi Mas…”


Ziano merasakan sesuatu yang


hangat menempel di bagian belakang tubuhnya, dia mulai membuka matanya


memastikan kalau ini bukanlah mimpi. Dengan sekali gerakan Ziano memutar


tubuhnya. Ziano tercengang saat melihat Vita memakai sebuah lingeri yang


menampilkan beberapa bagian tubuh sensitifnya.


“Sa…Sayang… Kamu…”


“Kamu suamiku Mas, Kamu berhak


atas Aku” Vita memeluk tubuh Ziano.


“Tapi, Aku tidak akan memaksamu


sayang. Aku akan menunggu mu sampai Kamu benar-benar siap”


“Aku siap Mas, Aku ingin


melakukannya malam ini” Vita menatap Ziano kemudian mel*mat bibirnya. Ziano memeluk


tubuh ramping milik Vita dan membalasnya.


Perlahan Ziano menyusuri tubuh


Vita, mulai dari wajah hingga berhenti di bagian dadanya. Lingerie yang


digunakan Vita semakin memperindah bagian tubuhnya itu. Vita yang mulai


menikmati suasana hanya pasrah saja saat Ziano menanggalkan seluruh pakaiannya


juga pakaian miliknya.


Ziano mulai bermain di area


tersebut, tangannya memberikan pijatan-pijatan lebut hingga berakhir rem*san.


Vita merasa bagian bawah perutnya seperti mengeras, seperti ada dorongan dan


dia tidak pernah merasakan sebelumnya. “Mas, perutku…” Vita masih terus


menikmati setiap sentuhan itu.


“Keluarkan sayang…” Ziano membantunya


dengan terus mer*mas bagian sensitif Vita. Vita pun mengerang saat merasakan


sesuatu keluar dari miliknya.


“Mas… Lega sekali” Vita merasa


seluruh tubuhnya tiba-tiba melayang.


“Bisa Kita lanjutkan?” Vita


menganggukkan kepalanya.


Note:


Kalian bisa lanjutkan sendiri ya


Kakak-kakak Zheyeeeng hehe