
Setelah selesai mandi, Vita dan
Ziano kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tiba-tiba Vita teringat
sesuatu, “Oh iya Mas, tadi pagi Aku mendapatkan bingkisan dari Kak Bica. Dia
minta Aku menggunakannya malam ini” Vita meraih bingkisan yang berada di atas
nakas.
“Apa itu sayang?” Ziano
memperhatikan bingkisan di tangan Vita dengan tangan yang melilit di tubuh
Vita.
“Aku tidak tau Mas, mendingan
kita buka sekarang ya. Kak Bica bilang buka bingkisan ini ketika kita sudah
berada di dalam kamar” Vita terus memperhatikan dan mulai membukanya.
Betapa terkejutnya Vita saat
melihat lingerie berwarna merah terang berada di dalam bingkisan itu. “A…Apa
maksud Kak Bica?” Pipinya bersemu merah.
“Waw, Aku suka hadiah dari
Bianca. Ayo pakai sayang”
“A…Aku belum pernah memakai
pakaian seperti ini Mas. Coba lihat pakaian ini, begitu transparan”
“Itu sebabnya Bianca menyuruhmu
menggunkannya malam ini sayang” Ziano mencoba membujuk istrinya untuk
menggunakan pakaian itu.
“Ta…Tapi Aku malu Mas”
“Tapi Aku sudah melihat semuanya
Sayang, hanya saja… Aku belum diijinkan menyentuhnya” Ziano memasang wajah
sedih. Vita begitu merasa bersalah saat melihat Ziano.
“Baiklah Mas, Aku akan pakai ini.
Tunggu sebentar ya”
Vita kembali menuju ruang ganti,
dan Ziano tentu saja merasa sangat menang. Ya selama di kamar mandi Vita
melarang Ziano untuk melihatnya, namun Ziano berhasil mencuri beberapa pandang
darinya.
“Mas, Aku malu…” terdengar suara
Vita dari arah ruang ganti.
“Kenapa sayang?” Ziano
menghampiri.
“Jangan… Jangan mendekat Mas”
“Tapi Aku kan…”
“Jangan Mas…”
Ziano menghentikan langkahnya,
kali ini perasaan kecewa menghampirinya. “Baiklah, lebih baik Kamu ganti
pakaianmu dan Kita tidur. Aku tidak akan memaksamu” Ziano kembali menuju tempat
tidur dan menjatuhkan tubuhnya.
suara Ziano lagi, Vita tau Ziano pasti kecewa. Bagaimanapun dia sekarang adalah
istri dari Ziano, dan Ziano berhak atas dirinya.
Vita menghampiri Ziano, Ziano menutup
matanya dengan posisi tubuh yang membelakangi Vita.
“Mas, maafkan Aku…”
“Tidurlah, Kamu pasti capek”
Ziano tidak membuka matanya sama sekali.
“Tapi Mas…”
Ziano merasakan sesuatu yang
hangat menempel di bagian belakang tubuhnya, dia mulai membuka matanya
memastikan kalau ini bukanlah mimpi. Dengan sekali gerakan Ziano memutar
tubuhnya. Ziano tercengang saat melihat Vita memakai sebuah lingeri yang
menampilkan beberapa bagian tubuh sensitifnya.
“Sa…Sayang… Kamu…”
“Kamu suamiku Mas, Kamu berhak
atas Aku” Vita memeluk tubuh Ziano.
“Tapi, Aku tidak akan memaksamu
sayang. Aku akan menunggu mu sampai Kamu benar-benar siap”
“Aku siap Mas, Aku ingin
melakukannya malam ini” Vita menatap Ziano kemudian mel*mat bibirnya. Ziano memeluk
tubuh ramping milik Vita dan membalasnya.
Perlahan Ziano menyusuri tubuh
Vita, mulai dari wajah hingga berhenti di bagian dadanya. Lingerie yang
digunakan Vita semakin memperindah bagian tubuhnya itu. Vita yang mulai
menikmati suasana hanya pasrah saja saat Ziano menanggalkan seluruh pakaiannya
juga pakaian miliknya.
Ziano mulai bermain di area
tersebut, tangannya memberikan pijatan-pijatan lebut hingga berakhir rem*san.
Vita merasa bagian bawah perutnya seperti mengeras, seperti ada dorongan dan
dia tidak pernah merasakan sebelumnya. “Mas, perutku…” Vita masih terus
menikmati setiap sentuhan itu.
“Keluarkan sayang…” Ziano membantunya
dengan terus mer*mas bagian sensitif Vita. Vita pun mengerang saat merasakan
sesuatu keluar dari miliknya.
“Mas… Lega sekali” Vita merasa
seluruh tubuhnya tiba-tiba melayang.
“Bisa Kita lanjutkan?” Vita
menganggukkan kepalanya.
Note:
Kalian bisa lanjutkan sendiri ya
Kakak-kakak Zheyeeeng hehe