Istri Ceo

Istri Ceo
Ditinggalkan Bianca


"De, Aku titip Ibu ya. Aku harus ikut suamiku kembali ke London. Bisnisnya besar disana, jadi Aku akan menetap disana"


"Tenang saja Kak, Ibu akan baik-baik saja sama Aku disini"


"Aku bakalan kangen banget sama kalian"Bianca memeluk Vita dan Ibu bergantian.


"Jaga diri baik-baik ya nduk. Doa Ibu selalu menyertaimu nduk. Jadi istri yang baik"


"Maaf ya Bu, Aku belum bisa bahagiakan Ibu tapi malah ninggalin Ibu"


"Ibu bahagia melihatmu bahagia Nduk"


"Jaga diri baik-baik ya Kak"


Bianca dan Felix pun berpamitan.


Sesampainya di rumah.


"Ibu ikut Vita di rumah Mas Ziano ya?"


"Tidak nduk, Ibu disini saja. Sayang rumah ini kalau kosong"


"Ikut dengan Kami Bu, Kami tidak mungkin tega meninggalkan Ibu disini. Rumah ini lebih baik disewakan saja" Ziano ikut membujuk Ibu.


"Baiklah jika itu mau Kalian, Ibu akan ikut kalian. Tapi apa Ibu tidak akan mengganggu kalian?"


"Mengganggu apa Ibu? Ibu adalah Ibuku, mana mungkin Aku terganggu dengan adanya Ibu" Vita menggenggam tangan Ibu.


"Benar Bu, Aku sangat merindukan sosok Ibu di dalam rumah. Jadi ikutlah dengan Kami"


"Baiklah nduk, tunggu sebentar Ibu akan membawa baju-baju Ibu dulu"


***


Vita dan Ziano kembali bekerja, Kevin lebih sibuk dengan sekolahnya apalagi sekarang ada Ibu di rumah. Dia sangat senang karena tidak merasa sendiri. Ibu pun sangat senang saat Kevin menemaninya.


"Sayang, Kita dapat proyek besar. Beberapa hari ke depan Kita akan sangat sibuk dengan proyek ini" Ziano membolak-balik berkas yang dipegangnya.


"Asal Kamu sehat saja Mas. Jangan lupa makan" Vita menghampiri Ziano dan memijat pundaknya.


"Kamu akan selalu ada disampingku untuk mengingatkanku" Ziano mengecup jemari Vita.


"Aku merasa posisiku masih tetap sebagai babby sitter loh Mas"


"Hah? Kenapa sayang? Apa Aku menyinggungmu? Maafkan Aku" Ziano menarik Vita ke dalam pangkuannya.


"Tidak Mas, sekarang Aku menjaga bayi besar ini" Vita mencubit hidung Ziano.


"Iya Aku bayi mu sekarang. Kamu harus memenuhi segala kebutuhanku" Ziano mengecupi pipi Vita.


"Baiklah sayang, Kamu boleh beristirahat. Satu jam lagi Kita ada pertemuan dengan klien"


"Baik Mas. Jadi turunkan Aku" Vita mengayunkan kedua kakinya.


"Cup..." Ziano mengecup pipi Vita sebelum melepaskannya.


***


"Permisi Tuan..."


Tiara, sekretaris baru Ziano, Ibu satu anak.


"Masuklah, ada apa?"


"Untuk pertemuan dengan klien Kita, beliau membatalkannya karena saat ini beliau masih berada di luar kota"


"Jadwalkan untuk Kita ke Kota B, Kita akan menemuinya disana"


"Baik Tuan akan Saya sampaikan"


"Kita akan ke Kota B Mas?"


"Iya, ini proyek besar. Kita harus sedikit berkorban sayang"


"Oh, baiklah Mas"


"Kamu akan ikut?"


"Tentu saja. Mana mungkin Aku membiarkanmu dan Tiara berdua dalam perjalanan"


"Ya ampun Sayang, dia sudah menikah dan sudah mempunyai anak"


"Tapi Mas, Aku selalu saja cemburu saat Kamu bersama wanita lain"


Ziano tersenyum dan menghampiri Vita. "Terimakasih sayang. Aku senang kalau Kamu cemburu seperti ini"


"Aku cemburu malah senang Mas..."


"Itu artinya Kamu mencintaiku dan tidak ingin kehilangan ku. Selama cemburu itu masuk akal, Aku rasa itu akan membuatku bahagia"


Vita pun tersenyum dan memeluk Ziano "Terimakasih Mas sudah mengerti perasaanku"


***


Jangan lupa like, komen dan vote yaa Kakak Zheyeeng 😘😘