Istri Ceo

Istri Ceo
Gaun Pengantin


Vita menghampiri Bianc dan memeluk Kakaknya itu. Bianca sangat terharu, bagaimana mungkin Felix mempersiapkan semua ini?


"Selamat ya nduk, semoga pilihan kalian adalah yang terbaik. Ibu sangat senang" Ibu memeluk Vita dan Bianca.


***


Beberapa bulan kemudian Vita dan Bianca sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka. Saat ini Bianca sudah tidak menjadi sekretaris Ziano karena permintaan Felix untuk menjadikan Bianca sekretaris pribadinya.


Sedangkan yang menjadi sekretaris Ziano tak lain adalah Vita.


"Nggak mungkin model gaun kita sama kan dek?" Bianca melihat design baju yang diberikan Vita.


"Maksud Kak Bica?"


"Ini liat..." Bianca memberikan desain gaun pengantin yang dibuatnya. Vita terbelalak melihatnya.


"Aaaahhh Kakak... Gimana ini? Kenapa bisa sama seperti ini?"


"Pokoknya Aku tidak mau tau, ganti desain mu Dek"


"Nggak, desainmu aja yang ganti Kak"


Ibu yang tidak sengaja mendengar menghampiri mereka. "Kenapa rame begini nduk? Ada apa?"


"Ini Bu, Kak Bica niru desain pengantin Vita." Vita memperlihatkan desain miliknya dan milik Bianca.


"Loh loh, Aku duluan yang membuat desain itu"


"Pokoknya Aku mau Kakak yang mengganti desainnya" Vita memeluk Ibu, berharap Ibu membelanya.


"Kenapa kalian selalu seperti ini? Sejak kecil baju kalian ingin selalu sama, masa baju pengantin pun sama?" Ibu memeluk Vita dan Bianca.


"Kalau menurut Ibu, tidak masalah kalau baju kalian sama seperti ini. Toh hari pernikahan kalian kan sama. Anggap saja Ibu menikahkan putri kembar Ibu" Ibu menenangkan Vita dan Bianca.


"Jadi gimana Kak?" Vita melihat Bianca.


"Aku... Aku nggak keberatan Dek. Kamu gimana?"


"Aku juga nggak keberatan sih..."


"Tapi kalo Kamu keberatan juga nggak apa-apa, Kakak akan ganti desainnya"


"Nggak... Nggak Kak, ngak apa-apa deh baju kita samaan. Beneran nggak apa-apa Kak"


***


"Mas, Aku tadi melihat desain gaun pengantin milik Kak Bica. Ternyata...." Vita menceritakan semuanya.


Ziani hanya tersenyum mendengar cerita Vita. "Jadi nggak apa-apa kan Mas kalau baju pengantin Kami sama?"


"Kamu lucu banget sih sayang. Bener kata Ibu, Kalian kaya anak kembarnya Ibu. Tentu saja nggak apa-apa kalau kalian memutuskan baju yang sama. Yang penting Aku bisa menikahimu sayang" Ziano mencium tangan Vita. Pipi Vita seketika terasa memanas.


"Gemes banget sih liat pipi Kamu kaya gitu."


"Kaya gimana Mas?" Vita memegang pipinya.


"Merah kaya tomat" Ziano mencubit gemas pipi Vita dan tawa mereka seketika pecah.


***


Hari pernikahan semakin dekat, persiapan sudah semakin matang.


Ibu memingit anak gadis mereka, sedangkan Ziano dan Felix terlihat kelabakan. Mereka merindukan caĺon istri mereka.


"Bagaimana ini bro, gue bahkan nggak bisa menghubunginya"


"Bisa mati gue tidak bisa bertemu dengan Vita." Ziano terlihat sangat prustasi.


Ziano dan Felix terlihat sedang duduk di sebuah kafe.


"Sepertinya Kita harus membujuk Ibu"


"Bagaimana?"


Felix membisikkan rencananya kepada Ziano. Ziano terlihat tersenyum puas.


***


Sesuai rencana, Felix meminta salah satu tim WO untuk menghubungi Bianca. Mereka meminta Ibu untuk mengecek kesiapan mereka.


Bianca memberitahukan Ibu, namun...


"Kalian ikut saja dengan Ibu, Ibu khawatir. Dan Ibu merasa kalau ini akal-akalan calon suami kalian"


Vita dan Bianca terbelalak, benar juga yang dikatakan Ibu. Mereka tersenyum dan mengikuti rencana Ibu.