
Tanpa Vita dan Amanda ketahui, Ziano memperhatikan mereka dari kejauhan saat Kendra mendapatkan telpon dari klien.
Ada perasaan bersalah kepada Vita maupun Amanda. Bagaimanapun Ziano sudah menyakiti perasaan Vita.
Walaupun Vita hanya berstatus sebagai pengasuh Kevin, namun itu karena dia menyayangi Kevin.
Vita lulusan terbaik di universitasnya, dia mendapatkan beberapa panggilan beasiswa dari universitas ternama, namun dia menolaknya karena dia sudah terlanjur menyayangi Kevin.
Ziano sangat menghargai pengorbanan Vita untuk Kevin, namun dia juga tidak bisa membiarkan Vita terjebak dengan dirinya.
Vita mempunyai masa depan yang sangat cerah, apalagi dia berkeinginan mempunyai anak kembar. Ziano tidak bisa mengabulkan keinginannya.
"Begitupun Kamu Vita, Kamu berhak mendapatkan kebahagiaanmu sendiri" Ziano menatap Vita dari kejauhan.
Setelah makan malam, Ziano, Vita dan Kevin berpamitan. "Sudah malam, Kami permisi dulu. Maaf Kami merepotkan Kalian" Ziano berpamitan kepada Kendra, Amanda, Cla dan juga Tuan dan Nyonya Leonard.
"Mainlah kemari jika Kamu ada waktu" Amanda memeluk tubuh Vita.
"Tentu Kak, Aku pasti akan merindukan Princess Cla dan juga babby Nathan dan Nathar"
"Aku akan ikut Kak Vita" Kevin ikut menanggapi dan memeluk tubuh Vita.
Amanda tertawa melihat kedekatan Kevin dengan Vuta, tidak akan ada yang menyangka bahwa Vita adalah pengasuhnya.
Di dalam mobil Kevin tertidur di pangkuan Vita. Terlihat suasana yang cukup canggung saat itu. Ziano tidak berani menatap Vita, perasaan bersalahnya begitu menghantui.
"Mulai besok, Kamu tidak perlu datang ke rumahku lagi"
"Baik Tuan, kalau begitu Saya akan langsung datang ke kantor Anda"
"Tidak, Kau tidak perlu lagi datang kesana"
Vita terkejut mendengar ucapan Ziano "Ma...Maksud Anda? Saya dipecat?"
"Aku ingin Kamu menggapai impianmu, Kamu berhak bahagia. Masa depanmu masih panjang, tidak seharusnya Kamu terjebat bersamaku dan Kevin"
Air mata mengalir begitu saja di pipi Vita "Saya mendapatkan kebahagiaan itu bersama Tuan Kevin, Saya sudah mencapai impian Saya"
Vita hanya terdiam dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Vita mengantarkan Kevin ke kamarnya, dia menatap Kevin dengan lama. Dia benar-benar tidak menyangka kalau dia akan berpisah dengan Kevin seperti ini.
"Aku menyayangimu seperti adikku sendiri, Aku benar-benar beruntung bisa mengenalmu Tuan Kecil. Aku mohon jangan lupakan Aku"
Vita mengusap kepala Kevin dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.
Ziano melihat itu dari kejauhan, dia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Vita menangis seperti itu. Tapi dia tidak bisa membiarkannya terus menerus.
"Aku akan mengantarkanmu pulang"
"Baik Tuan"
"Panggil Aku Ziano, Aku bukan Tuanmu lagi"
"Ma...maaf"
Ziano dan Vita duduk berdampingan di dalam mobil. Sepanjang perjalanan dia melihat Vita menangis. Ziano memutuskan untuk membawa Vita ke taman. Dia yidak mungkin mengembalikan Vita dalam keadaan menangis.
Vita menatap Ziano saat mobilnya berhenti di pinggir taman. "Aku tidak bisa mengantarkan mu dalam keadaan menangis"
Vita hanya tertunduk, "Apa Kau ingin ke luar bersamaku?"
Vita menganggukkan kepalanya, Ziano keluar dan membukakan pintu untuk Vita.
***
Kakak Zheyeeeng maafkan slow banget up nya, lagi ada tugas lain yg harus Aku selesaikan.
Kalian boleh Komen aspirasi kalian supaya Aku tidak buntu juga hihi
Terimakasih ya Kakak Zheyeeng sudah setia membaca.
ketchuuup dan peyuuuk atu-atu...