
Sasa datang mendatangi Frans, dia berharap bisa mendapatkan solusi darinya.
"Semoga ini pilihan tepat"
Sasa memasuki apartemen milik Frans. "Frans... Frans kamu dimana?" Sasa mencarinya ke kamar, ke dapur bahkan ke kamar mandi.
"Dimana dia?" Sasa berteriak sambil terus mencari.
"Dia yang kamu cari?" Dari arah pintu terdengar suara yang tak asing bagi Sasa. Sasa langsung membalikkan badannya, dan benar saja Ziano disana bersama Frans.
"Zi...Ziano. A..Aku hanya..."
"Dia sudah mengetahui semuanya honey, jadi tidak perlu ditutup-tutupi lagi" Frans berjalan dengan santai ke arah Sasa dan merangkul pinggangnya.
"Lepaskan... Zi, Ziano aku bisa jelaskan. Aku dijebak olehnya"
"Kamu terlalu menganggap remeh padaku. Aku tahu sejak hari pernikahan Amanda dan Kendra. Kamu semalaman tidak pulang karena bersama laki-laki ini. Kamu bahkan secara rutin menemuinya. Aku tahu semuanya Sasa" Ziano melempar beberapa lembar foto yang dia dapatkan dari orang suruhannya.
"A..Aku bisa jelaskan sayang, tolong jangan salah paham"
"Salah paham? Dasar wanita jal*ng. Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk menjelaskan sebelum tes DNA itu dilakukan. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu datang kemari?"
"Tidak sayang, Aku..."
"Sudahlah honey, lebih baik tinggalkan laki-laki ini. Bukankah kamu bilang dia tidak bisa memuaskan mu sehingga kamu sering menemuiku untuk menuntaskannya? Bahkan Kamu sering datang kemari tanpa Aku minta"
Bugh... Ziano memukul wajah Frans hingga tersungkur. Frans hanya tertawa "Hahaha pantas saja dia tidak bisa memuaskanmu, hanya begitu pukulan mu?"
"Sudah, hentikan!!!!! Sayang ayo kita pulang, kita bicarakan baik-baik. Aku melakukan ini karena mencintaimu, Aku mohon sayang" Sasa mencoba meraih tangan Ziano namun Ziano menepisnya.
"Jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi" Ziano meninggalkan apartemen milik Frans.
Sasa menatap Frans dengan kesal "Apa yang Kamu lakukan? Bukankah kita sudah sepakat untuk menyembunyikan semua ini? Kamu fikir aku mau hidup denganmu yang tidak mempunyai apa-apa?"
"Tenanglah honey, aku sekarang banyak uang. Kamu tidak butuh laki-laki itu lagi" Frans mengambil koper dari kamarnya yang penuh berisi uang dolar.
"Uang? Darimana kamu mempunyai uang ini?"
"Aku berusaha dengan sangat keras untuk bisa menikahimu. Aku ingin kita hidup bahagia bersama anak Kita. Jadi tinggalkan pria itu" Frans ******* bibir Sasa, Sasa dengan sangat bergairah membalas ciuman Frans. Tidak cukup dengan ciuman saja, Frans menanggalkan seluruh pakaian Sasa. Sasa menyandarkan tubuhnya pada dinding dengan nafas yang tersenggal. "Sexy, aku selalu suka tubuhmu" Frans menghimpit tubuh Sasa dan merem*s bagian pay*dara Sasa. Sasa melekukkan tubuhnya sambil mengeluarkan des*han.
"Keluarkan suara sexy mu honey" Sasa semakin bersuara saat Frans mengh*sap put*ng Sasa dengan tangan bagian kanannya mulai menjamah bagian intim Sasa. Frans memasukkan ketiga jarinya hingga Sasa menjerit karena bergairah.
Tanpa mereka ketahui Ziano sudah kembali memasuki apartemen milik Frans karena hendak memberikan surat cerai. Ziano memasuki kamar Frans dan melihat semuanya.
"Dasar wanita jal*ng" Ziano melempar berkas tepat pada tubuh mereka.
Sasa sangat terkejut, bagaimana dia bisa menjelaskan pada Ziano.
"Sa...Sayang... Aaaahhmm" Sasa yang hendak mengejar Ziano tidak berdaya saat Frans membuatnya mencapai puncak kenikmatan.
#bau-bau end sudah tercium nih Kakak Zheyeng... Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🤗🤗