
Bianca sekretaris Ziano sudah geleng-geleng kepala. Bagaimana mungkin dia bisa menemukan orang seperti itu.
"Assalamu'alaikum Bu, bagaimana kabarnya?"
"Wa'alaikumsallam, sehat nduk. Kamu sendiri apa kabar? Ibu merindukanmu"
"Aku sehat Bu. Bagaimana kabar Vita? Apa anak itu masih manja?"
Bianca, sekretaris Ziano yang menggantikan Sasa berasal dari kampung yang merantau ke Kota untuk mencari rezeki. Dia menghidupi Ibu dan Adiknya. Ibu Bianca sudah cukup renta sehingga tidak ingin tinggal di kota sehingga Vita sang adik terpaksa melanjutkan kuliahnya di kota kecil tempat tinggalnya.
"Dia masih saja seperti itu nduk, maklum dia tidak pernah pergi jauh dari ibu"
"Emm begini bu, Aku mendapatkan perintah dari Bos ku. Dia memintaku untuk mencarikan orang yang bisa menjaga anaknya. Dia tidak mau mengambil dari panti ataupun yayasan. Dia ingin aku yang bertanggung jawab atas orang itu"
"Ibu bisa menjaganya nduk, ibu juga tidak ada kerjaan ini. Apalagi adikmu sekarang sedang sibuk memasukkan lamaran kesana kemari"
"Ah jangan ibu lah, lebih baik Ibu beristirahat saja. Bagaimana kalau Vita? Dia bisa tidak ya? Aku sama sekali tidak ada kenalan yang bisa dipercaya melebihi kepercayaanku kepada Vita"
"Aku bisa Kak" Tiba-tiba Vita menyambar hanphone milik ibunya.
"Yakin kamu bisa jaga anak dua tahun?"
"Gampang lah Kak, serahin aja sama Aku"
"Emm Aku ragu sih"
"Percaya deh Kak Aku gabakal malu-maluin Kakak"
"Oke baiklah Aku akan bilang pada Bos ku besok"
Vita yang berkuliah jurusan psikolog, paling tidak dia memiliki bekal mengenai psikologi anak.
Esok hari seperti biasa Bianca datang pagi hari. Dia datang sebelum Bos nya datang. Bahkan tak jarang dia membantu Ziano dalam mempersiapkan perlengkapan Kevin di kantor.
Ziano datang menggendong Kevin "Selamat Pagi Tuan. Biarkan saya membantu" Bianca mengambil Kevin dan meletakkannya di area bermainnya. Ya di ruangan Ziano kini ada tempat khusus bermain Kevin. Segala perlengkapan Kevin ada di ruangannya.
"Sudah Tuan, Saya meminta adik saya untuk menjaga Tuan Kevin"
"Adik? Berapa usianya? Atas dasar apa Kamu percaya bahwa dia bisa menjaga anakku?"
"Dia berumur 22 tahun Tuan, dia baru lulus kuliah jurusan psikolog. Jadi Saya rasa dia akan bisa menjaga putra Anda" Bianca menunggu persetujuan Ziano.
"Baiklah suruh dia menemuiku. Aku akan memutuskan setelah bertemu dengannya"
"Baik Tuan, terimakasih sebelumnya" Bianca menundukkan kepalanya.
"Kapan dia bisa kemari?"
"Besok pagi Tuan, Adik Saya saat ini tinggal di desa. Jadi membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk sampai kemari"
"Baik. Apa agendaku hari ini?"
Bianca membacakan agenda Ziano hari ini.
"Siapkan semuanya"
"Baik Tuan, permisi"
Bianca meninggalkan ruangan Ziano, dia menyempatkan diri untuk menghubungi Vita adiknya.
"Cepat berangkat sekarang juga"
"Tapi Ibu tidak ingin ikut denganku. Aku tidak mau meninggalkan Ibu" Vita terisak saat menceritakan Ibunya yang ingin tinggal sendiri.
"Dasar anak kecil. Aku akan menelpon Ibu, lebih baik Kamu segera bersiap-siap dulu"
Bianca pun menutup telpon dan menelpon Ibunya. Bianca membujuk Ibunya untuk ikut ke Kota. Dengan berbagai cara akhirnya Ibu menyetujui permintaan Bianca. "Terimkasih Bu, Aku akan pesankan travel untuk kalian kemari. Nanti kabari Aku jika travelnya sudah datann menjemput kalian" Bianca merasa lega karena akhirnya Ibu mau diajak ke Kota untuk tinggal bersamanya.