Istri Ceo

Istri Ceo
Pesta Perusahaan


Acara pesta perusahaan pun tiba, Amanda datang dengan memakai gaun berwarna peach dengan panjang gaun selutut dan rambut yang digelung. Amanda terlihat sangat anggun.


Kendra tak henti menatapnya dari kejauhan, ingin rasanya dia menghampiri dan merangkul tubuhnya, namun dia ingat kembali kata-kata Amanda "Kita berangkat sendiri-sendiri saja Kak, nanti ketika sudah waktunya aku akan menghampirimu. Sepanjang pesta aku tidak akan nyaman jika orang-orang melihatku bersama mu"


Akhirnya Kendra mengalah "Nikmati pestamu sayang" Kendra mengelus kepala Amanda.


Namun tidak disangka jika Amanda akan tampil sangat cantik hari ini. Kendra sudah tidak sabar untuk segera mengumumkannya, jika tidak banyak kolega yang menghampirinya mungkin dia sudah mengumumkan sekarang juga.


"Amanda ?" Romi menghampiri Amanda


"Iya pak"


"Ayolah ini sedang pesta, panggil aku Romi, atau sayang juga boleh" Romi tertawa namun berbeda dengan Amanda


"Pak, ini pesta perusahaan dan sudah sewajarnya Amanda memanggil Anda seperti itu" Selly menimpali


"Aku hanya bercanda, tapi panggil aku Romi"


"Maaf tidak bisa pak" Amanda menundukkan kepalanya


"Oke oke terserah saja. Tapi dimana pasangan kalian ? Kenapa hanya bertiga ?" Romi mencari sekitar, tidak ada laki-laki lain di sekitar mereka.


Kendra yang melihat semuanya hanya merasa geram, bagaimana mungkin Romi tidak peka kepadanya, seharusnya dia tahu sejak awal jika dia menyukai Amanda. Kendra mendekati Romi, namun tanpa diduga "Bro lo liat si Amanda, janda tapi bening beneerrr.. Nggak bakal nolak gue kalo dia minta dinikahin sama gue" Romi tertawa sambil terus melihat Amanda. Berbeda dengan Kendra dia terlihat sangat kesal "Berani lo liat dia lagi, gue keluarin mata lo"


Romi melihat ke arah Kendra, tampak wajah serius padanya "Wow keep calm bro, lo cinta sama dia ? Gue mana berani nikung lo. Lo bos gue sekaligus sahabat gue, mana mungkin gue kaya gitu hahaha" Romi mencoba mencairkan suasana. "Bro sorry bro, gue beneran nggak tahu. Lagian kalo cinta kenapa lo simpen di tempat gue bro"


Kendra menarik nafas "Dia beda sama yg lain, bukan uang yang dia cari. Dia itu natural, itu yg gue suka dari dia" Kendra tersenyum membayangkan kepolosan Amanda. Romi ikut menarik nafas panjang, batinnya berkata "Selamat gue, hampir aja"


Acara terus berlangsung, Kendra masih tetap memantau kegiatan Amanda, kadang dia bercerita, kadang tertawa dan itu membuat perasaan Kendra menjadi tenang.


Acara berjalan sangat meriah, hampir tengah malam maka tiba lah acara puncak. Kendra memberikan beberapa hadiah dan penghargaan kepada karyawan-karyawan yang kompeten. Acara ditutup dengan ucapan terimakasih dari Kendra kepada seluruh karyawan yang telah memajukan perusahaan Grup L.


"Ada satu hal yang akan saya sampaikan. Saya akan menyampaikan kabar gembira di saat yang berharga ini. Saya akan mengenalkan calon pendamping saya, calon ibu dari anak-anak saya dan kalian sudah sangat mengenal orang itu"


Seluruh karyawan berbisik dan mencari orang yang dimaksud. Meri dan Selly menyenggol lengan Amanda, Amanda tampak sangat memerah.


"Amanda Serena Putri. Dia akan menjadi pendampingku, ibu dari anak-anakku" semua mata tertuju pada Amanda. Kendra menghampiri Amanda dan menuntunnya ke atas podium. Semua karyawan berbisik, ada yang bahagia ada juga yang berkomentar negatif.


"Ibu Ayah, aku minta restu kepadamu untuk mempersunting wanitaku" Kendra dan Amanda menunduk.