Istri Ceo

Istri Ceo
Pesan dari Sasa


Beberapa kali Sasa mencoba mendatangi apartemen Kendra, namun nihil karena Kendra mengirim Amanda ke rumah orangtuanya. Bahkan nomor Amanda tidak aktif.


Akhirnya Sasa memutuskan untuk menemui Kendra di perusahaannya.


Tiara mengetuk pintu dan memasuki ruangan Kendra "Maaf Pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda"


"Siapa?"


"Dia bernama Sasa"


"Sasa? Suruh dia masuk"


Sasa pun memasuki ruangan Kendra. Dia duduk di sofa yang tersedia di ruangan Kendra. Kendra enggan mendekati "Ada apa?"


"Aku...Aku mau meminta tolong darimu. Ayolah Kendra tolong aku, aku mohon" Sasa mendekati meja kerja Kendra. Kendra menoleh ke arah Sasa yang saat ini menggunakan baju yang sangat terbuka.


"Bukankah Ziano memiliki segalanya? Apa yang kamu inginkan dari ku?"


Sasa mendekati Kendra kemudian memeluknya dari belakang. Kendra sangat terkejut "Apa yang kamu lakukan?" Kendra langsung menjauhi Sasa. Tanpa diduga, Sasa merobek pakaiannya yang ketat tepat di bagian dada.


"Keluar sekarang juga atau akan ku panggil security"


Sasa mendekati sofa dan mengambil ponselnya kemudian memperlihatkan beberapa gambar. Disana ada gambar yang menampilkan Sasa sedang memeluk tubuh Kendra dari belakang.


"Bagaimana kalau Amanda melihat ini?"


"Perempuan jal*ng, aku benar-benar salah menilaimu"


"Pilihannya ada dua, Kamu membantuku tanpa menikmati tubuhku atau Kamu membantuku dan menikmati tubuhku" Sasa mendekati Kendra, tubuhnya yang hampir terbuka ditempelkan pada tubuh Kendra.


Tampak dada bidang Kendra yang naik turun karena nafasnya yang terlihat berat. "Sepertinya tubuhmu berkata iya" Sasa membuka kancing pada kemeja Kendra kemudian mengges*kkan tubuhnya kepada tubuh Kendra.


Kendra mendatangi Amanda di rumah utama. Dia datang tergesa-gesa. Amanda melihat kedatangan Kendra "Kenapa Bie?"


Kendra menariknya ke dalam kamar dan meninggalkan Babby Cla bersama Ibunya.


Kendra langsung mencium Amanda dengan penuh gairah. "Aku merindukanmu, biarkan aku melakukannya" Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


Kendra ******* bibir Amanda kemudian berpindah pada leher Amanda. Amanda hanya pasrah menerima apa yang dilakukan Kendra. Tidak puas sampai sana, Kendra membuka seluruh pakaian Amanda dan pakaiannya. Kendra bermain-main di area pay*dara Amanda. Mencium, mel*mat hingga mengh*sapnya. "Uuhhmm" Amanda mengerang saat mendapati perlakuan Kendra. Kendra semakin bergairah saat mendengar suara Amanda.


"Ayo sayang keluarkan suaramu" Amamda semakin mengerang saat Kendra bermain di **** ***** Amanda.


"Aaahhmm Bie..."


Kendra beralih menindih Amanda, dia menyatukan tubuh mereka. Kendra terus menggerakkan tubuhnya, "Bie.... Ehhmmm"


"Aku sangat mencintaimu sayang, aaakkhhh" Kendra mengusap kepala Amanda sambil terus menggerakkan tubuhnya.


Amanda terus melayani Kendra, bahkan sudah lebih dari satu jam mereka berada di dalam kamar.


"Sekarang sayang..." Kendra membisikkan dengan suara seraknya.


Mereka mengerang bersama menandakan puncak dari kenikmatan. Mereka mengatur nafasnya karena kelelahan. "Terimakasih sayang" Kendra mengecup kening Amanda. Amanda hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk tubuh Kendra.


Setelah selesai dengan urusan mereka, Amanda dan Kendra keluar dengan tubuh yang sudah segar diguyur air. Amanda belum berani menanyakan apa yang terjadi, dia hanya mengikuti keinginan Kendra.


Namun tiba-tiba ponselnya berdering menandakan pesan masuk.


Amanda terkejut saat melihat gambar yang dikirim oleh Sasa, air mata sudah membasahi pipinya. Dia sangat yakin kalau orang yang ada di gambar itu adalah suaminya, orang yang dicintainya.