Istri Ceo

Istri Ceo
Tentang Sasa


Ziano pergi meninggalkan Sasa ketika dia sedang beristirahat. Dia memberikan peringatan kepada dokter dan perawat Z hospital untuk merawat Sasa dengan baik. Semua dokter dan perawat kebingungan karena sikap Ziano ynag mengistimewakan Sasa, beberapa perawat berbisik "Pak Ziano baik sekali ya, pada sekretarisnya saja dia begitu perhatian"


"Kalau aku jadi bu Amanda, aku pasti akan cemburu ketika pak Ziano memperlakukan sekretarisnya seperti itu. Apalagi aku dengar bu Amanda belum hamil"


"Apa jangan-jangan Pak Ziano ayah dari bayi yang dikandung oleh sekretarisnya itu ? Seperti di novel-novel itu ?"


Kinar yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin, pak Ziano orang yang baik, apalagi dia selalu bersikap romantis apabila sedang bersama istrinya"


"Tapi bu Amanda sudah lama tidak diajak ke publik oleh pak Ziano"


"Benar juga ya"


Kinar angkat bicara "Mau sampai mana kalian bergosip ? Apa sampai Pak Ziano memecat kalian ?"


Perawat tersebut langsung membubarkan diri, mereka sangat tahu bagaimana konsekuensi apabila terlihat menggosipkan atasan mereka.


Kinar merasa kasihan kepada sahabatnya, bagaimana mungkin suami yang dicintainya berselingkuh dengan sekretarisnya.


Amanda menemui Kendra di ruangan privasi pada sebuah restoran dan menceritakan semuanya. Raut wajah Amanda sangat sulit ditebak, ada perasaan bahagia namun juga kecewa. Tapi Kendra tahu betul bagaimana perasaan Amanda sebenarnya. Ada perasaan sakit ketika melihat raut wajah kecewa pada Amanda.


Kendra mendengarkan semuanya walaupun dia sendiri sudah mengetahui berita tersebut dari orang suruhannya.


"Itu akan menguntungkan bagiku kan Kak ?" Amanda menatap Kendra dengan senyumnya namun sangat jelas ada perasaan kecewa pada pancaran matanya.


"Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang"


Tiba-tiba Amanda memeluk Kendra dan menangis sejadi-jadinya. "Dia suami ku Kak, kenapa perempuan itu yang hamil ? Kenapa harus dia yang hamil. Apa benar aku adalah perempuan mad*l ? Kenapa harus seperti ini Kak ?" Sasa meangis terus dalam pelukan Kendra. Itu membuat Kendra sangat sakit. Kendra berniat untuk menyelidiki semuanya, Kendra menyelesaikan semuanya sampai tuntas. Dia benar-benar tidak ingin Amanda merasa disakiti lagi.


Sasa melupakan semuanya, dia sangat menikmati kehamilan nya. Bagaimana tidak, Ziano sangat memanjakannya bahkan berjanji akan segera menikahinya, Sasa tersenyum puas.


Seorang perawat memasuki ruangan Sasa untuk mengantarkan makanan, disana Sasa sedang menelpon seseorang "Aku peringatkan, sebaiknya kamu jangan pernah menghubungiku lagi. Kamu tau apa yang akan terjadi kalau aku melaporkanmu kepada Ziano"


"......."


"Jangan berani mengancamku, aku bisa memutar balikkan semuanya"


Kinar terkejut dengan kata-kata Sasa, apa mungkin Sasa seorang wanita licik ?


"Hei kamu, anggap saja kamu tidak mendengar apapun atau kamu akan kehilangan pekerjaanmu untuk selamanya. Asal kamu tahu, anak yang aku kandung adalah anak Ziano" Sasa memperingatkan Kinar.


"Ba..baiklah nona, saya permisi"


"Hei tunggu dulu. Siapa nama mu ?"


"Sa..saya Kinar"


"Aku mencatat nama mu Kinar"


Kinar segera meninggalkan ruangan Sasa. Kinar ingin segera melaporkan kejadian ini kepada Amanda, namun sepertinya dia harus menemui Amanda. Kinar mengirim pesan kepada Amanda untuk menemuinya di sebuah restoran.


Malam hari Amanda mendatangi alamat yang dikirim Kinar, dan benar saja disana sudah ada Kinar yang menunggunya. "Ada apa ibu perawat ini mengajakku kemari ?"


"Ada yang harus aku laporkan kepada ibu bos" mereka tertawa bersama.


"Tapi aku bukan istri dari big boss mu lagi"