Istri Ceo

Istri Ceo
Penculikan ?


Sasa terus menunggu bahkan hingga malam tiba. Dari kejauhan nampak sebuah mobil mewah yang memasuki area perumahan mewah tersebut. Sasa yakin itu adalah Ziano.


Dia langsung bergegas berdiri di depan gerbang rumahnya. Security sudah mencoba menyingkirkan Sasa namun dia berontak. Ziano yang melihat kejadian itu segera turun dari mobil.


"Apa yang Kamu lakukan? Bukankah seharusnya Kamu membusuk di penjara bersama laki-laki itu?"


"Sayang Aku tidak bersalah, mereka tidak menemukan bukti apapun"


"Segera pergi dari tempat ini. Jangan pernah menampakkan dirimu di hadapanku lagi. Atau Aku benar-benar mengirim mu ke pengasingan"


"Tidak Sayang, Aku mohon. Demi anak kita, Kevin"


"Berani-beraninya Kamu berkata dia anak Kita. Semua sudah jelas kalau dia anak mu dengan laki-laki br*ngsek itu"


"Aku minta maaf sayang" Sasa bersimpuh di hadapan Ziano, namun security segera menyingkirkan Sasa.


Ziano memasuki rumah dengan keadaan sangat kesal. "Bagaimana mungkin dia bisa lolos dari penjara? Apa benar dia tidak terlibat dalam kejahatan itu? Kalau begitu Aku yang akan memberikan hukuman padanya"


Ziano menelpon seseorang. "Lakukan rencana awal"


"Daddy..." Tiba-tiba Ziano disadarkan oleh suara Kevin yang terbangun dari tidurnya.


"Kenapa?" Ziano menghampiri Kevin.


"Aku mau makan" Ziano memanggil salah satu ART untuk menyuapi Kevin.


Melihat Kevin makan dengan lahap membuat Ziano berfikir. "Apa Aku harus memberikan anak ini pada Sasa? Tapi bagaimana nasibnya nanti? Dia akan ikut diasingkan"


Ziano kembali menatap Kevin "Kalau Aku mengembalikan Kevin, orang-orang akan tahu kalau dia bukan anakku dan itu akan merusak reputasi perusahaan juga reputasiku"


Ziano kembali menuju ruangan kerjanya, dia menelpon seseorang "Buatkan surat keterangan bahwa Kevin anakku dan hak asuh jatuh ke tanganku"


Ziano tersenyum "Aku membencimu karena Kamu anak Sasa dan baj*ngan itu. Tapi karena semua sudah selesai, maka kita akan mengulang semuanya dari awal"


Ziano tertidur bersama Kevin di kamar Kevin. Saat pagi hari Kevin membangunkan Ziano "Daddy anun Daddy..."


Ziano membuka matanya saat Kevin sudah berada di atas perutnya "Pagi Boy, Kau sudah bangun?"


Hari ini hari minggu dan Kevin mengajaknya bermain ke taman dekat perumahan.


"Hati-hati ya, jangan main terlalu jauh"


Kevin bermain bersama anak seusianya, dia senang bermain bola. Ziano mengabadikan beberapa moment. Namun tiba-tiba panggilan masuk dari nomor tak dikenal "Siapa ini?" Ziano enggan mengangkatnya. Namun nomor tersebut kembali menelponnya, dengan terpaksa mengangkat panggilan itu "Hallo, Siapa?"


"Apa Kamu sangat menyayangi anak itu?"


"Sasa?" Ziano langsung melihat ke arah Kevin, dan benar saja dia sudah tidak ada di tempat.


"Kamu bawa kemana Kevin?"


"Aku beri Kamu pilihan, kembali padaku dan Kamu akan bersama Kevin selamanya, atau Kamu tidak kembali padaku dan juga tidak akan bertemu kevin selamanya"


Ziano mencari orang sekitar yang mencurigakan "Lepaskan anak itu, walaupun dia anak hasil pengkhianatanmu tapi dia sama sekali tidak berdosa"


"Pilihanmu hanya ada dua"


"Dimana Kevin?" Ziano geram mendengar perkataan Sasa.


"Dia ada bersamaku. Kevin bicara pada Daddy sayang"


"Daddy, help... Mommy aja Aku ke umah antu. Disini gelap Daddy, tolong aku" Kevin menangis ketakutan.


Ziano mengepalkan tangannya "Aku tidak akan pernah memaafkanmu Sasa"


nb : Terimakasih loh Kakak Zeyeng sudah setia dg karyaku yang masih amatir. Tapi slow aja yaa, ini hanya cerita. Kalau kalian fikir "Tidak mungkin ada di dunia nyata" maka jawabannya adalah ini bukan kisah nyata. Ini hanya kehaluan author.


Terimakasih atas saran, masukan, like, komen dan vote nya 🤗🤗


Jangan terlalu dibawa perasaan yaa 😁😁


Enjoy aja, kita nikmati alurnya.