
"Darren tolong cari Lion. Dia kabur dari rumah."
Laura menghampiri suaminya saat mendapati telepon dari Kenan. Darren yang tengah menimang putranya Baby Lukas meletakan telunjuk tangan kirinya di bibirnya. "Shutt ..."
Laura mengerti ia langsung melipat bibirnya rapat-rapat dan mengangguk.
Setelah berhasil menidurkan putranya Darren meletakan Baby Lukas pada box bayi, dan menghampiri istrinya yang duduk di tepi ranjang.
"Apa yang terjadi dengan anak itu?" Darren turus mendudukan tubuhnya di samping istrinya.
"Lion menghamili Sera. Putri Om Arven, sepertinya Lion memang benar-benar mencintai Sera dan berniat menikahinya. Semua orang sudah sepakat untuk menikahkan mereka. Tapi Sera menggugurkan kandungannya, Darren. Lion sangat kecewa kepada Sera padahal mereka, mereka melakukannya tanpa paksaan tapi Sera menyalahkan Lion saja. Daddy menghajarnya dan mengusir Lion hinga kini Lion tidak di temukan." Laura menceritakan masalah yang tengah menimpa adiknya.
Darren terdiam, ia kira Sera yang lemah lembut tak akan senekad ini. Ya Darren mengenal Sera cukup baik. Ia juga tau jika Lion sangat mencintai Sera meskipun Sera selalu menolaknya, tapi tak lantas membuat Lion putus asa, Lion selalu membuktikan cintanya pada Sera. Dan ini mengejutkan Sera menggugurkan bayi yang di kandungnya.
"Laura aku salah. Aku memberi semangat kepada Lion jika seorang wanita akan luluh dengan perjuangan seorang pria, namun tindakan Sera membuatku mematahkan pemikiranku. Padahal aku siap bersaksi jika Lion sangat mencintai Sera, tapi wanita itu menyakiti Lion. Aku seperti merasa ada di posisinya. Aku masih mengingat kebahagiaan yang aku rasakan saat akan menjadi seorang ayah. Dan Lion sama sepertiku tapi perbuatan Sera benar-benar fatal menurutku. Aku berdoa semoga Lion mendapat kebahagiannya yang lain." Darren berujar tulus.
(Gaes. Novel Lion akan rilis sebentar lagi dengan judul Salah Imam. Ini sebagai bocorannya ya Gaes.)
Darren membuktikan setiap apa yang ia ucapkan. Ia selalu memberikan Laura banyak cinta meskipun wanitanya selalu bertingkah malu-malu.
Namun Darren tetap pada perinsip hidupnya yaitu tidak ingin memiliki anak lagi. Laura bisa memahami ketakutan Darren sehingga yang ia lakukan saat ini adalah mengikuti keinginan suaminya. Asalkan Darren tidak berbuat hal-hal yang mengancam posisinya.
Darren sampai membuat surat perjanjian jika dirinya tidak akan menduakan istrinya, Darren juga sudah sangat bahagia dengan kehadiran putranya. "Asalkan kau tidak akan menikah lagi dengan alasan anak aku bisa menurutimu." ujar Laura kala itu.
"Dengan alasan apapun aku tak akan menduakanmu Laura, jika itu terjadi aku akan benar-benar jadi gembel." Darren memeluk tubuh istrinya. Entah mantra apa yang Laura bacakan padanya hingga dirinya secinta itu kepada Laura.
Mungkin mengingat tak mudah mendapatkan Laura hingga dirinya tak mampu melepas Laura walau sejenak. Banyak liku yang Darren hadapi dalam perjalanan kisahnya, dan hanya ada Laura yang menemaninya hingga di puncak kesuksesannyapun Darren enggan nengajak siapapum untuk bersamanya.
Papa Rega juga menghargai keinginan putranya. Ia sangat bangga terhadap Darren. Putra satu-satunya yang selalu membuatnya bangga dengan setiap pencapaian putranya. Kesetiaan adalah harga mati bagi para keturunan Suhendi.
Kehadiran Baby Lukas membuat hidup Darren dan Laura selalu di hiasi kebahagiaan setiap harinya. Keduanya selalu berdoa semoga cinta mereka tidak akan berakhir.
Laura merasa wanita paling beruntung saat ini, memiliki dan di miliki oleh Darren adalah anugrah terindah. Benar ternyata apa kata orang, bagi seorang wanita lebih baik di cintai dari pad mencintai. Dan Laura sangat beruntung di cintai sekaligus mencintai pria yang sama. Kata syukur selalu Laura ucapkan setiap harinya atas kebahagiaan yang ia rasakan setiap waktu.
TAMAT.