Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Perihnya masih sama


Setelah berpikir ratusan kali akhirnya Laura mengiyakan untuk bertemu dengan Daniel lagi pula ia sangat penasaran mengapa bisa Liora tidur dengan Om Eldy bahkan sampai menghasilkan janin di rahim adiknya. Laura sungguh di buat penasaran akan hal itu.


Saat istirahat di jam pelajaran, Darren meminta di antarkan ke perpustakaan ini adalah kesempatannya untuk menemui Daniel di taman kampus bagian selatan. Entah ada hal penting apa yang ingin di sampaikan mantan kekasihnya itu sehingga Daniel memintanya untuk menemuinya.


Sudah hampir sebulan ia dan Daniel tak melakukan komunikasi tapi nyatanya hati Laura masih saja di buat berdegub kencang saat mengingat pemuda itu, pemuda sekaligus mantan kekasih kesekian untuk dirinya. Tapi Daniel memiliki tempat tersendiri di hati Laura mengingat kandasnya hubungan mereka harus berakhir di karnakan paksaan menikah dari keluarga Darren.


Daniel sendiri seakan menghindar saat berpaspasan dengan Laura, bagi Daniel Laura adalah luka yang sengaja Daniel ciptakan.


Diatas kursi taman Laura duduk dengan gelisah, ia merasa tengah mengendap dan cosplay menjadi seorang istri tukang selingkuh di sini, padahal ia hanya ingin menuntaskan rasa penasarannya saja pada kemelit yang kini menimpa adiknya.


Berkali-kali Laura menekankan jika ini untuk ke baikannya tapi hati kecilnya terus di landa ketakutan bagai mana jika ibu mertuanya tau? Bisa-bisa ia di cekik hingga mati oleh ibu tiri Darren itu. Ya satu-satunya yang Laura takutkan adalah ibu mertuanya bukan Darren sendiri.


"Laura, apa kabar?" suara mendayu itu, serta selembut bedak tabur bayi menyapa pendengaran Laura.


Gadis yang selalu Daniel rindukan mengangkat wajah serta menatap sendu pada Daniel yang menjulang di hadapannya, kalbunya kembali bergetar, kalimat demi kalimat yang sudah Laura susun kini hilang berkeping-keping.


"Ka-kabarku baik. Kau sendiri?" tanya Laura basa-basi, yang di detik berikutnya Laura menyesalkan pertanyaannya yang justru terkesan menabur garam di antara luka yang di buat oleh dirinya sendiri. Jawaban Daniel kembali menyadarkan luka yang ia berikan.


"Katakan! Apa aku terlihat baik saat kau berhasil menghancurkan hati dan hidupku? Jika iya, aku hanya tengah menyamar di antara kubangan luka yang kau berikan." Daniel tersenyum kecut, sangat syarat akan jiwanya yang tertekan.


"Daniel, jangan berbicara seperti itu, aku sudah meminta maaf. Tapi aku tak bisa menjanjikan apapun padamu." Laura berucap lirih, ia juga memalingkan wajah karna sama terluka atas kecerobohannya di masa lalu membuat lumpuh seseorang dengan bonus banyak orang menderita karna tindakannya.


"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu!" Laura mengubah mimik wajahnya menjadi lebih serius.


"Ada apa? Apa tentang hubungan kita? Apa kita akan memperbaiki semuanya?" Daniel sangat antusias menanyakannya.


"Bukan, Daniel. Aku hanya ingin bertanya denganmu, tapi sebelum ini apa kau pernah mengajak Liora ke apartemenmu?" Laura berusaha berbicara setenang mungkin saat bertanya. Meskipun hatinya tengah menggigil karna cemburu, Laura belum mampu melenyapkan perasaannya dari mantan terakhirnya ini.


"Tidak." ujarnya yakin.


"Tidak?" Beo Laura.


"Memangnya kenapa?" Daniel bertanya karna melihat kernyitan di kening Laura semakin dalam, ia yakin gadis di sampingnya tengah berpikir keras.


"Kau yakin?"


"Kapan aku berbohong padamu?"


"Tapi tunggu! Liora pernah bertamu ke apartemenku, sesaat sebelum kau menghubungiku untuk bertemu dan mengakhiri hubungan." ada kegetiran di akhir kalimat pemuda itu, kasih tak sampainya menyakitinya hingga hari ini.


"Liora juga mengatakan jika kau menelponku pasti kau akan mengakhiri hubungan, aku sempat menyangkal sampai saat kau memang benar-benar memutuskanku dengan alasan konyol." imbuh Darren.


Laura sekuar mungkin menepis kalimat Darren yang berhasil mempengaruhinya.


"Lalu kapan Liora pulang?"


"Aku tidak tau. Sebelum Liora pulang aku sudah pergi lebih dulu, memangnya ada apa?" tanya Daniel kembali. Daniel tak mengatakan jika tujuan Liora mendatanginya untuk bekerja sama melarikan Laura agar tidak menikahi Darren.


Awalnya Liora mengatakan akan dirinya yang kasihan karna kakaknya akan menikah dengan seorang pesakitan lumpuh lagi culun. Tapi akhirnya Daniel mengetahui jika tujuan utama Liora ingin Daniel membawa lari Laura adalah karna mantan calon adik iparnya menyukai pria culun bernama Darren itu.


Daniel memiliki alasan untuk tidak memberitahu Laura akan obrolannya dengan Liora, ia tak ingin hubungan adik kakak itu semakin merenggang dengan adanya aduan darinya. Lalu apa kabar dengan wanita di hadapannya? Yang kini berdiri dan malah pamit padanya.


"Aku rasa kita cukup lama bertemu, Daniel. Mau bagai manapun statusku tak lagi sama dengan kemarin. Ada batas tertinggi di antara kita, kuharap kau mengerti." Laura segera berlalu.


"Apa kau mencintainya?" lirih Daniel pelan.


Laura menghentikan langkahnya sebelum kemudian ia berbalik. "Untuk kali ini belum, tapi bukan hal mustahil untuk besok dan lusa." Laura setengah berlari meninggalkan Daniel yang berdiri memanutung dengan memejamkan matanya.


"Hampir sebulan berlalu perihnya masih sama." Gunam Daniel.