Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Om Eldy


"Daddy ..."


Laura sangat panik apa yang terjadi dengan Daddy sungguh mengejutkan, selama ini Daddynya tidak pernah sakit tidak juga merokok atau mengkonsumsi alkohol. Tidak mingkin bukan jika daddynya terkena serangan jantung.


"Siapapun tolong Daddyku ..." Laura berlari dan berteriak ke luar rumah untuk memanggil satpam rumahnya. Karna sopir keluarga dan tukang kebunnya pergi entah kemana.


Darren memperhatikan bagai mana Laura berlarian untuk mendapatkan pertolongan. Di saat Liora dan ibu mertuanya berusaha membangunkan Kenan ayah mertuanya.


Dengan bantuan satpam Laura memasukan tubuh lunglai Kenan ke dalam mobil Darren. Astagha hampir saja Laura melupan Darren, ternyata pria itu sudah berada di samping mobilnya.


Darren juga di bantu memasuki mobil. Dan Laura dengan sigap duduk di samping kemudi dengan wajah paniknya. Air mata gadis itu bahkan masih berlinang.


Di kursi belakang dudah ada Liora, Daddy serta mommynya.


"Kau mau mengemudi di saat panik seperti ini?" Darren memperingati jika tak baik menyetir dalam kondidi panik dan emosi tak terkontrol.


"Kau pikir siapa yang akan menyetir? Adik dan mommyku tidak bisa menyetir. Tidak mungkin aku menyuruhmu Darren." Laura mengatakan jika ia tak punya pilihan lain.


"Sopir keluargamu kemana?"


"Aku tidak tahu." Laura sudah mulai menghidupkan mobil ia tak ingin mengambil resiko jika ia terlalu lama menunggu sopirnya bisa saja sesuatu hal terjadi pada Daddynya.


Melihat tangan Laura yang bergetar di atas kemudi membuat Darren di rundung ketakutan tersendiri.


"Kita bisa menunggu supirmu."


"Kali ini aku tak bisa menurutimu Darren." Laura sudah menginjak pegal gasnya, sekalipun Mommynya yang melarang Laura tak akan berhenti.


Semakin lama mobil yang di kendarai Laura semakin melaju dengan sangat kencang, bahkan Darren sendiri belum pernah mengemudi sekencang ini.


"Lau, pelankan mobilnya. Kau ingin membuatku mati." Liora menyentak Laura dari kursi penumpang.


"Tak ada yang lebih kupedulikan selain Daddyku." Laura tak kalah berkata sarkas. Memang ia tak perduli dengan apapun kali ini.


Beberapa kendaraan berhasil Laura salip dengan mobil yang ia kendarai.


Laura benar-benar menunjukan skil mengemudinya. Tak sia-sia dia mengasahnya selama ini dengan balapan liar.


Gadis itu sangat piawai memainkan stir kemudi, gigi serta gas kendaraan, hanya dalam hitungan menit Laura sampai di rumah sakit.


Daddy Kenan segera di tangani dokter beruntung tidak ada hal fatal yang terjadi pada pria berumur empat puluh delapan tahun itu, dokter mengatakan jika akhir-akhir ini sepertinya Kenan mengalami stres yang berlebih karna terlalu memikirkan sesuat dengan berlebihan dan semua anak serta istrinya membenarkan jika Kenan terlihat sangat mengkhawatirkan Laura. Pola tidur dan makan Kenan sangat kacau akhir-akhir ini.


"Laura." lagi-lagi nama itu yang Kenan sebut pertama kali dengan suara lemahnya. Tapi ya siapa lagi hanya gadis itu yang menangis tanpa henti di samping berankarnya.


"Daddy menakutiku." Laura semakin menangis. Liora dan Fana menjekat kearah Kenan hanya Darren yang masih duduk di kursi rodanya mengutak-atik ponselnya untuk memesan makanan untuk semua orang.


"Dad, maafkan Lio." Liora berucap parau, ia menyesal sudah berkata kasar pada Daddynya. Tak seharusnya ia bertindak demikian.


"Tidak. Sayang, Daddy yang salah karna terlalu memaksamu untuk berbicara. Daddy minta maaf." selemah itu Kenan menghadapi anak-anaknya.


Liora turut memeluk tubuh Daddynya bersama Laura.


"Jika kau sudah siap untuk mengatakan ayah bayimu katakan pada kami." Ucap Mommynya.


Liora hanya mengangguk sekilas.


"Lion mana?" Kenan menanyai keberadaan putra bungsunya.


"Sedang di perjalanan."


"Dad, Lio mau mengakui sesuatu tapi janji tidak akan marah!" ucap Liora takut-takut ia menduga jika ayahnya akan sangat marah jika ia mengatakan siapa ayah bayinya.


"Tergantung Lio. Apa yang ingin kau akui."


"Jika seperti itu lebih baik Lio, tidak mengatakan apapun." putus Liora cepat.


"Katakan Lio, Mommy janji Daddy tak akan marah padamu siapa ayah bayi itu." Fana mengetahui kecemasan pada putri keduanya, terlihat dari tangan Liora yang tidak bisa diam saling meremat satu sama lain.


Liora melirik ke arah Darren yang baru sampai di hadapannya.


Kenan menangkap Liora melirik menantu pertamanya menggunakan ekor matanyanya. "Jangan katakan jika si lumpuh ini pelakunya!." sarkas Kenan.


"Bukan Dad, aku tidak melakukan apapun padanya sungguh." Darren menyangkal, Laura cukup tersentil dengan penolakan dari seorang pria yang ia sukai. Tapi mau bagai mana lagi Darren bukan pelakunya.


"Se-sebenarnya ayah bayiku ..." Lidah Liora kelu juga terasa kaku ia tak sanggup mengatakan kebenarannya.


"Aku ayah dari bayi yang di kandung putrimu. Ken." Suara berat tiba-tiba muncul dengan seiring ruangan yang terbuka.


"Om Eldy!" pekik Laura tak percaya.