
"Ra, aku tak bisa menemanimu ke bandung besok untuk liburan. Lain kali saja kita perginya ya. Papa bilang ada kunjungan rekan kerja Papa dari luar negri jadi aku tak bisa liburan bersamamu." Darren menaiki tempat tidur yang di mana Laura sudah ada di dalamnya.
"Besokkan libur. Masa kunjungan rekan kerja Papamu hari libur sih." Laura merajuk ia bahkan mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Besok memang libur tapi besoknya lagi kan hari kerja." Darren menatap istrinya yang kini membelakanginya.
"Ya sudah urusi saja terus kerjaanmu. Aku akan pergi sendiri." Laura berujar ketus, bagai mana ia tidak kecewa, ia bahkan sudah membooking hotel di dekat pariwisata di kota kembang itu, tak asyik rasanya jika harus membatalkan liburannya. Laura bahkan sudah menyiapkan segala sesuatunya setelah makan malam tadi.
Darren paling tak bisa jika melihat Laura yang merajuk terhadapnya. Ini sama saja dengan Darren yang menggali penderitaannya sendiri di acuhkan oleh Laura adalah hal mengerikan baginya.
"Baiklah kita pergi, tapi kita tak bisa lama-lama apa lagi menginap di sana." Darren memeluk tubuh Laura yang membelakanginya.
"Untuk apa pergi jika kita tak menginap? Lebih baik kau tak usah ikut, aku akan mengajak temanku untuk berlibur besok." Laura masih merajuk ia enggan, berbicara banyak dengan Darren.
Apa-apaan pria itu, Darren mengaku mencintainya tapi tak mau menuruti keinginannya yang tak seberapa.
"Baiklah, aku akan menemanimu juga menginap di sana, tapi pagi-pagi sekali kita harus kembali ya, kita akan menaiki pesawat." Darren mengalah, dari pada Laura pergi dengan temannya yang entah siapa, apa lagi saat Darren membayangkan Daniel yang menemani istrinya maka hatinya di buat gerah secara mendadak.
"Baiklah, Darren aku mengalah." Akhirnya Laura membalik tubuhnya kehadapan Darren.
"Ayo tidur! Biar ku peluk." Darren menenggelamkan tubuh semok tapi tak gemuk Laura, dalam dekapan hangatnya.
"Selamat malam Darren."
"Selamat malam My Queen."
.
Darren terbang dari kota X menuju kota Bandung. Sepanjang perjalanan Laura tak menyurutkan senyuman cantiknya. Ia tampak bersemangat sekali hari ini.
Darren tak melepaskan genggaman tangannya walau sebentarpun, ia tak ingin di nilao sebagai pria yang acuh terhadap pasangannya.
"Kau senang.?"
Darren kembali menatap Laura yang kini tengah menyenderkan kepala di bahu Darren yang kokoh.
"Hmm, aku senang."
"Kita mau kemana?" Darren merasa tak asing dengan kota itu meskupun Darren baru kali pertama ke tempat ini.
"Ke taman Begonia Lembang. Tadinya banyak tempat yang ingin ku kunjungi, tapi mengingat waktu kita yang mepet, aku hanya akan mengunjungi tempat itu saja dan makan-makan. Sisanya biar kita kunjungi lain kali." Laura mendekap tangang kekar suaminya.
Taman Begonia Lembang merupakan tujuan wisata alam yang menarik untuk dibahas. Taman ini merupakan taman yang menjadi wisata populer di Bandung, Jawa Barat.
Bandung dikenal dengan iklim yang sejuk di hampir setiap harinya. Tidak heran beragam jenis flora mulai dari sayuran, buah-buahan dan bunga dapat tumbuh dengan baik di sini.
Taman ini berada di atas ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut, dan dihiasi beraneka ragam bunga warna-warni yang cantik.
Selain berkeliling taman menikmati pesona keindahan bunga, pengunjung juga mendapatkan edukasi tentang jenis-jenis bunga dan aktivitas seru lainnya.
Akses lokasi Taman Begonia Lembang cukup mudah, dapat menggunakan kendaraan pribadi dan umum. Ada dua rute lokasi yang dapat dipilih yaitu rute Setiabudi – Marabiaya dan rute alternatif dengan melewati Dago – Lawang Wangi.
Sementara pengunjung yang menggunakan angkutan umum. Perjalanan dimulai dari Bandung turun di Pasar Lembang, kemudian lanjut dengan angkutan desa jurusan Cibodas.
Jika kalian belum paham akan rute perjalanan menuju lokasi wisata. Berikut ini akses google maps yang bisa anda gunakan sebagai petunjuk arah menuju Taman.
Taman bunga yang cantik ini berdiri diatas ketinggian 1200 mdpl dengan pemandangan alam menakjubkan. Didalam kawasan wisata, terdapat banyak jenis bunga mulai dari Balinea, Geranium, Impatiens hingga Celosia.
Begonia Garden memberikan nuansa taman bunga bak negeri dongeng dengan tatanan warna warni dari bunganya. Penamaan Taman ini berasal dari sebuah bunga yang bernama Begonia, dimana ia tumbuh tak terlalu dipengaruhi oleh faktor cuaca.
Bunga tersebut dikatakan berasal dari Bali, yang sering dipajang ditaman atau halaman depan rumah. Oleh karena itu, bunga Begonia banyak diminati karena dapat tumbuh dengan mudah dan tak mengenal musim.
Wisata Taman Bunga Begonia Lembang juga menawarkan beragam aktivitas dan hal menarik lainnya. Tak hanya sebagai wisata rekreasi saja, namun bisa menjadi sarana edukasi bagi para pecinta keindahan.
Darren dan Laura tiba di Bandung pukul 10 pagi, mereka terlebih dahulu ke hotel yang sudah Laura pesan sebelimnya.
Suasana yang sejuk seakan mengajak Darren untuk kembali menarik selimut di ranjangnya.
"Ra, suasananya cocok nih buat bikin dedek bayi." Darren menatap Laura penuh harap.
"Ish, Darren kau itu nakal sekali." Laura mencubit perut Darren sampai pria itu mengaduh kesakitan.
"Sakit Sayang." Darren memberenggut dengan tatapan kesal.
"Suruh siapa kau nakal?" Darren hanya cengengesan, Darren tak terlalu senang berlibur, jalan-jalan atau berpergian.
Sejak Darren kecil jika ia libur sekolah ia akan terus berada dirumah, Darren lebih menyukai tempat yang tenang itu sebabnya ia tak pernah liburan. Di samping ia tak menyukai keramaian juga karna Mama Papanya sangat sibuk sehingga tak memiliki waktu untuk berlibur. Bisa di bilang ini kali pertama Darren liburan tanpa ada himbauan dari sekolah.
Mereka berdua benar-benar berlibur mengunjungi taman yang di penuhi akan berbagai buah dan sayur.
Laura layaknya seorang gadis kecil yang baru terlepas dari menara. Laura sangat bahagia apa lagi saat memetim sayuran dan akan di masak oleh pihak penyelenggara wisata.
Darren tak jemu-jemu memandang Laura yang berlari kesana kemari dengan riang. Darren bahkan membawa camera miliknya demi mendapatkan hasil foto yang maksimal. Darren memotret sendiri Laura dengan menggunakan camera yang menggantung di lehernya sedari tadi.
"Cantik, indah dan menawan. Laura lebih indah di bandingkan dengan semua bunga yang ada di sana." Darren bergunam pelan, entahlah mantra apa yang di baca oleh wanita itu sehingga Darren sampai ter Laura - Laura.
Tak terhitung lagi berapa banyak potret yang Darren ambil dari istrinya baik dengan sadar maupun saat Laura tengah lengah, tapi semua hasilnya mengagumkan.
"Darren kita foto bersama." Laura marik tangan Darren untuk melakukan foto bersama.
"Kita tak memiliki foto bersama selain foto pernikahan kita." Laura menyerahkan camera Darren pada pengunjung lain dan memintanya memotret dirinya dengan Darren.
Laura bahkan tak sungkan saat bergaya di depan camera, Darren yang kaku bersandingan dengan Laura yang sangat ekspresi.
Laura mengecup pipi Darren di beberapa kali foto. Laura juga memeluk Darren dengan semangat. Bolehkah Darren serakah? Darren tak ingin kebersamaan ini cepat berlalu. Jika bisa Darren ingin menghentikan waktu.