Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku

Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku
Boncap 11


.........Sebelum baca ceritanya ...... Note buat yang nanyain koyo KB. Kira Kira begini gambarnya seperti di bawah. Ini lebih aman dipakai untuk orang yang suka pelupa minum pil kb atau males dengan efek samping kb suntik. Isinya 3 biji. Bisa di tempel di pinggang, punggung, atau bagian tubuh mana aja yg bersih. Setiap seminggu sekali harus ganti. 3 minggu pake,1 minggu tidak pake untuk memperlancar haid. HANYA UNTUK YANG SUDAH MENIKAH MENGGUNAKAN RESEP DOKTER!...


.................................BTW Adegannya anu anunya kagak jadilah gengs... ditolakkkk. Adegan B aja ya...😭'



..........................................


.........


*


*


*


Satu kecupan mendarat di puncak rambut Vanya sebagai bentuk usai-nya perdebatan mereka.


Ketimbang marah dan melakukan adu mulut yang tak ada habisnya, Marco memilih memeluk Vanya, membawanya ke dalam pangkuan lantas mengecupi beberapa bagian sensitif yang paling ia gemari.


Tinggalah mereka beralih pada adegan mendebarkan yang nantinya akan membuat darah dan jantung terpacu secara bersamaan.


Vanya tersenyum menatap Marco. Ia sempatkan membelai wajah pria itu sebelum akhirnya mengalungkan dua tangannya di pundak Marco diiringi hembusan napas manja.


"Andai bisa menghilangkan sebuah ingatan, aku sungguh tidak ingin menyimpan memori satu tahun ke belakang agar bisa menjalani hidup tenang tanpa bayang-bayang masa lalu," ujar Vanya seraya menghela. "Tetapi aku sangat berterima kasih karena kamu sudah mau mengerti segala keadaanku, termasuk soal Koyo KB yang kugunakan tanpa sepengetahuanmu," lanjutnya kemudian.


Marco balas membelai wajah Vanya dengan ujung jari-jarinya. Entah mengapa kali ini Marco terasa sangat pengertian. Tidak lagi ngambek apalagi marah-marah.


"Aku tahu satu tahun ke belakang adalah hal yang tak ingin kamu ingat-ingat lagi. Mungkin kamu tidak bisa lupa , tapi aku akan berusaha membuat semuanya terasa biasa. Mengganti semua ingatan burukmu dengan hal-hal yang lebih indah agar hatimu perlahan menerima. Ini bukan janji, tapi usahaku."


"Sepertinya usahamu sedikit demi sedikit sudah terkabulkan, Sayang. Meski hubungan kami masih banyak canggung, tapi sekarang aku sudah bisa memaafkan segala perbuatan Mamimu di masa lalu. Biarlah hal itu menjadi pelajaran untuk aku dan Mamimu."


"Hei!"


Satu cubitan lembut mendarat gemas di puncak hidung Vanya hingga membuat dua bola matanya membeliak terkejut. Posisi duduknya juga sedikit gusar seakan dia ingin turun dari pangkuan Marco saat ini juga.


"Jangan pernah berkata seperti itu. Ini juga merupakan pelajaran untuk aku sebagai seorang suami, Sayang. Aku terlalu gegabah karena mengajak kalian tinggal bersama Mami sehingga hubungan keluarga kita menjadi berantakan. Seharusnya pasangan yang sudah menikah memang harus memiliki tempat tinggal sendiri. Entah itu rumah sewa atau milik pribadi, yang terpenting kita memiliki keluarga kecil yang hangat di dalamnya," kata Marco lembut sekali.


"Jangan dibahas lagi, ah. Yang terpenting kita sudah sama-sama paham akan teori itu," hardik Vanya. Bibirnya cemberut sambil menatap Marco tidak senang. Marco pun sedikit tergelak melihat tingkah menggemaskan wanita itu.


"Baiklah, kalau begitu aku bisa memulai hal lain, kan?" tanya Marco seraya mengedipkan matanya. Ia mengarahkan jari-jemari nakalnya pada bagian sensitif di bawah sana kemudian membelainya dengan sayang. "Aku mau ini. Sudah satu minggu kamu tidak memberikannya karena halangan," rengek pria itu.


"Anna sedang sibuk mengecek laporan akhir bulan. Kalau Hero, dia tidak akan masuk. Dia pasti mengerti apa yang aku lakukan di ruanganku jika kamu datang. Hero adalah sekeretaris terbaik nomer satu. Otaknya tidak perlu diragukan lagi."


"Tapi Sayang—" Ucapan Vanya sedikit tertahan karena tiba-tiba Marco menyerbukan wajahnya ke depan.


"Percayalah ...."


Melihat wajah melas Marco, akhirnya Vanya melemahkan pertahanannya sedikit demi sedikit.


Marco segera memulai aksinya. Mengecup di sana sini sambil melepaskan jas dan kemeja.


Tetapi, tak lama kemudian pintu terbuka perlahan.


Ceklekk ....


Vanya nyaris saja berteriak saat seekor lalat pengganggu itu membuka pintu tiba-tiba tanpa memberi aba terlebih dahulu.


"Ehemm ... Maaf! Saya hanya ingin meminta tanda tangan tuan Marco karena file kontrak dengan perusahaan Dandelion harus segera di kirim sekarang juga." Tanpa di duga Hero datang memasang wajah datar seolah tak melihat apa pun. Bahkan pria itu maju ke meja besar Marco dengan santainya.


Vanya yang malu buru-buru turun dari pangkuan Marco. Lantas memalingkan wajahnya ke sembarang arah untuk menyembunyikan semburat malu di kedua pipi.


Sementara Marco memilih diam sembari memakai lagi bajunya. Ia geram sekaligus menyesal karena telah memuji Hero di hadapan Vanya. Dan ternyata pria tidak peka itu malah menghianati dirinya dengan tidak tahu malu.


Setelah Marco membubuhkan tanda tangannya, Hero bergegas keluar dari ruangan Marco tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Pria itu menghela seraya memegangi dada setelah melihat adegan yang tidak baik untuk jantungnya barusan.


"Mau sampai kapan aku menjadi penonton adegan seperti itu? Aku juga mau begitu."


Dan mata Hero tertuju pada Anna yang langsung menghindar begitu melihatnya berdiri tak jauh darinya.


"Anna ....Tunggu!"


***


Lagi gak gengs?


Yang nanyain cerita Vanya Marco season dua sabar ya. Pasti akan diceritain asal kalian mau memahami keadaanku. Ini emang lebih fokus ke spin off. jadi misterinya akan dipecahkan nanti.