Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku

Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku
Seratus Tiga Puluh Lima


Kita semua harus tahu, bahwa di dunia ini banyak sekali wanita-wanita malang yang nasibnya jauh lebih tragis daripada Vanya.


Saat mereka diperkosa atau dilecehkan, masyarakat justru menambah pukulan telak dan hujatan bertubi-tubi seolah kesalahan murni hanya ada di diri si korbannya saja.


Sementara pelaku paling hanya dihukum penjara ringan. Lantas bisa kembali berkeliaran setelah mereka terbebas dari hukuman yang tidak sebanding dengan penderitaan si korban itu.


Dan hal yang lebih parah ....


Sebuah survei membuktikan. Mereka para korban pelecehan memilih diam menyembunyikan semua pelecehan yang ia alami dari publik demi melindungi diri dari hujatan dan tekanan dari masyarakat sekitar.


Alasannya sangat ironi. Seperti yang Vanya alami, kebanyakan masyarakat masih menyalahkan korban dengan berbagai tuduhan-tuduhan menyakitkan. Dari statusnya, pakaiannya, cara bergaulnya, bahkan tak segan mengungkit kehidupan dari masa lalu yang sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan tindakkan si pelaku.


Vanya adalah contoh miris yang membuktikan bahwa wanita korban pelecehan dan kekerasan masih minim akan perlindungan. Itu sebabnya perbuatan keji itu berdampak sangat buruk bagi korbannya. Malahan ada yang trauma sampai seumur hidup.


Hmmmm. Jelas ini bukanlah main-main walau si pelaku menganggap hal ini sebagai permainannya.


Bahkan di salah satu negara yang tidak perlu disebut namanya, banyak sekali wanita korban pemerkosaan yang sengaja memilih diam menyembunyikan penderitaannya.


Karena jika ia membuka aibnya pada publik, ia akan dipenjara dengan tuduhan perzinahan. Untuk bebas dari tuduhan tersebut, ia harus rela menikahi pelaku pemerkosaan.


Miris sekali bukan? Sayangnya ini bukanlah cerita dongeng. Ini nyata dan terjadi di belahan bumi yang kita tinggali.


*


*


*


Pria itu keluar dari gudang perkebunan dengan perasaan bangga. Tampak senyumnya terbit sepanjang perjalanan menuju mobil yang terparkir di ujung halaman gedung bagian samping.


Entah mengapa, Marco merasa keren saat dirinya berhasil memberikan edukasi pada mereka semua. Terlebih tadi Vanya bilang bahwa dirinya sudah baik-baik saja dan tidak perlu memberikan hukuman terlalu berlebihan pada para pekerja yang telah mem-bully Vanya.


Sebenarnya Marco ingin memenjarakan mereka lebih lama, tetapi karena Vanya berkata baik-baik saja ia jadi urung dan membelokkan rencana hukuman yang semula enam bulan jadi tiga bulan.


Meski ia melihat kesedihan di wajah mereka, tapi menurut Marco hukuman itu sangatlah ringan. Marco bahkan masih setengah tidak rela mendapati kenyataan istrinya disiksa dan difitnah.


Istilah kasarnya kejadian itu membuat Vanya menyesal karena tidak menuruti anjuran suaminya untuk berhenti bekerja.


Bugh!


Marco membanting pintu mobil. Bersamaan dengan itu ponselnya ikut berdering. Marco segera mengangkat panggilan saat mendapati nama Vanya yang tertera di layar ponselnya.


"Halo Van, aku ke klinik sekarang!" ujar pria itu sambil menyalakan mesin pada mobilnya.


Jangan ke klinik, aku sudah on the way ke rumah sakit bersama supir tuan Albert. Kita ketemuan di rumah sakit xxx saja.


Mendengar itu alis Marco berkerut dalam.


"Rumah sakit? Apa lukamu sangat serius? Bukannya tadi kamu bilang baik-baik saja, tapi kenapa malah dirujuk ke rumah sakit?"


Bu-bukan seperti itu, sebenarnya aku ha—


Sayangnya Marco langsung memotong pembicaraan Vanya dengan cepat. "Sudah ... sudah! Aku langsung kesana sekarang. Jangan khawatir ataupun takut, tidak sampai sepuluh menit aku sampai di rumah sakit itu."


Setelah rentetan pertanyaan Marco lontarkan tanpa menunggu penjelasan, pria itu langsung mematikan ponselnya. Ia melajukan mobil dengan kecepatan di atas batas normal agar langsung bisa bertemu dengan Vanya di rumah sakit.


Tunggu aku Van!


*


*


*


Banyak yang Dm aku untuk membuat kisah Hero dan Anna abis novel ini tamat. Setelah kutelaah ulang, cerita mereka memang lumayan cukup keren karena temanya bukan menjabarkan sekadar cerita CEO dan orang kaya. Karena aku bukan pecinta genre CEO, aku lebih berpihak pada cerita Anna dan Hero ketimbang Marco Vanya yang menurutku masuk dalam cerita pasaran.


Intinya Hero dan Anna bertemu saat Anna masih menjadi gembel, disuruh ngemis dijalanan sama ibunya. Bisa dibilang keadaan Anna sekarang berkat bantuan Hero.


Menurut kalian gimana? Mau cerita Anna dan Hero gak? Tapi sabar ya, gak tau kapan bisa rilis cerita itu. Hehe. Aku juga masih harus kasih boncap setelah novel ini tamat kan. kwkwk. Mau nikahin Hero sama Anna dulu. Kasian dan pada kebelet.