
Aulia dan Andra benar-benar seperti sepasang calon pengantin sedang di pingit. Malam ini seperti malam cukup kelam bagi Aulia dan Andra. Terlihat dari mereka berdua sedang terbaring di atas ranjang dengan wajah kaku, kedua bola mata terus melirik ke langit-langit kamar. Bibir Aulia dan Andra juga terus terkunci saat mereka berdua benar-benar di haruskan tidur dalam satu kamar.
"Aulia," panggil Andra membuat Aulia terkejut.
"Hem" Aulia spontan menoleh ke sisi kiri.
Andra memiringkan tubuhnya, "Aku perhatikan kamu sepertinya sulit bergerak. Jika kamu kesulitan bergerak, maka aku akan menyatukan ranjang kita berdua," ucap Andra memberi saran.
"Tidak perlu, a-aku bisa tidur dengan ranjang sekecil ini kok," sahut Aulia kaku.
"Kalau gitu cepat lah tidur," ucap Andra melirik ke jam menunjukkan pukul 12:30 malam.
Aulia menarik selimut hingga menutup ke wajahnya, "A-aku tidak bisa tidur."
Andra perlahan turun dari ranjang, "Apa karena kita tidur sekamar?" tangan kanan mengarah ke pintu, "Kalau gitu aku akan tidur di bawah saja."
"Tidak usah," Aulia melambaikan tangan dari balik selimutnya, "Aku takut kamu nanti sakit. Dan...sebaiknya kamu tetap temani aku tidur di sini," pinta Aulia lembut.
"Apa kamu ingin aku ceritakan tentang sebuah Dongeng? atau nyanyian buat penghantar tidur?" tanya Andra memberi saran.
"Dongeng saja," sahut Aulia sedikit malu-malu.
Andra kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap Aulia, "Agar aku memastikan kamu tidur atau tidak, aku minta turunkan selimut dari wajah kamu."
"Baik," sahut Aulia patuh, posisi tubuh juga berubah menghadap Andra.
"Kamu harus dengar dongeng ini ya," ucap Andra mulai bercerita tentang Dongeng Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam).
..."Ini adalah kisah hidup seorang gadis remaja cantik berusia 17 tahun di tahun 1968 sebut saja Estella. Awal kehidupan Estella sangat memilukan. Estella besar dan tumbuh di jalanan tanpa kasih sayang dari kedua orang tua. Kehidupan yang kejam mengantarkan dirinya pada sebuah jalan hidup yang harus di tempuh dengan jalur membunuh. ...
...Hingga suatu saat Estella menerima sebuah pekerjaan dari salah seorang Bangsawan dengan upah cukup menjanjikan. Dengan 10 jari lentik dan keahliannya, Estella berhasil membunuh semua para musuh. ...
...Namun, nyawa Estella berakhir tragis di tangan Bangsawan itu sendiri." ...
Andra menghentikan dongeng nya saat melihat Aulia sudah tertidur lelap. Tidak ingin membuat Aulia tidur di dalam sinar lampu cukup terang, Andra segera bangkit mematikan lampu kamarnya.
ctak!
Lampu kamar cerah kini diganti dengan lampu tidur.
Merasa kedua matanya belum mengantuk, kedua kaki Andra berjalan sedikit mendekati jendela. Tangan kanan menyingkap sedikit kain gorden. Namun, kedua mata Andra membulat sempurna saat melihat seorang wanita memakai topi dan masker sedang berdiri tempat menghadap jendela Andra. Andra segera menutup kain gorden nya saat melihat wanita itu mengarahkan tangan seperti pistol.
"Siapa wanita itu? atau jangan-jangan..." gumam Andra terhenti saat memikirkan perkataan tuan Agung ternyata benar. Tapi kenapa wanita itu berada di halaman rumah. Apa wanita itu mengetahui jika Aulia tinggal bersama dengan mereka? tidak ingin terjadi hal buruk kepada Aulia, kedua kaki Andra segera mendekati pintu. Andra juga menahan kunci pintu tersebut dengan sofa, agar tidak ada orang yang bisa masuk ke dalam kamar. Merasa cukup yakin melihat pintu sudah di ganjel oleh sofa. Andra segera mengirim pesan ke Tarjok dan tuan Agung.
Isi pesannya:
"Sepertinya wanita itu sudah mengetahui jika Aulia tinggal bersamaku. Aku harap Om dan Papa malam ini jangan tidur terlalu lelap. Ketatkan semua keamanan di rumah masing-masing. Dan jangan lupa kunci kamar agar orang lain tidak bisa menerobos masuk."
Setelah berhasil mengirim pesan singkat kepada tuan Agung dan Tarjok. Andra mendorong perlahan ranjangnya mendekati ranjang Aulia.
Krek!!krekk!!
Setelah semuanya selesai, Andra merebahkan tubuhnya, "Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang," gumam Andra pelan sembari memejamkan kedua matanya.
Tik! Tik! Tik!
Jam terus berjalan, dan kini jarum pendek sudah menunjukkan pukul 03:40 pagi. Pendingin ruangan terus menyala dengan Volume tinggi. Udara subuh perlahan menyelinap masuk dari sela-sela jendela.
Grepp!! grep!
"Panda ini ternyata beneran empuk dan berotot," gumam Aulia ngelindur. Kalau di dalam mimpi Aulia. Kedua mata Aulia melihat ada Panda kecil imut berotot sedang duduk bersamanya.
...ILUSTRASI ...
Merasakan gerakan Aulia mulai menjalar ke bagian tubuh lainnya. Andra spontan membuka kedua matanya, kedua tangan segera menyingkap selimut. Benar saja, Aulia kini mulai bermimpi hal aneh sehingga tangannya dengan ramah menjalar bebas di bidang dada. Merasa sedikit terang-sang, tangan kanan Andra mendarat tepat ke dahi Aulia.
Ctak!
"Auuuw!! kamu jahat sekali Panda," gumam Aulia masih berpikir jika dirinya sedang tidur.
"Bangun Aulia. Kamu hampir memperko-sa ku!" ucap Andra datar.
Aulia spontan membuka kedua matanya, "Ka-kamu!" ucap Aulia spontan melompat ke belakang hingga tubuhnya terjatuh dari ranjang.
Brak!!!
"Aduh...duh! sakit sekali pinggangku!" keluh Aulia merasa sakit pada bagian pinggangnya.
"Kamu kenapa lebay sekali sih?" tanya Andra sembari mengulurkan tangan kanannya.
Aulia menerima uluran tangan Andra. Namun bibir mengumpat kesal, "Habisnya kamu kenapa menyatukan ranjang kita. Oh.... jangan-jangan...Panda yang aku pikir berotot itu adalah otot kamu?" tanya Aulia histeris.
Andra kembali merebahkan tubuh Aulia, "Jangan banyak berpikir hal jorok kamu! mungkin mimpi kamu benar," ucap Andra berbohong.
"Kenapa aku harus tidur kembali?" tanya Aulia penasaran.
"Aku hanya ingin memastikan kamu terbangun dengan keadaan yang utuh," ucap Andra membelai puncak kepala Aulia.
"Aku baru tahu kalau kamu bisa menggombal. Apa kamu juga pernah menggombal kepada wanita lain selain aku?" tanya Aulia sedikit cemburu.
Cuit!!!
Andra menarik lembut hidung mancung Aulia.
"Wanita satu-satunya yang ingin aku kasih kata-kata manis itu adalah kamu. Tidak ada wanita lain yang bisa mengisi hatiku selain diri kamu. Dan satu lagi, aku serius dengan cintaku kepada kamu!"
Aulia menepis tangan Andra, "Sakit tahu!" kedua bola mata itu melirik ke arah Andra, "Kalimat kamu seperti nya sering aku dengar di sebuah Novel. Apa semua kalimat cinta itu terinspirasi dari novel?" tanya Aulia penasaran.
"Tidak. Semua kalimat itu memang langsung keluar sendiri dari bibirku saat kedua mataku melihat wajah kamu," ucap Andra terdengar serius.
"Kamu membuat aku malu," gumam Aulia sembari menarik selimut menutup wajah merahnya.
"Aulia dengarkan aku baik-baik," ucap Andra terdengar tegas.
Aulia menurunkan perlahan selimut nya, "Apa itu?" tanya Aulia lembut.
"Wanita itu tadi malam datang. Aku rasa dia sudah mengetahui keberadaan kamu. Aku hanya ingin meminta satu permintaan kepada kamu. Permintaan itu adalah....jangan pernah pergi selain bersamaku. Tetap di sampingku, meski kamu merasa bosan. Jika kamu telah jenuh, katakan padaku jika kamu jenuh agar aku bisa mengubah kejenuhan itu menjadi hal yang paling menggembirakan. Apa kamu mengerti?"
"Hem" angguk Aulia.
...Bersambung ...