Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 55. suara bel


✨ PUKUL 06:30 PAGI✨


Dig!dog!


Suara bunyi bel pintu terus mengusik kedua telinga Aulia. Seharusnya dia masih bisa tidur lelap, dan sedikit bersantai. Tapi karena mendengar suara bel terus berbunyi dan Venus sedang permisi untuk lari pagi. Aulia terpaksa turun dari ranjang.


"Siapa sih, pagi-pagi gini sudah ganggu!" gumam Aulia masih mengantuk, kedua kaki perlahan menuruni anak tangga.


Ding! dong!


Bel kembali berbunyi.


"Sabar...sabar..ngerti tidak kata sabar!" ucap Aulia meninggikan nada suaranya, tangan kanan membuka pintu.


Ceklek!!


Blam!


Aulia kembali menutup pintu, karena ada Azzuri dan Jack sedang berdiri di depan pintu Apartemen miliknya.


"Kedua bola mataku sudah terusik dengan wajah pria menyebalkan itu. Kenapa dia terus menghantui kehidupanku. Dan kenapa belakangan ini saja dia mengusik hidupku! sungguh mencurigakan," gerutu Aulia kesal, kedua kaki ia bawa melangkah kembali menuju kamar.


Ding dong!


Baru saja 3 langkah menaiki anak tangga. Langkah Aulia kini harus terhenti kembali saat mendengar suara bel terus berbunyi. Tidak ingin mengganggu tetangga, Aulia kembali melangkah dan membuka pintu.


"Apalagi sih. Nggak pu...." ucapan Aulia terhenti saat Azzuri meletakkan jari telunjuk menempel di bibir Aulia.


"Kenapa nona muda yang satu ini ceret sekali!" ucap Azzuri melangkahkan kedua kakinya ke depan, sehingga Aulia berjalan mundur ke belakang.


Aulia menepis tangan Azzuri, "Jauhkan tangan kamu yang bau itu!"


Azzuri mendekatkan wajahnya, membuat Aulia membuang wajah ke sisi kanan, "Kenapa kamu bisa tahu posisiku. Dan tadi juga kamu bisa tahu siapa yang menekan tombol bel," Azzuri kembali mendekatkan wajahnya, "Atau jangan-jangan kamu sudah bisa melihat?"


"Ma-mana mungkin bisa secepat itu!" sahut Aulia kaku, kedua bola matanya mendadak melirik ke sana dan kemari seperti orang buta.


Grep!!


Azzuri langsung menggendong tubuh Aulia.


"Hey, apa yang sedang kamu inginkan?" tanya Aulia sedikit berteriak, kedua tangan memukul punggung Azzuri.


Blam!!


Azzuri menjatuhkan tubuh Aulia di sofa. Azzuri juga menindih tubuh Aulia.


"Kenapa kamu menekan ku dari atas?" tanya Aulia meninggikan nada suaranya.


Azzuri mendekatkan bibirnya ke daun telinga kanan Aulia, "Katakan! apa kamu sudah bisa melihat?" tanya Azzuri sedikit menekan nada suaranya.


"Bukan urusan kamu!" sahut Aulia kembali meninggikan nada suaranya.


Perlahan Azzuri mendekatkan wajahnya hingga hembusan nafas miliknya menyentuh pipi Aulia, "Jika kamu tidak jujur juga, maka aku akan...."


"I-Iya, ia aku jujur. Aku sudah pulih. Tapi bukan berarti kesembuhan ku itu harus aku beritahu sama kamu!" Aulia mendorong tubuh Azzuri.


Blam!


"Auw!" keluh Azzuri merasa sakit pada pinggang bagian belakang.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aulia cemas.


Azzuri mengulurkan tangan kanannya, "Kenapa kamu sangat membenci ku?" tanya Azzuri merasa Aulia sangat membencinya sehingga terus melukai dirinya tanpa belas kasih.


"A-aku hanya tidak ingin dekat-dekat kamu. Bukankah kamu sudah tahu jika aku sudah memiliki kekasih sekaligus calon suami!" ucap Aulia sembari membantu Azzuri bangkit.


"Selagi cincin Diamond tidak melingkar di jari manis. Maka kamu masih bisa berhak aku miliki. Jangan tanya kenapa aku sangat menginginkan kamu. Tapi coba tanya kenapa takdir tiba-tiba menyuruh kita berdua berjumpa!" sahut Azzuri serius.


"Aku mohon hentikan perbuatan konyol ini. Buat apa kamu membuang waktu terus mengejar seseorang yang mungkin tidak akan kamu miliki. Dan buat apa kamu terus mendekati seseorang yang mungkin tidak akan pernah bisa mencintai kamu. Wanita di luar masih banyak yang lebih cantik dan oke dari diriku. Jadi ubahlah haluan pencarian kamu ke mereka semua!" ucap Aulia tegas.


"Wanita cantik, seksi, dan bohay memang banyak di luar sana. Tapi untuk wanita yang terus mengisi memori pikiranku dan keseharianku itu hanya kamu!" ucap Azzuri mengarahkan jari telunjuknya ke Aulia.


"Karena kamu terus mengikuti makanya kamu terus merasakan adanya aku di dalam bayang-bayang keseharian kamu. Jadi berhentilah mulai dari sekarang. Karena aku tidak pantas buat kamu. Dan kamu juga tidak pantas menerima ku!"


Azzuri berdiri, "Sekalipun kamu menjadi Janda! aku tetap akan terus mengejar kamu. Karena hanya kamu yang mampu mengisi ruang hampa di hati ku!" ucap Azzuri sedikit menggombal.


"Aku mohon keluarlah dari Apartemen milikku!" tegas Aulia mengalihkan pembicaraan.


"Aku mohon sarapan pagi lah bersamaku!" ucap Azzuri memberi permintaan kepada Aulia.


"Aku tidak bisa!" sahut Aulia ketus.


"Jack dan Venus sedang memberikan sarapan buat kita semua. Apa kamu tega membuat aku serapan berdua saja. Sekali-kali aku ingin mengajak kamu sarapan bareng. Apakah masih boleh?" tanya Azzuri melembutkan nada suara.


"Baiklah," Aulia berbalik bada, jari telunjuk mengarah ke sofa, "Kamu duduk di sana dan jangan nakal. Soalnya aku mau mandi dulu!"


"Kamu tidak kabur kan?" tanya Azzuri sedikit bercanda.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu!"


Tidak ingin terus mengajak Azzuri berbicara, dan waktu juga terus berjalan. Aulia mempercepat langkah kakinya menuju anak tangga. Aulia ingin cepat bersiap karena hari ini ada sebuah pertemuan penting dengan seorang konten kreator.


"Jangan naik, dan jangan nakal!" tegas Aulia melangkahkan kedua kakinya dengan cepat.


Azzuri kembali duduk, "Dasar gadis polos!" gumam Azzuri merasa gemas melihat sikap Aulia seperti anak kecil. Azzuri menyandarkan tubuhnya, "Kenapa sofa ini tercium aroma parfum seperti Aulia. Gadis itu wanginya sungguh manis!" sambung Azzuri melirik ke anak tangga.


Merasa bosan menunggu Aulia mandi, Azzuri beranjak dari sofa. Kedua kakinya ia ajak berkeliling di dalam ruang tamu. Sesekali sudut bibir itu tersenyum manis saat melihat beberapa foto kecil Aulia di pajang dinding. Kedua bola mata itu kembali berputar dan terhenti di salah satu foto kecil di pajang di atas meja. Foto masa kecil Andra dan Aulia.



...ILUSTRASI ...


"Sungguh menggemaskan. Ternyata dari kecil kamu memang sudah terlihat agresif," gumam Azzuri merasa gemas. Kedua bola mata Azzuri kembali melirik ke foto remaja Aulia bersama dengan Andra. Tangan kanan mengambil foto tersebut. Senyum tipis kembali terlihat. Azzuri menundukkan kepalanya, "Andra. Musuh dan saingan ku sekarang adalah kamu! jika Aulia bisa mencintai kamu, maka akan ku buat Aulia juga mencintaiku. Jika Aulia tidak bisa jadi milikku. Maka Aulia juga tidak akan bisa jadi milikmu!"



...ILUSTRASI FOTO REMAJA AULIA& ANDRA...


Tap!! tap!!


Mendengar suara langkah kaki sendal rumah wanita Azzuri segera meletakkan kembali foto Aulia dan Andra. Azzuri tercengang saat melihat Aulia berjalan ke arahnya, 'Kalau setiap pagi kedua mataku disuguhkan pemandangan seperti ini. Mungkin aku tidak akan tertarik lagi dengan pemandangan lainnya.'


...bersambung ...