Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 26. Terjebak Pria Predator


💫💫PUKUL 07:45 PAGI💫💫


“Hosh! Hosh” Aulia terus berlari dari kamar sambil memakai blazer kerja menuju ruang tamu, “Venus… kenapa kamu tidak membangunkan aku?”


Dengan santai Venus berdiri di tengah ruang tamu, tangan kanan terselip beberapa map dan tab, senyum manis terpancar di raut wajah Venus, “Selamat pagi nona muda. Apakah kedua telinga nona muda sudah tidak tersumbat lagi? Saya sudah membangunkan nona pakai toak, menggoyang tubuh nona, tapi nona tidak bangun juga.”


“Kamu pikir aku patung?” Aulia berlari melewati Venus menuju pintu, “Jangan banyak membual kamu! Kita akan terlambat nanti.”


“Baik nona muda,” sahut Venus berbalik badan mengikuti langkah Aulia dari belakang.


Satu jam kemudian, mobil Aulia memasuki tempat parkiran di Hotel khusus menyediakan ruang rapat. Saat mobil hendak di parkir ada mobil sport menerobos masuk ke lahan parkir tempat Aulia inginkan.


Cit!


“Ah” keluh Aulia kepentok bangku penumpang bagian depan tempat duduk Venus.


“Maaf nona muda, ada mobil menerobos masuk mendahului lahan parkir kita,” ucap Venus sambil menoleh ke belakang.


“Tidak akan aku biarkan,” Aulia segera melepaskan seatbelt miliknya, turun dari mobil menuju mobil sport terparkir di depannya. Aulia menundukkan sedikit tubuhnya, menempelkan wajahnya ke kaca jendela mobil, tangan kanan mengetuk kaca jendela, “Keluar!”


Tak!tak


Jendela kaca mobil perlahan turun, terlihat seorang pria tersenyum manis kepada Aulia, “Hai nona muda,” sapa pria tersebut.


Aulia berbalik badan dengan wajah bingung, “Azzuri!" Aulia membuang wajah ke sisi kiri, "Kata Papa dan Venus dia adalah predator,” Aulia melempar senyum manis, kedua kaki perlahan berjalan cepat meninggalkan mobil sport Azzuri.


“Nona muda tidak jadi memberi pelajaran buat orang yang berada di dalam mobil?” tanya Venus menatap kepergian Aulia.


“Azzuri!” ucap Aulia tanpa suara, tangan kanan menunjuk ke sisi kanan menuju mobil milik Azzuri. Tidak ingin bertemu dengan Azzuri lebih lama lagi, Aulia segera melangkah pergi menuju Hotel terlebih dahulu kemudian di susul oleh Venus.


.


.


💫💫Di ruang rapat💫💫


Aulia duduk di bangku paling akhir, sedangkan Venus berdiri di belakang Aulia. Ada 10 menit mereka menunggu masuk seorang pengawal membuka pintu ruangan, suara langkah tapak sepatu pansus pria terdengar dari luar sampai masuk ke dalam ruangan. Suara langkah tapak sepatu pria terhenti di depan pintu ruangan.


Aulia segera berdiri, kedua bola mata membesar saat melihat pria muda berwajah tampan berdiri di depan pintu ruangan dengan senyum manis menatap wajah bingungnya. Aulia melirik ke Venus berdiri di belakangnya.


“Biasa saja nona muda. Jangan buat diri Anda sudah mengenal dirinya,” ucap Venus sedikit berbisik.


Aulia mengangguk, kemudian kembali duduk.


“Selamat pagi semua!” sapa Azzuri duduk di kursi utama kepada para pengusaha lainnya termasuk Aulia.


“Pagi!” sahut para pengusaha lainnya serentak, kecuali Aulia.


“Maaf sudah membuat kalian menungguku lama. Tadi di depan aku sempat terganggu dengan seorang gadis yang hendak memaki diriku!” ucap Azzuri sedikit menyinggung Aulia.


“Wah berani sekali gadis itu memarahi Presdir muda,” sahut salah satu pengusaha lainnya.


Aulia memalingkan wajahnya ke sisi kiri. ‘Berani sekali dia melebih-lebihkan tentang diriku. Perasaan aku tadi belum sempat memaki dirinya? Wah! Memang pria aneh.’


“I-iya,” sahut Aulia menoleh dengan wajah panik. Kedua mata Aulia mengedar ke pengusaha lainnya, “Ada apa?”


Tangan kanan Azzuri mengulur ke depan, “Saya ingin melihat perhiasan model baru dari perusahaan Anda. Karena perhiasan dari perusahaan Anda terkenal memiliki kualitas bagus, serta barang juga selalu update sesuai keinginan masing-masing kebutuhan wanita. Baik dari kalangan menengah ataupun kalangan atas.”


“Tentu,” Aulia segera membuka tab miliknya, membuka galeri gambar sudah terhubung ke layar monitor. Aulia segera berdiri, menjelaskan jenis berlian dari perusahaan miliknya, “Ini adalah Koh-I-Noor, berlian paling legendaris sekaligus termahal di dunia. Dengan berat 105.6 karat, “Koh-i-Noor” berasal dari Bahasa India yang berarti “Gunung Cahaya”. Batu mulia yang satu ini tepatnya berasal dari Golconda, Andrha, Pradesh, dan India. Ada banyak batu lagi yang kami miliki di sini, seperti Sancy, dan lainnya,” Aulia menundukkan sedikit tubuhnya, “Terimakasih.”


Prok! Prok


Azzuri berdiri, tangan kanan mengarah ke kursi Aulia, “Silahkan duduk kembali,” Azzuri menatap satu persatu pengusaha masih berdiam diri di kursinya, “Karena aku sudah dapat rekan bisnis sesuai dengan desain baju baru dari perusahaan kami. Maka rapat hari ini saya sudahi,” ucap Azzuri mengakhiri rapat tanpa melihat usaha lainnya.


“Kenapa menyudahi rapat sebelum melihat koleksi dari perusahaan lainnya?” tanya Aulia bingung.


Azzuri mengulur kedua tangannya ke bangku rapat sisi kanan / kiri, b“Sepertinya mereka sudah mengenal aku lebih jauh lagi, daripada Anda nona muda,” sahut Azzuri santai.


Semua pengusaha berdiri, kepala menunduk menatap Aulia dan Azzuri. Satu persatu melangkah pergi meninggalkan ruang rapat.


Venus mendekatkan bibirnya di daun telinga kiri Aulia, “Sepertinya nona muda memang target selanjutnya.”


“APA!” sahut Aulia kuat.


“Jangan berteriak di dalam ruangan. Sayang suara indah kamu dihabiskan untuk teriakan tidak bermanfaat. Sampai jumpa di pertemuan pribadi 3 hari lagi,” ucap Azzuri melangkah pergi meninggalkan ruang rapat.


Aulia segera berdiri, tatapan serius mengarah pada Venus, “Kita tidak boleh berhubungan dengan mereka, Venus.”


“Sudah terlambat, mereka sudah lebih dahulu menyerang kita!” sahut Venus menunjukkan foto milik Aulia saat dirinya di peluk dengan mesra di pesta tuan muda Alexdian.


“TIDAK!” teriak Aulia hingga terdengar sampai keluar ruangan.


Azzuri menghentikan langkahnya di koridor samping ruang rapat, kepala menoleh ke belakang, “Teriakan yang cukup manis.”


Ternyata cahaya kamera di tengah-tengah ramai tamu undangan adalah ulah dari tuan muda Azzuri. Saat mendengar Aulia kembali ke Paris dan menerima undangan khusus dari tuan muda Alexdian, di situ Azzuri juga ikut serta bertindak untuk bertemu dengan Aulia. Tidak tahu tujuan apa dimiliki Azzuri buat Aulia, yang jelas saat ini Aulia sudah terjebak dan akan sulit keluar dari genggaman Azzuri. Presdir muda terkenal licik, cerdik, dan memiliki kepribadian ganda.


“Apakah nona muda baik-baik saja?” tanya Venus sesekali melirik dari kaca spion tengah mobil.


Aulia mengangguk.


“Kita balik ke kantor atau ke Apartemen?”


“Kita ke kafe dulu, aku lapar ingin makan banyak sambil meluapkan semua kekesalan atas ulah Presdir muda licik itu.”


“Baik.”


“Oh ya, apa kamu tahu hal pribadi tentang Azzuri?” tanya Aulia kembali mendekatkan tubuhnya ke bangku belakang milik Venus.


Venus menggeleng, “Tidak tahu banyak, karena semua tentang Azzuri di tutup rapat-rapat oleh pihak publik. Kedua orang tua yang kaya dan memiliki segalanya mampu membungkam mulut wartawan dan lainnya jika melihat ada satu kesalahan yang dilakukan oleh tuan Azzuri.”


“Huf! Apes aku!”


...BERSAMBUNG...