Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 22. FLASHBACK


Wardhani sudah di bawa masuk ke dalam mobil pihak yang berwajib. Saat mengetahui usaha dengan bayaran cukup maha berakhir sia-sia, Wardhani terus mengumpat kesal kepada tuan Agung.


"Gara-gara kamu aku kehilangan rumahku. Kehilangan uang 1 Miliyar hanya untuk membayar semua orang buat menghabisi kalian semua."


Tuan Agung hanya bisa membalas senyuman kepada mantan istrinya itu. Sedangkan Tarjok dan Venus hanya bisa melambai dengan bibir tersenyum puas menatap kepergian Wardhani.


“Suatu saat aku pasti akan kembali untuk menghancurkan keluarga kamu, AGUNG LAKSMANA!” teriak Wardhani mengeluarkan sedikit kepalanya dari dalam mobil pihak yang berwajib.


Tuan Agung melambai, “Baik. Aku akan menunggu kedatangan kamu!” tangan kanan melambai, “Semoga kamu senang menerima tempat baru.”


“Tidak! Aku pastikan aku akan bebas dan aku akan….”


“DIAM! Ini bukan hutan,” ucap salah satu pihak berwajib menutup jendela mobil.


Wiuw! Wiuw!


Mobil pihak yang berwajib perlahan keluar dari pekarangan rumah tuan Agung. Tuan Agung hanya bisa melambai ke mobil pihak berwajib.


Tuan Agung menoleh ke sisi kiri, “Apakah benar Pak Samto ikut serta dalam kasus ini?” tanya tuan Agung kepada Venus.


“Benar,” Venus mengambil benda pipih miliknya, menunjukkan Dashcam, “Semua bukti ada di sini. Mereka berjumpa sebelum nona muda kembali pulang ke tanah air. Kasus penculikan nona muda juga ulah dari Pak Samto,” Venus menundukkan kepalanya, “Tapi saya minta maaf kepada Presdir. Sebelum Pak Samto menerima ganjarannya dirinya ditemukan sudah tidak bernyawa berada di dalam kamarnya,” ucap Venus memberitahu tuan Agung jika Pak Samto bun-uh diri sebelum di tangkap.


Tuan Agung memukul pelan bahu kanan Venus, “Tidak masalah. Kerja kamu bagus. Aku suka,” tangan kanan mengarah ke dalam rumah, “Aku mau melihat putriku dulu,” ucap tuan Agung melangkah pergi masuk ke dalam rumah di ikuti Venus dan juga Tarjok.


.


.


✨✨Di dalam kamar Aulia✨✨


Aulia berdiri di samping ranjang, dahi kiri di balut perban, Aulia terus menatap lekat wajah Marsya, “Apakah Anda beneran Marsya Aulia?” tangan kanan mengarah ke dada, “Mama yang melahirkan aku?” jari telunjuk tangan kanan mengarah ke pintu kamar, “Istri dari tuan Agung Laksamana?”


Aulia masih tidak percaya jika Marsya dan tuan Agung masih hidup. Aulia terus bertanya secara bergantian apa benar kedua orang tua sudah mati berbulan-bulan kini hidup kembali. Jika itu sebuah novel mungkin Aulia percaya, tapi ini adalah dunia nyata. Di mana Aulia melihat jelas jasad sepasang suami/istri hampir tidak dikenali terbaring di depannya.


Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa tuan Agung dan Marsya tidak meninggal?


Marsya menepuk tepian ranjang sebelah kiri, “Mama akan menjelaskannya, asal kamu duduk dulu dengan tenang seperti tante Ningrum.”


“Baiklah,” sahut Aulia patuh, duduk di sebelah kiri Marsya.


Marsya mengambil tangan kanan Aulia, membelai lembut punggung tangan putrinya, “Jadi seperti ini.”


.


Kalau masih ada yang belum mengerti boleh melihat di bab 09, waktu kejadian kecelakaan tuan Agung dan Marsya.


Waktu itu memang benar tuan Agung dan Marsya hendak pergi menuju kota Bandung. Setelah mengirim pesan singkat kepada Tarjok. Tarjok segera beranjak pergi dari rumah menyusul tuan Agung dan Marsya. Karena Tarjok baru saja mendapat pesan singkat dari Venus jika semua dalang penculikan Aulia adalah ulah mantan Istri pertama tuan Agung yaitu Wardhani yang bekerja sama dengan supir pribadi Aulia yaitu Pak Samto.


Sepanjang perjalanan menyusul tuan Agung dan Marsya, Tarjok sempat membayar seseorang, dan Tarjok juga sudah membawa wajah palsu mirip tuan Agung dan Marsya untuk dikenakan oleh sepasang suami/istri tersebut, untuk menggantikan posisi tuan Agung dan Marsya. Agar tuan Agung dan Marsya tetap selama dari kejadian buruk ulah dari mantan istri pertamanya.


Sebelum mobil milik tuan Agung dan Marsya sampai di persimpangan jalan, Tarjok menelpon tuan Agung, tapi panggilan telponnya tidak di angkat. Karena tidak di angkat, Tarjok memutuskan untuk menelepon helikopter pribadi dan beberapa mobil pribadi untuk segera mendarat di lokasi. Tarjok bertambah cemas, ia melajukan mobilnya dengan cepat mengikuti sesuai arah kemana perginya mobil tuan Agung.


Dari jarak 100 Meter terdengar suara dentuman sangat kuat.


Bam!


Suara dentuman itu ternyata dari mobil milik tuan Agung dan Marsya. Saat Tarjok sampai, pelakunya sudah hilang dan hanya ada rekaman CCTV di jalan.


Mobil Tarjok, Helikopter pribadi beserta Dokter pribadi mendarat dengan tepat waktu di tempat kejadian.


Tarjok segera keluar dari dalam mobil menuju mendekati mobil tuan Agung dan Marsya. Melihat mobil depan remuk parah seperti itu, Tarjok berpikir jika tuan Agung dan Marsya pasti tidak akan selamat. Sambil terisak dalam hati, Tarjok, beberapa anak buah segera mengeluarkan tuan Agung dan Marsya dari dalam mobil. 2 tandu segera membawa tubuh tuan Agung dan juga Marsya masuk ke dalam helikopter pribadi.


“Tuan bisa mendengar saya?” tanya Tarjok memukul pelan pipi tuan Agung dipenuhi dara dan sudah terasa dingin.


Tuan Agung perlahan membuka kedua matanya, “Aulia…” kemudian mata tuan Agung kembali tertutup.


Dokter pribadi segera bergegas mengatur pernapasan tuan Agung dan juga Marsya. Tidak ingin membuat keributan dan kehebohan, sambil menunggu tuan Agung dan Marsya melewati masa kritis, helikopter terbang ke atas. Dokter pribadai terus berjuang selama 30 menit lamanya untuk mengembalikan masa kritis tuan Agung dan Marsya, kini harus bernafas lega saat melihat layar EKG berjalan sesuai keinginan.


Tarjok juga terus bersujud syukur saat mengetahui tuan Agung dan Marsya selama dari masa kritis.


Setelah 1 hari di rawat di rumah sakit dalam Negeri. Tarjok memutuskan untuk memindahkan tuan Agung dan Marsya ke rumah sakit Luar Negeri. Tempat di mana Marsya dulu di rawat. Selama masa pemulihan tuan Agung dan Marsya menetap di sana.


Agar Aulia tetap terjaga, tuan Agung menyuruh Tarjok memasang CCTV secara diam-diam di seluruh tempat Aulia pergi agar dengan mudah tuan Agung memantau pergerakan putri kesayangannya.


1 hari kejadian itu, Tarjok mendapat pesan singkat dari Venus jika Pak Samto supir pribadi Aulia di temukan bunuh diri di dalam kamar. Venus juga mengatakan target dari manta istri pertama tuan Agung adalah Aulia. Benar saja, setelah kepergian Tarjok ke luar Negeri untuk menjemput tuan Agung dan Marsya, serta menangkap beberapa anak buah Wardhani. Beberapa hari kemudian ada wanita mengaku sebagai kerabat Marsya. Wanita itu adalah Wardhani datang menyamar sebagai kerabat dari mendiang Marsya.


Dari kejauhan tuan Agung hanya bisa tersenyum melihat tingkah klise Wardhani.


Alasan tuan Agung tidak takut terjadi hal buruk kepada Aulia hanya satu, yaitu Andra. Tuan Agung dan Marsya bisa tenang saat Andra terus bersama dengan Aulia. Hingga masalah selesai tuan Agung dan Marsya tetap tenang.


Flashback off.


...Bersambung...