Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 106. Pria di dalam mobil hitam


Pukul 08:30 malam. Saat Aulia hendak pergi makan malam bersama dengan Venus di luar. Ada sebuah mobil box berhenti di depan gerbang kediaman rumah Aulia. Terlihat seorang pria seperti pengantar paket keluar dari dalam mobil dengan tangan memegang kandang kucing, dan berjalan masuk ke dalam gerbang.


Aulia sudah masuk ke dalam mobil terpaksa keluar kembali.


“Venus, apa kamu memesan kandang kucing?” tanya Aulia.


Venus menurutkan jendela kaca mobilnya, bola mata Venus melirik ke kandang kucing berada di dalam genggaman pria pengantar paket, lalu berkata, “Tidak nona muda. Tapi kelihatannya di dalam kandang kucing itu adalah Grey.”


“Apa! Grey?!”


“Iya, coba lihat saja isi dalam kandang tersebut ada bulu kucing berwarna abu-abu,” ucap Venus.


“Kalau gitu aku lihat dulu,” sahut Aulia.


Aulia keluar dari mobil, kedua kakinya segera berlari mendekati pria pengantar paket tersebut.


Melihat Aulia berlari mendekati pria pengantar paket, pria pengantar paket segera menghentikan langkah kakinya.


“Apa di dalam itu adalah Grey?” tanya Aulia.


“Anda benar nona muda. Apakah Anda adalah nona muda Aulia Laksmana?” tanya pria pengantar paket.


Aulia mengangguk, “Kamu benar. Apa semua ini Papa dan Mama yang meminta kamu mengirimkan Grey kepadaku?” tanya Aulia kembali.


“Tidak, ada seseorang yang meminta saya mengirimkan ini kepada Anda. Karena Grey sekarang sudah berada bersama Anda, maka saya permisi pamit pulang dulu,” ucap pengantar paket.


“Siapa yang menyuruh Anda?” tanya Aulia penasaran.


“Maaf, saya tidak bisa mengatakannya,” sahut pria pengantar paket.


“Kalau gitu terimakasih,” ucap Aulia dengan raut wajah masih bertanya-tanya.


“Sama-sama, saya permisi,” sahut pria pengantar paket.


Pria pengantar paket berbalik badan, ia pun segera pergi meninggalkan Aulia. Sedangkan Aulia masih terus bertanya-tanya siapakah orang yang mengirimkan Grey. Jika bukan tuan Agung dan Marsya lalu siapa? Dan kenapa sewaktu Grey di jemput mereka berkata jika mereka adalah suruhan Aulia. Siapakah orang tersebut?


“Apakah semuanya baik-baik saja nona muda?” tanya Venus baru saja tiba.


“Eh..i-iya,” sahut Aulia panik saat Venus bertanya.


“Kalau gitu sini saya bawa Grey masuk ke dalam, dan jangan lupa bersihkan kedua tangan nona muda dengan tisu basah,” ucap Venus memberikan selembar tisu basah ke Aulia.


Aulia memberikan kandang Grey kepada Venus, lalu mengambil tisu basah dari tangan Venus.


“Grey sepertinya tidur, jadi kamu letakkan saja di dekat tempat makanannya. Siapa tahu kalau ia bangun, perutnya lapar dan dia bisa langsung makan sendiri,” perintah Aulia.


“Siap, nona muda,” sahut Venus.


Venus pun kini pergi meninggalkan Aulia, membawa Grey bersama kandangnya masuk ke dalam rumah. Sedangkan Aulia masih terus bertanya-tanya siapakah orang itu.


“Sebaiknya aku tanya Papa saja. Eh…tapi tidak perlu, jika aku bertanya kepada Papa dan Mama, takutnya mereka mencemaskan aku. Sebaiknya aku berikan pesan singkat saja sebagai tanda jika Grey sudah sampai,” gumam Aulia.


Aulia pun mengambil benda pipih miliknya, lalu mengirimkan pesan singkat kepada tuan Agung.


...‘Papa terimakasih sudah mengirimkan Grey. Grey kini sudah sampai dengan selamat, dan dirinya sedang bocan (bobok cantik).’...


Setelah mengirimkan pesan singkat tersebut. Aulia kembali memasukkan benda pipih nya ke dalam tas mini miliknya, lalu kedua kaki ia bawa melangkah mendekati mobil, dan masuk ke dalam.


Tak lama kemudian, Venus datang, dan masuk ke dalam mobil.


“Maaf sudah membuat nona muda menunggu lama. Kalau gitu kita mau pergi kemana, nona muda?” tanya Venus.


“Ke Restauran yang biasa kita kunjungi saja,” sahut Aulia tampak tidak semangat.


“Kenapa nada suara nona muda tampak tidak bersemangat. Apakah nona muda sedang sakit?” tanya Venus cemas.


Venus memasang seatbelt, lalu menghidupkan mesin mobil, “Kalau gitu kita akan berangkat,” ucap Venus memutar stir kemudinya.


Mobil kini pun sudah melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumah Aulia. Saat mobil milik Aulia keluar dari gerbang, tanpa Aulia dan Venus sadari, ada sebuah mobil hitam berhenti tak jauh dari kediaman rumah Aulia. Saat mobil Aulia sudah berada sedikit jauh dari kediaman rumahnya, mobil tersebut pun ikut melaju dengan kecepatan lambat.


Aulia terus memandang ke arah jendela. Namun, kedua bola mata Aulia tidak sengaja melirik ke spion samping, dahinya terus mengerut saat melihat mobil hitam terus mengikuti mereka dengan lambat. Penasaran dengan seseorang berada di dalam mobil hitam tersebut. Aulia pun memutar kedua bolanya ke Venus.


“Venus, coba kamu lajukan mobil ini dengan kecepatan tinggi,” perintah Aulia.


“Baik nona muda,” sahut Venus patuh.


Venus pun melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi sesuai permintaan Aulia.


Saat mobil sudah melaju dengan kecepatan tinggi, kedua bola mata Aulia masih terus melirik ke kaca spion samping. Melihat mobil hitam berada di belakang mobil mereka juga ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dahi Aulia kembali mengerut, otak kecilnya pun kembali berpikir jika mobil tersebut adalah orang jahat.


“Venus, coba kamu hentikan mobil ini!” tegas Aulia.


“Tapi nona muda, saya tidak bisa menghentikan dengan tiba-tiba,” sahut Venus.


“Aku bilang hentikan sekarang juga!” tegas Aulia sekali lagi.


“Ba-baik nona muda,” sahut Venus patuh.


Sebelum menghentikan mobil dengan kecepatan tinggi secara tiba-tiba. Venus membanting setir ke kanan-kiri. Lalu menginjak rem.


Ccitttt!!!!


Terdengar suara rem cukup kuat.


Mobil hitam mengikuti Aulia pun ikut mengerem tepat di belakang mobil Aulia.


“Venus, kamu tunggu sebentar di sini!” tegas Aulia.


“Nona muda mau ke mana?” tanya Venus panik.


Aulia tidak menghiraukan pertanyaan Venus. Aulia langsung melepaskan seatbelt miliknya, lalu keluar dari mobil. Kedua kaki Aulia terus berjalan mendekati mobil hitam tersebut.


Tak!tak!


“Keluar!” teriak Aulia kepada pengemudi mobil hitam.


“Nona muda kenapa dengan pemilik mobil tersebut?” tanya Venus baru saja tiba di samping Aulia.


Aulia tidak menghiraukan pertanyaan Venus. Aulia kembali mengetuk kaca jendela mobil tersebut.


Tak!tak!


“Keluar kamu!” tegas Aulia.


Jendela kaca mobil tersebut perlahan turun.


Kedua mata Aulia dan Venus langsung membulat sempurna saat melihat siapa pengemudi di dalam mobil hitam tersebut. Setelah mengetahui siapa pemilik mobil hitam tersebut, Aulia tidak ingin memperpanjang masalah. Aulia kembali melangkah pergi meninggalkan mobil hitam tersebut, diikuti Venus berjalan di belakangnya.


Melihat Aulia dan Venus pergi berlalu begitu saja, pria dari dalam mobil hitam tersebut keluar. Pria tersebut berlari mengejar Aulia.


“Tunggu, Aulia!” ucap pria tersebut sedikit meninggikan nada suara.


Aulia tidak menghiraukan panggilan pria tersebut. Aulia dan Venus mengabaikannya dengan kembali masuk ke dalam mobil. Lalu melajukan mobil meninggalkan pria tersebut.


Melihat Aulia pergi tanpa membiarkan dirinya sedikit penjelasan. Pria tersebut berlari masuk ke dalam mobil. Dan ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menyeimbangi laju mobil Aulia.


...Bersambung...