
💫 2 bulan kemudian 💫
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini adalah di mana Perusahaan milik Azzuri melakukan promosi untuk rancangan desainer terbaru.
Sebuah gedung acara terlihat tertata rapih dan juga cukup modern. Karpet merah membentang luas di sepanjang Catwalk, balon warna-warni memenuhi langit gedung dengan lampu cukup terang.
Terlihat beberapa kru berlari ke sana-kemari. Tangan kanan juga memegang beberapa gulungan kertas.
"Ayo cepat-cepat, jangan lupa menata semua barang dengan rapih," ucap salah satu kru pria.
"Kita sudah tidak ada waktu lagi. 2 jam lagi acara akan di mulai dan salah satu model kita adalah seseorang yang cukup di hormati dan disegani!"
"Ayo, cepat-cepat!"
Waktu terus berjalan. 1 jam sebelum pembukaan peragaan busana, semua tempat sudah selesai. Para tamu undangan mulai berdatangan dan duduk sesuai kursi yang sudah ditentukan.
Azzuri bukan hanya mengundang pengusaha lain untuk hadir di peragaan busana miliknya. Azzuri juga ternyata mengundang tuan Agung dan juga Marsya. Terlihat jelas tuan Agung dan Marsya sudah duduk di bangku VIP paling depan.
Sebenarnya tuan Agung kurang menyukai Azzuri, tapi sebagai seorang panutan baik buat para karyawannya. Dan bukan itu saja, tuan Agung menerima undangan tersebut karena ingin mengunjungi Aulia, putri kesayangannya walau sebentar.
"Pa, Mama dengar ada seorang model spesial yang akan memakai baju rancangan senilai triliun rupiah. Dan model wanita itu juga yang memakai gelang buatan dari perusahaan milik Aulia!" ucap Marsya sedikit berbisik.
"Katanya juga iya. Tapi model mana yang terlihat spesial di kota ini. Menurut Papa model itu biasa-biasa saja," sahut tuan Agung sedikit berbisik.
"Mama jadi semakin penasaran siapa modelnya!" ucap Marsya melirik ke balik tirai panggung.
"Oh ya, Aulia kenapa tidak datang Ma?" tanya Agung tidak melihat Aulia ada di salah satu kursi tamu.
Marsya mengambil ponsel miliknya, dan menekan nomor Aulia, "Nggak tahu juga Mama. Dari tadi Mama sudah menghubungi Aulia tapi kenapa nomornya tidak bisa dihubungi?" tanya Marsya memasukkan kembali ponsel miliknya, "Apa mungkin dia masih tidur ya, Pa!"
Tuan Agung menggeleng, "Tabiatnya tidak pernah berubah, sudah mau menikah tapi tidak pernah berubah," ucap tuan Agung sudah tidak heran lagi.
"Oh ya, apa Papa sudah mengabari Aulia jika Andra sudah berhasil mencapai tujuannya?"
Tuan Agung mencubit gemas kedua pipi Marsya, "Itu surprise istriku. Sebaiknya kita lihat saja nanti setelah pulang dari sini," ucap tuan Agung gemas melihat Marsya terus bertanya seperti anak kecil.
Surprise apa maksud dari tuan Agung dan juga Marsya. Dan siapa model spesial itu. Semua masih tanda tanya.
Teng!
Bunyi jam tanda pembukaan acara terdengar cukup keras. Saat tirai pentas terbuka perlahan terlihat dari bawah jejeran sepatu hak tinggi wanita dengan berbagai bentuk warna hiasan kuku. Semakin ke atas semakin jelas model rancangan terbaru dari perusahaan milik Azzuri.
Namun saat tirai semakin menjulang tinggi ke atas, semua mata membulat sempurna saat melihat salah satu model berdiri paling depan. Kulit putih bersih hiasan gelang menambah kesan mewah tubuh wanita cantik itu.
Tuan Agung dan Marsya tercengang, "Aulia!" ucap mereka serentak.
Tuan Agung dan Marsya tidak percaya kenapa bisa dan kenapa mau Aulia menjadi model peragaan salah satu busana dari Perusahaan Azzuri. Bukannya tuan Agung dan Marsya tahu jika Aulia sangat membenci Azzuri dan selalu menghindarinya.
Musik pembukaan awal mulai terdengar, terlihat salah seorang presenter memasuki panggung.
"Selamat datang di pembukaan baju rancangan terbaru dari perusahaan milik tuan Azzuri Mahendra!" ucap presenter bersemangat. Tangan kanan mengulur ke sisi kanan pentas.
Azzuri memasuki pentas, kedua tapak tangannya menyatu, dan tak lupa senyum manis ditunjukkan buat para tamu undangan. Langkah kaki Azzuri pun terhenti di samping kanan Aulia.
"Sebelum kita memulai acaranya boleh tidak saya bertanya sedikit mengenai salah satu model spesial Anda atau sebut saja nona muda Laksmana Aulia?" tanya presenter seperti mewakili para tamu undangan, termasuk tuan Agung dan Marsya.
Azzuri merangkul Aulia. Tatapan penuh maksud mengarah ke kedua bola mata Aulia, "Baju spesial, dan perhiasan spesial memang di buat khusus buat orang yang spesial," sahut Azzuri penuh pertanyaan.
"Maksudnya apa tuan?" tanya presenter penasaran.
"Rahasia," sahut Azzuri masih menatap lekat bola mata Aulia.
Aulia membuang wajahnya ke sisi kiri, dengan senyum manis buat para tamu undangan terus ia berikan. Otak kecilnya kembali menampilkan kenangan dua bulan lalu, 'Sial. Kenapa aku harus terjebak di sini sih. Andai saja aku tidak terjebak dengan perbuatannya mungkin aku tidak akan mau menerima tawaran ini.'
.
.
✨ Flashback 2 bulan Lalu✨
Aulia dan Azzuri secara tidak sengaja bertemu di pesta salah satu Pengusaha muda. Pengusaha muda tersebut mengundang semua pengusaha terkenal lainnya. Termasuk, Aulia dan juga Azzuri.
Saat Aulia dan Venus berdiri di tengah-tengah ramai tamu undangan. Ada seorang pengusaha sedikit tua mendekati Aulia. Pengusaha tua itu menyodorkan segelas minuman anggur, "Temani aku minum," ucap pengusaha tersebut ingin mengajak Aulia minum bersama dengannya.
Aulia melambai, "Maaf, aku tidak minum minuman beralkohol," tolak Aulia sopan.
"Kenapa nona muda menghadang saya?"
Aulia mengulurkan tangannya, "Aku tidak bisa melihat orang sudah susah payah mengumpulkan tekad untuk mengajakku minum pulang dengan wajah sedih," ucap Aulia lembut.
"Jadi Anda ingin mengobrol dan minum bersama denganku?" tanya pengusaha tersebut merubah mimik wajahnya menjadi senang.
Aulia mengangguk. Tangan kanannya kembali mengulur, "Berikan minuman itu!"
Pengusaha tersebut pun memberikannya, "Mari kita bersulang," pengusaha tersebut mendekatkan bibir gelasnya ke bibir gelas Aulia.
Tingg!!!
"Nona muda jangan di minum," sela Venus menahan lengan kanan Aulia.
"Tidak masalah. Hanya sedikit," ucap Aulia menurunkan perlahan tangan Venus.
"Tapi nona...."
Gllekk!!!!glekk!!
Belum sempat Venus melarang sekali lagi, Aulia sudah lebih dahulu menenggak habis anggur di dalam gelas.
"Akh!" kedua bola mata melirik ke gelas kosong, dan membalik gelas tersebut, "Yah, kosong!"
"Anda mau lagi?" tanya pengusaha tersebut.
"Tidak. Terimakasih atas minumannya," tegas Venus menolak halus pengusaha tersebut.
Saat Venus masih mengobrol dengan pengusaha tersebut. Seorang pelayan minuman berjalan melewati Aulia sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman anggur.
"Berikan aku satu," ucap Aulia kepada mengehentikan pelayan tersebut.
Rupanya maksud kata satu Aulia adalah salah satu botol dari tiga botol Anggur di atas nampan. Tangan Aulia dengan cepat mengambil botol tersebut. Aulia juga berlari keluar dari ramainya tamu undangan, dan terhenti di tengah koridor menuju toilet.
"Aku baru tahu kalau rasa minuman ini bisa membuat hati sedikit adem," tangan kanan Aulia mengangkat botol minuman tersebut, dan mendekat kan pinggiran botol tersebut ke bibirnya.
Ckrek!!!
Satu kilatan dari sebuah Kamera menghentikan perbuatan Aulia.
"Bagaimana jika tuan Agung mengetahui putri kesayangannya mencoba minuman beralkohol?" tanya Azzuri menunjukkan foto Aulia.
"Berikan saja. Aku tidak takut!" ucap Aulia menantang.
"Benarkah! apa kamu yakin?"
"Katakan apa mau kamu?" tanya Aulia merasa ada tujuan lain dari perbuatan Azzuri.
"Jadilah model baju rancangan ku!"
"Kalau aku jadi modelnya kamu janji tidak akan memberikan foto itu kepada Papa, kan?" tanya Aulia memastikan.
Tangan kanan Azzuri mengulur, "Berikan aku dulu botol minuman itu!"
"Nah! tidak enak aja di minta," sahut Aulia memberikan botol minuman ke tangan Azzuri.
Prang!!!
Azzuri dengan santai membuang botol tersebut ke lantai.
"Kalau tidak enak kenapa kamu meminumnya dengan porsi besar?"
.
✨ FLASHBACK END ✨
Mulai dari kejadian itu Aulia menerima permintaan Azzuri.
Setelah sesi tanya-jawab selesai, acara segera di mulai. Penampilan pertama di lakukan oleh Aulia, kemudian para model lainnya.
...Bersambung ...