Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 31. Lebih Baik daripada tidak


“Nona muda, sepertinya nanti malam kita ada undangan makan malam di rumah tuan muda Alexdian,” ucap Venus berdiri di samping sofa Aulia.


Aulia menarik bantal kecil, menutup wajahnya, “Aku tidak ingin datang,” sahut Aulia dari balik bantal.


Venus perlahan membuka bantal kecil, “Apa Anda yakin nona muda. Ini bukan hanya undangan makan malam, tapi ini adalah sebuah kesempatan besar untuk memperluas wilayah Anda mengenai tentang bisnis di Negera ini dengan orang yang lebih berkuasa di sini.”


Aulia menurunkan perlahan bantal kecil dari wajahnya, kedua mata melirik ke Venus, “Jika kamu jadi aku. Kalau kamu berjumpa dengan seorang wanita yang pernah ingin merebut Ayah kamu dari Ibu kamu, dan sempat membuat kekacauan di dalam rumah tangga kedua orang tua kamu. Apa kamu tetap ingin bertemu dengan orang tersebut?” Aulia kembali menutup wajahnya, “Daripada pergi ke sana lebih bagus aku pergi mengelilingi kota Paris.”


“Sayangnya saya tidak memiliki kedua orang tua yang baik. Jadi saya tidak tahu hal seperti itu. Bagi saya sekarang adalah menciptakan masa depan yang indah, buat calon Istriku, dan calon anak-anakku nanti.”


Aulia bangkit, bantal kecil ia lempar ke wajah Venus, “Berisik.”


Bam!


Dengan cepat Venus mengambil bantal, dan merapihkan ke tempatnya kembali. Venus menatap kepergian Aulia, “Nona muda mau ke mana? Saya sarankan lebih bagus kita pergi saja. Jika memang dulunya tuan muda Alexdian adalah pria yang buruk, tapi sekarang dirinya kan sudah berubah.”


.


.


💫💫Pukul 19:30 malam💫💫


Keinginan dengan kenyataan tidak pernah sesuai dengan harapan. Saat Aulia hendak menolak pergi ke rumah tuan muda Alexdian, saat itu pula Azzuri dan Jack tengah berdiri di depan pintu Apartemen milik Aulia.


Ding dong!


Aulia mengulurkan kepalanya dari ruang kerja miliknya, “Venus…kenapa kamu tidak membuka pintunya?”


“Coba lihat sendiri siapa yang datang ke Apartemen nona muda,” sahut Venus dengan santainya sudah berdiri di samping daun pintu.


“Emang siapa yang terus memencet belnya. Apa dia tuli, sehingga terus-menerus menekan tombol rumah!” gerutu Aulia sambil melangkah pergi. Aulia menghentikan langkah kakinya, tangan kanan mendorong pelan tubuh Venus, “Awas.”


Kedua bola mata Aulia membulat sempurna saat dirinya mengintip dari lubang pintu. Aulia segera mencengkram kerah baju kemeja Venus, “Sepertinya tawaran mengenai pergi ke rumah tuan muda Alexdian itu lebih baik, daripada kita harus bertemu dengan pria seperti dia!” ucap Aulia dengan wajah serius.


Venus menaikkan kedua bahunya, “Tentu saja. Lagian tuan muda Alexdian tidak seburuk tuan Azzuri,” sahut Venus santai.


Aulia segera melepaskan genggaman kerah baju kemeja Venus, “Keduanya sama-sama buruk. Dan semua pria sama saja, buruk semuanya!” gerutu Aulia melangkah pergi menuju kamar.


“Termasuk Andra?” tanya Venus sedikit meninggikan nada suara.


Satu jam sudah berlalu, suara bel juga tidak terdengar lagi di telinga. Aulia keluar dengan anggunnya dengan baju gaun bunga-bunga, model tahun 70’an. Sedangkan Venus masih stay di tempat. Bibir Venus mengulas senyum tipis, saat melihat Aulia berjalan dengan wajah cemberut. Venus memegang gagang pintu, dan membukanya.


Belum sampai keluar pintu, kedua mata Aulia membesar, serta langkah kakinya juga ikut terhenti di depan pintu rumah. Perlahan Aulia melirik ke sisi kiri, dengan bibir berkata, “Ve-Venus. Di depanku ada predator,” ucap Aulia kaku.


Venus menutup pintu, ia berdiri di samping kiri Aulia. Tatapan serius mengarah pada Azzuri, “Selamat malam. Apa ada yang bisa kami bantu? Jika tuan menunggu pesanannya, maka pesanan itu masih di ukir dan di tempah sedemikian rupa. Agar semua ukiran dan batu menjadi indah buat model yang terpilih memakainya,” ucap Venus dengan pikirannya.


“Aku datang ke sini bukan untuk menanyakan hal itu, aku datang ke sini karena ingin mengajak nona muda makan malam bersama di luar,” kedua mata liar Azzuri menatap kulit mulus Aulia dari atas sampai bawah, “Apa nona muda bersedia?”


Venus membungkukkan sedikit tubuhnya, tangan kanan diletakkan di depan dada, “Maaf. Sudah ada orang lain terlebih dahulu mengundang nona muda,” Venus menegakkan tubuhnya, “Jika ingin mengajak nona muda, maka buat janji terlebih dahulu,” Venus mengarahkan tangan kananya ke koridor, “Mari kita pergi nona muda, karena kita sudah telat 30 menit dari jam yang sudah di tentukan.”


Aulia tidak berbicara apa pun, ia melangkahkan kedua kakinya menuju koridor. Namun langkahnya harus terhenti saat pergelangan tangan kirinya ditahan.


“Aku mohon pergilah denganku. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Seumur hidupku aku tidak pernah merayakannya dengan orang lain, atau aku tidak pernah mendapatkan ucapan spesial dari siapa pun. Aku mohon ikutlah denganku!” pinta Azzuri dengan nada merendah.


Aulia segera melepaskan tangan Azzuri, “Aku tidak perduli,” Aulia berbalik badan, kedua kaki melangkah cepat menuju koridor.


Mimik wajah Azzuri berubah menjadi kaku, dan Jack juga terlihat ikut cemas setelah mendengar penolakan kasar dari Aulia. Jack juga takut jika tuan mudanya itu akan berbuat kasar kepada Aulia karena setiap berjumpa Aulia selalu bersikap dingin dan cuek.


Venus menundukkan sedikit tubuhnya di depan Azzuri, “Saya pamit dulu, tuan,” kedua kaki Venus melangkah pergi meninggalkan Azzuri dan Jack.


Azzuri menatap telapak tangan kanannya, senyum manis terpancar di raut wajahnya, “Sangat menarik. Baru kali ini aku di tolak mentah-mentah oleh seorang wanita.”


“Apa Anda benar-benar baik-baik saja tuan?” tanya Jack dengan wajah kuatir.


Azzuri menepuk bahu kanan Jack, “Entah kenapa aku tidak bisa merasakan sakit hati jika wanita ini yang berkata kasar kepadaku. Bukannya aku ingin membencinya, tapi aku malah ingin menguasai dirinya. Wanita yang sangat-sangat hebat!” ucap Azzuri memuji Aulia.


‘Tidak seperti biasanya tuan muda Azzuri bisa selembut ini. Aku sering melihat dirinya kasar kepada semua wanita incarannya. Jika mereka tidak ingin menuruti keinginannya, maka tuan muda Azzuri akan melakukan perbuatan buruk kepada wanita itu. Kemudian mengancam mereka dengan beberapa foto hasil editan. Apa tuan Azzuri benar-benar menyukai nona muda. Jika memang hanya sekedar mengincar sesuatu, tidak mungkin tuan Azzuri bisa sesabar dan selembut ini. Pasti ada yang tidak beres dengan otak tuan muda Azzuri.’


“Jika kita tidak ingin kehilangan seseorang yang kita incar. Maka kita harus mengikuti kemanapun ia pergi,” Azzuri melirik ke Jack, “Mari kita ikuti mereka dari belakang.”


“Tapi bagaimana dengan restauran yang sudah tuan pesan?”


“Uang tidaklah penting. Lebih bagus kehilangan uang, daripada aku harus kehilangan Singa betina yang sedang mengamuk. Sudah jangan banyak bicara lagi, mari kita segera pergi!” ucap Azzuri melangkahkan kedua kakinya.


“Baik tuan,” sahut Jack mengikuti langkah kaki Azzuri.


...Bersambung ...