Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 53. Pesanan Anda sudah datang!


Tap! tap!


Langkah anggun Aulia memasuki kantor. Senyum manis di raut wajah cantik, ia lempar buat semua Karyawan sedang memberi dia hormat.


Semua karyawan berdiri di depan meja mereka, wajah sedikit menunduk, "Pagi nona muda!" ucap semua karyawan serentak.


"Pagi juga. Apa kabar kalian semua baik-baik saja?" tanya Aulia menghentikan langkahnya di tengah-tengah meja karyawan nya.


"Sudah nona muda!" sahut serentak para karyawan.


"Kalau gitu makan siang nanti aku yang traktir kalian semua," ucap Aulia semangat. Aulia berbalik badan, lirikan manis buat Venus, "Mari kita selesaikan tugas yang menumpuk di dalam!" ajak Aulia melangkah terlebih dahulu.


Venus patuh, kedua kakinya mengikuti langkah Aulia, 'Pasti nona muda bersemangat gara-gara sudah dapat ciuman hangat dari sang kekasih. Sepertinya itu rupanya, ciuman singkat hanya di dahi saja sudah bisa buat bersemangat seperti ini. Apa lagi hal ekstrim lainnya.'


Bam!


Karena keasikan memikirkan hal negatif tentang Aulia. Venus tidak menyadari jika mereka sudah sampai di depan pintu ruangan khusus milik Aulia. Khayalannya pun membuat Venus kepentok pintu ruang kerja.


"Haha" tawa renyah dari Aulia dilepaskan buat Venus. Tangan kanan mendorong handle pintu, kaki kanan pun masuk.


"Kena karma secara nyata," gumam Venus mengelus dahinya.


"Venus cepat masuk!" panggil Aulia dari dalam sedikit berteriak dari kursi besarnya.


"Iya nona muda," tidak ingin membuat Aulia marah, Venus langsung masuk ke dalam. Langkah kaki pun terhenti di samping meja Aulia, "Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Venus menawarkan jasa.


Aulia memberi setumpuk Dokumen tebal.


Brak!!!


"Apa itu nona?" tanya Venus berlagak polos.


"Kerjaan yang harus siap sebelum makan siang," ucap Aulia dengan santainya.


Venus menghela nafas, kedua tangan mengambil tumpukan Dokumen, "Baiklah," sambung Venus membawa tumpukan Dokumen ke meja khusus tamu.


.


✨ 2 jam kemudian✨


Seluruh ruang kerja Aulia mendadak suram. Venus menjatuhkan wajahnya di tumpukan Dokumen, terlihat ada ruh keluar dari mulutnya. Sedangkan Aulia, rambut lurus mulai mengembang.


"Seperti ini rupanya seorang wanita dewasa. Harus terus berpikir keras, kerja kerah dan mengeluarkan semua kemampuan yang ada!" Aulia melirik Venus dari balik laptop, "Aku lihat ruh mu keluar dari raga mu. Apakah kamu masih hidup Venus?"


Venus melambaikan tangannya, "Libur kerja karena nona muda sakit, dan akhirnya saya juga yang jadi korbannya," sahut Venus merasa sedikit tertekan.


Brak!!


Aulia berdiri sambil menggebrak meja, tangan kanan di kepal di depan dada, wajahnya suram kini berubah menjadi semangat, "Kalau gitu mari kita pergi beli makanan. Jangan lupa beli es krim untuk penyegar pikiran-" tangan kanan diletakkan di depan dada, "Dan hati," sambung Aulia semangat.


Venus langsung berdiri, kedua tangan diregangkan, "Kalau gitu saya jadi semangat," ucap Venus.


Aulia menutup laptopnya, melepaskan kacamata dan mengambil kunci mobilnya. Tapi melupakan dompetnya. Tangan kanan melambai, "Ayo!" ajak Aulia semangat.


Venus dan Aulia pun segera melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja miliknya. Kedua kaki Aulia terus berjalan dan terhenti di tengah-tengah meja karyawannya.


"Kalian jangan pesan makanan apa pun sebelum aku kembali!" tegas Aulia kepada para karyawannya agar tidak membeli makanan apa pun karena hari ini dia sedang bahagia dan ingin mentraktir para karyawannya.


"Siap Bu Bos!" sahut para karyawan serentak.


Aulia berbalik badan, dengan langkah penuh semangat ia jalan menuju parkiran mobil. Di susul Venus berjalan di belakangnya.


"Sepertinya nona muda terlihat senang," ucap karyawan wanita satu.


"Tapi aku senang melihat nona muda ceria seperti ini. Kalau aku mengingat kejadian nona muda mengalahkan kecelakaan hingga membuat kedua matanya mengalami kebutaan sementara. Aku rasanya tidak sanggup membayangkan itu semua," sambung karyawan pria.


"Kalau gitu mari kita terus bekerja dengan semangat. Dan buat perusahaan nona muda menjadi sukses dan maju!" ucap karyawan pria dan wanita serentak.


Tit!


Venus membuka kunci, dan membuka pintu mobil buat Aulia, "Silahkan masuk."


"Terimakasih Venus," ucap Aulia masuk ke dalam mobil.


Venus segera menutup mobil, dan berjalan masuk ke dalam. Venus melirik, "Kita mau ke mana nona muda?" tanya Venus masih tidak tahu tujuan Aulia mau ke mana.


"Kafe yang biasa kita datangi saja," sahut Aulia.


"Baik," Venus menghidupkan mesin, dan melajukan mobilnya menuju kafe tersebut.


.


✨ 40 menit kemudian ✨


Aulia dan Venus sudah sampai di sebuah kafe kekinian. Setelah memarkirkan mobil, Aulia dan Venus berjalan masuk ke dalam kafe. Baru saja sampai di depan pintu Aulia segera berbalik badan, melangkahkan kembali kedua kakinya keluar dari kafe tersebut. Hal itu membuat Venus bingung. Venus pun melirik ke seluruh kafe, kedua matanya menangkap satu penampakan yaitu Azzuri Mahendra.


Tidak ingin membuang waktu perjalanan 40 menit mereka, Venus berinisiatif untuk membeli semua makanan sendiri dan menyuruh Aulia menunggunya di dalam mobil. Venus mendekati Aulia, "Nona tunggu saya saja di dalam mobil. Biar saya yang membeli semua pesanan yang nona inginkan."


"Sebaiknya kita pergi saja. Tiba-tiba aku teringat ada kafe lainnya dengan makanan yang cukup enak," ucap Aulia berbohong.


"Saya tadi sudah melihatnya, jadi nona muda tidak repot-repot berbohong," sahut Venus santai.


Aulia menghela nafas, "Ketahuan deh," tangan kanan mengarah ke mobil, "Aku ambil dompet dulu di dalam," sambung Aulia menuju mobil.


10 menit Venus menunggu Aulia tak kunjung datang. Merasa kuatir akan hal buruk terjadi pada Aulia. Venus melangkah pergi. Sesampainya di depan mobil Venus mengerutkan dahi melihat Aulia berjongkok di samping mobil.


"Venus, maafkan aku!" ucap Aulia sedikit horor.


"Kenapa nona muda minta maaf?" tanya Venus penasaran.


"Aku lupa bawa dompet. Aku rasa dompet aku ketinggalan di kantor tadi," sahut Aulia dengan lirikan sedih.


"Katanya mau jadi wanita mandiri dan kuat. Masa soal dompet bisa lupa. Bagaimana soal hubungan yang lainnya!" ucap Venus sedikit menyindir.


Aulia langsung berjalan mendekati Venus, kedua tangan memegang tangan kanan Venus, "Aku pinjam uang kamu ya!" ucap Aulia dengan wajah imut.


"Hem" sahut Venus mengangguk.


"Terimakasih," Aulia spontan memeluk Venus.


Venus tercengang, tubuhnya seketika langsung tegang karena ini kali pertamanya ia di peluk oleh seorang wanita. Merasa tidak nyaman dengan pelukan Aulia. Venus langsung mendorong pelan tubuh Aulia, "Ada memeluk saya terlalu kuat. Jadi saya mohon lepaskan," ucap Venus segera melangkah mundur kebelakang.


Aulia berbalik badan, "Kalau gitu aku tunggu kamu di dalam mobil," tangan kanan membuka pintu, "Jangan lama-lama ya!" sambung Aulia sembari membawa dirinya masuk ke dalam.


"Nona muda jangan ke mana-mana, tunggu aku di sini!" pesan Venus, lalu membawa kedua kakinya berlari ke kafe.


Perasaan baru saja Venus pergi sudah ada suara pria berkata, "Pesanan Anda sudah datang!"


...Bersambung...