
✨ Restoran Mewah ✨
Tuan Agung, Marsya, Venus, Aulia dan Andra sedang berada di sebuah restoran mewah. Setelah menunggu pesanan belum juga datang tuan Agung dan Andra berbincang sejak membahas perihal warung bebek Andra terlihat lebih maju sekarang. Baru saja memulai topik pembicaraan ada seorang pria berjalan mendekati meja milik tuan Agung.
"Hai, tuan Agung!" sapa seorang pria, yaitu tuan muda Alexdian.
Tuan Agung segera berdiri, kedua bola matanya membulat sempurna saat melihat tuan muda Alexdian berdiri di samping Istrinya.
"Aku tidak menyangka setelah 19 tahun lamanya kita bisa bertemu di sini," tuan muda Alexdian melirik ke Marsya, "Aku juga tidak menyangka bidadari ku semakin cantik saja," puji tuan muda Alexdian kepada Marsya.
.
.
✨ POV PENULIS ✨
Sedikit informasi mengenai tuan Agung, Marsya dan tuan muda Alexdian. Tuan muda Alexdian pernah menaruh hati kepada Marsya saat tuan muda Alexdian mengetahui jika Marsya adalah Istri kedua, dan dinikahi hanya untuk mendapatkan anak. Karena mantan Istri pertama (Wardhani) tidak ingin mengandung dan melahirkan seorang anak.
Untuk lebih jelasnya silahkan mampir ke season 1 dengan judul "GARIS DUA BUAT PRESDIR", terimakasih.
.
POV END
.
Tuan Agung mendekati Marsya. Tangan kanan segera membatasi jarak dekat Marsya dan tuan muda Alexdian, "Bisa tidak jangan terlalu dekat dengan Istri saya!" tegas tuan Agung menekan nada suara.
"Apa di sini ada tuan muda Alexdian?" tanya Aulia menatap sekeliling restoran. Namun hanya cahaya terang dan sedikit bayangan terlihat.
"Iya, ini saya nona muda," sahut tuan muda Alexdian lembut. Dahi tuan muda Alexdian mengerut, "Ada apa dengan nona muda?" tanya tuan muda Alexdian respek saat melihat kedua bola mata Aulia memandang dengan cara berbeda.
"Hanya sebuah kecelakaan kecil," sahut Aulia santai.
"Jangan bilang...." ucapan tuan muda Alexdian terhenti saat Marsya memegang lengan tuan muda Alexdian. Seperti berharap pertanyaan itu tidak ditanyakan kembali.
"Kenapa berhenti?" tanya Aulia penasaran.
"Oh..boleh tidak aku duduk dan makan bersama dengan kalian semua?" tanya tuan muda Alexdian mengalihkan pembicaraan.
"Tidak boleh!" sela tuan Agung tegas.
"Tuan muda Alexdian kan sudah bertaubat, jadi kenapa tidak boleh ikut makan bersama kita?" tanya Aulia masih penasaran.
"Karena pria ini nantinya akan merusak suasana kita saja," ucap tuan Agung terlihat tidak senang dengan lirikan tajamnya.
"Kenapa sih kalian asal jumpa seperti anak kecil. Hentikan, malu di lihat orang," sambung Marsya, tangan kanan mengulur ke sisi kiri, "Kebetulan kursi di sebelah Venus kosong. Anda bisa duduk di sana, dan biar aku yang memesan makanan buat Anda," Marsya berdiri.
"Kenapa harus Mama yang memesankan makanan pria satu itu!" tahan tuan Agung. Lirikan tajam mengarah ke tuan muda Alexdian sudah duduk di sebelah Venus, "Ooh! apa jangan-jangan Mama sekarang ingin berselingkuh secara terang-terangan di depan Papa?"
Aulia meraup wajahnya, "Baru kali ini aku melihat Papa cemburu seperti ini kepada Mama!"
Andra penasaran mendekatkan kursinya ke kursi Aulia. Bibirnya juga mendekati daun telinga Aulia, "Pria berkarisma itu siapa?" tanya Andra sedikit berbisik.
"Itu pria yang dulu selalu mengejar Mama," sahut Aulia ikut berbisik.
"Apa! mengejar tante Marsya. Berarti seperti...." ucapan Andra terhenti mengingat dirinya dengan Azzuri juga sedang sama-sama memperjuangkan cinta Aulia.
Glek!!
Andra kembali duduk dengan benar, perlahan ia menelan saliva saat mendengar ternyata tuan Agung sama sepertinya. Sama-sama memiliki saingan berat.
"Benar kata Aulia. Jadi...aku boleh duduk di sini!" sambung tuan muda Alexdian.
"Sebaiknya kita pulang saja!" ucap tuan Agung sedikit meninggikan nada suaranya.
"Kenapa Papa membentak Mama. Apa Papa cemburu melihat tuan muda Alexdian duduk di tengah-tengah kita?" tanya Marsya polos.
Tidak ingin ketahuan cemburu, tuan Agung berkata, "Sudah tua! buat apa Papa cemburu dengan pria satu itu!" tunjuk tuan Agung ke kursi tuan muda Alexdian.
Ngiiing!!!!!
Karena mendengar perdebatan tuan Agung, Marsya dan juga tuan muda Alexdian. Kuping Aulia mendadak dengung. Kepalanya juga terasa sangat sakit.
Aulia menunduk, "Akhhh.... akkh! kenapa sakit sekali!" kedua tangan menutup daun telinga.
"Aulia!" teriak Marsya, tuan Agung dan Andra serentak.
"Kamu kenapa?" tanya Andra cemas.
"Nggak tahu, kepalaku tiba-tiba sangat sakit. Seperti ingin meledak, dan cahayanya semakin terang!" sahut Aulia gemetar.
"Mama ambilkan air hangat dulu," Marsya segera berlari cepat menuju dapur untuk mengambilkan air hangat buat Aulia.
"Maafkan Papa. Ini semua pasti karena Papa sudah meninggikan nada suara dan membuat kamu menjadi pusing," ucap tuan Agung merasa bersalah.
"Bagaimana jika nona muda di bawa ke rumah ku saja. Kebetulan rumah ku tidak jauh dari sini," ucap tuan muda Alexdian memberikan penawaran.
Sejenak tuan Agung berpikir. Melihat putri kesayangannya terus meringis sakit, tuan Agung mengangguk.
Marsya berlari mendekat meja, "Sayang.... sayang, kamu minum dulu nak!" ucap Marsya memberikan minuman hangat buat Aulia.
"Terimakasih Ma," Aulia mengambil gelas dan menenggak secara perlahan air hangat tersebut.
Glek! glek!!
Aulia masih menundukkan wajahnya. Kedua mata terpejam perlahan Aulia buka. Perlahan air mata Aulia menetes, membasahi kedua tangan sedang menggenggam gelas, " Ti-tidak mungkin!"
"Kamu kenapa sayang?" tanya Marsya bingung melihat Aulia mendadak menangis.
Aulia langsung memeluk tubuh Marsya, "Ma...Aulia sangat bersyukur karena kedua mata Aulia bisa kembali lagi melihat!" ucap Aulia lirih.
"Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah," sangking senangnya tuan Agung sampai sujud syukur.
Mereka semua senang saat mendengar Aulia bisa kembali pulih dengan cepat. Tidak tahu obat apa yang diberi oleh Dokter Robin. Tapi untuk saat ini tuan Agung sangat bersyukur.
Bobby, Andra dan tuan muda Alexdian ikut terharu. Bibir mereka mengulas senyum tipis dengan air mata kebahagiaan menemani.
Aulia segera melepaskan pelukannya, "Karena Aulia sudah sembuh. Mari kita jalan-jalan!" ucap Aulia semangat, genggaman tangan kanan menjunjung tinggi ke atas.
"Hem" sahut mereka semua serentak.
Merasa terharu melihat keajaiban terjadi pada Aulia. Tuan muda Alexdian, sampai memeluk Venus, "Hiks...kenapa adegan ini buat dada aku deg-degan," gumam tuan muda Alexdian. merasa hangat saat menempelkan wajahnya di bidang dada Venus.
"Maaf tuan. Pelukan Anda sangat membuat saya tidak nyaman. Kalau di istilahkan saya merasa jijik," ucap Venus jujur.
Tuan muda Alexdian langsung melepaskan pelukannya, kedua tangan merapihkan kemeja bagian depan, "Maaf, hanya terbawa suasana saja," sahut tuan muda Alexdian malu.
Kebahagiaan itu membuat tuan Agung dan Marsya berdamai. Tuan Agung dan Marsha kini duduk bersebelahan, tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.
...Bersambung...