Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
Bab 25. AULIA menjadi Incaran


Ckrek!cekrek


Dari balik ramai tamu undangan, ada cahaya lampu kamera sedang menyala. Cahaya lampu kamera seperti sedang memotret Aulia dan Azzuri.


Azzuri menarik Aulia, memutar badan Aulia hingga jatuh ke dalam pelukannya. Kedua mata saling menatap lekat satu sama lain, tangan kiri Azzuri perlahan turun ke pinggul Aulia, “Ternyata kamu adalah wanita yang selalu dibicarakan.”


Aulia menepis tangan Azzuri, “Oh! Jadi kamu pria yang baru saja berjumpa sudah mendekatkan tubuh dan berani memegang wanita lain!” Aulia berbalik badan, lidah mengulur, “Wek! Dasar pria mura-han,” ejek Aulia sambil melangkah pergi meninggalkan pesta.


Tuan muda Alexdian menunduk, “Permisi sebentar,” ucap tuan muda Alexdian berpamitan kepada Azzuri untuk menyusul Aulia.


Sambil melangkahkan kedua kaki meninggalkan rumah tuan muda Alexdian, bibir Aulia terus mengumpat kesal, “Dasar orang-orang aneh!" Aulia terus berwajah masam sampai mendekati Venus.


“Nona muda kenapa berbicara sendiri?” tanya Venus menatap kedatangan Aulia dengan wajah kesal.


Aulia tidak menjawab pertanyaan Venus, kedua kakinya terus berjalan sampai masuk ke dalam mobil. Aulia mengulurkan kepalanya dari jendela, “Kenapa bengong?” tangan kanan melambai, “Cepat masuk sebelum para pria aneh mengejar ku!”


“Ba-baik,” Venus pun segera masuk. Venus menoleh sedikit ke bangku penumpang bagian belakang, “Kenapa di dalam sana banyak pria aneh? Bukannya seharusnya….”


Saat Venus sedang bertanya, terlihat tuan muda Alexdian berlari dengan wajah lelah, tangan kanan melambai, mulut bergerak tapi tidak tahu sedang mengatakan apa karena suaranya tidak terdengar di dalam mobil kedap suara milik Aulia.


Aulia memukul bangku Venus, “Cepat tinggalkan tempat ini! pria itu adalah salah satu dari dua pria aneh yang aku maksud.”


“Tenang nona muda, kita akan segera meluncur,” sahut Venus memutar arah mobil dengan cepat meninggalkan kediaman tuan muda Alexdian.


Aulia menghela nafas lega saat melihat mobil miliknya sudah menjauh dari kediaman tuan muda Alexdian. Aulia menyandarkan tubuhnya, “Akhirnya bisa menjauh juga dari pria-pria aneh itu!” gumam Aulia.


Venus melirik ke kaca spion dalam mobil, “Kalau boleh saya tahu, siapa mereka nona muda?”


“Yang satu laki-laki perusak rumah tangga wanita lain. Ada satu lagi pria muda aneh,” Aulia mendekatkan tubuhnya di badan bangku belakang Venus, “Kalau kamu bertemu dengan gadis yang baru kamu kenal, apa kamu akan langsung memeluknya?”


Venus senyum-senyum penuh makna, pikirannya tiba-tiba mengkhayal tentang seorang wanita cantik dan seksi sedang merayunya.



...ILUSTRASI...


.......


.......


Ctak!


Satu pukulan manis mendarat di puncak kepala Venus.


Aulia kembali duduk, “Pasti kamu sedang memikirkan hal yang jorok?”


“He he he” Venus menggaruk dagu tak gatal. Ia kembali melirik Aulia di kaca tengah sipon dalam mobil, “Namanya juga laki-laki, jadi wajar saja jika memikirkan hal kotor.”


“Oh” Aulia mendekatkan kembali tubuh dan wajahnya di bangku belakang Venus, “Aku baru ingat, bukannya kamu pernah pergi dengan Maya, sih pelakor muda ke Hotel?” sambung Aulia.


“A-anda salah paham nona muda. Saya memang benar di ajak olehnya ke Hotel,” Venus melirik ke sisi kanan, “Beneran sumpah saya tidak melakukan apa pun dengan dia. Meski dia berulang kali memaksa saya. Dia sudah menari-nari tanpa busa-na, tapi saya tetap tidak memiliki hasrat,” tubuh Venus merinding, “Hampir di beberapa tempat tertentu banyak ranjau nya. Wajah okelah tapi hutan rimba nya sangat membuat mata saya tidak nyaman. Venus kecil saja sampai tidak mau berdiri tegak untuk meluncur ke dalamnya,” Venus meraup mukanya, “Sudahlah, nona muda buat saya membongkar aib orang lain saja.”


Aulia tidak menjawab apa pun, mulutnya hanya bisa tertawa, dan kembali duduk ke belakang.


Satu jam kemudian Aulia sampai di Apartemen miliknya. Sebelum tidur Aulia membersihkan sisa make up dewasa di wajah mudanya, mengganti baju gaun malam menjadi baju piyama tidur hello kitty. Baru ingin merebahkan tubuhnya Venus mengetuk pintu kamar Aulia, karena mendapat panggilan video call dari Marsya, tuan Agung.


Aulia menyuruh Venus masuk karena dirinya malas turun dan berjalan. Sambil merebahkan tubuhnya Aulia, tuan Agung dan Marsya melakukan panggilan video.


[ “Pasti Venus yang bilang.” ]


[ “Iya. Mama jadi penasaran seberapa anehnya kedua pria itu sampai putri kesayangan Mama mengatakan pria itu aneh.” ]


[ “Salah satu prianya pasti Mama dan Papa juga tahu.” ]


[ “Papa tahu!” ] sambung tuan Agung mengeluarkan suaranya.


[ “Iya. Pria itu adalah pria yang pernah merebut Mama dari Papa sewaktu Mama di rumah sakit.” ]


[ “Tuan muda Alexdian!” ] sahut tuan Agung dan Marsya serentak.


[ “Iya. Dia tadi bilang pada Aulia, katanya dirinya sudah bertaubat.” ]


[ “Ha ha. Orangnya memang baik, tampan dan juga teguh sama satu orang tapi kamu harus hati-hati.” ] ucap Marsya membuat tuan Agung duduk di sebelahnya memasang wajah masam.


[ “Terus tadi Aulia berjumpa dengan tuan muda Azzuri, kalau tidak salah itu namanya.” ]


[ “Azzuri Mahendra!” ] sahut tuan Agung dan Marsya serentak dengan wajah panik.


[ “Emang kenapa dengan Azzuri? Ma…Pa” ]


[ “Kalau bisa menjauh dari dirinya. Dia akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Presdir muda terkenal licik, kejam dan juga sangat tidak baiklah intinya.” ]


[ “Tadi Aulia di peluknya, Pa” ]


[ “Apa! Sudah mulai sekarang kamu harus hati-hati. Kalau begitu Papa sudahi percakapan kita, assalamualaikum.” ]


Panggilan telpon Aulia, Marsya dan tuan Agung berakhir.


Aulia memberikan ponsel miliknya ke Venus masih berdiri di samping ranjang, “Siapa rupanya Azzuri Mahendra?”


“Apa tadi nona muda berjumpa dengannya?”


Aulia mengangguk.


“Wah, gawat ini. Jika nona muda sudah melihat dan sampai berjumpa dengannya, maka nona muda akan menjadi target incarannya,” ucap Venus sedikit menakut-nakuti.


Aulia menarik selimut, “Aku tidak takut dengan siapa pun. Aku hanya takut pada Andra!” Aulia berbalik badan, tangan kanan melambai dari balik selimut, “Aku sudah mengantuk, sebaiknya kamu juga tidur karena kita katanya akan ada rapat pagi.”


“Saya serius!”


Aulia mengeluarkan sedikit kepalanya, menatap Venus dari balik selimut, “Saya juga serius ingin tidur.”


Venus menunduk, “Baik” kedua kaki mundur perlahan, “Saya pamit keluar dulu.”


Melihat Venus sudah keluar dari dalam kamar, Aulia segera keluar dari dalam selimut. Langkah halus mendekati meja rias terdapat laptop miliknya. Meski mulutnya berkata tidak, tapi dirinya menjadi penasaran sampai membuat nama dan perkataan dari kedua orang tuan dan anak buah kepercayaannya terus terngiang di kepala. Aulia menyalakan laptop miliknya, kemudian mencaritahu siapa sebenarnya Presdir muda bernama Azzuri Mahendra.


Setelah dapat informasi tentang Azzuri Mahendra, Aulia menutup mulut lebarnya dengan kedua tangan, “Luar biasa. Seperti ini rupanya sikap dan sifat aslinya,” Aulia kembali menutup laptopnya, “Sepertinya aku memang tidak akan pernah bertemu lagi dengannya,” Aulia berjalan santai menuju ranjang. Rasa penasaran seketika menghilang setelah tahu siapa Azzuri Mahendra sebenarnya.


Saat mencari Informasi Azzuri Mahendra, Aulia lihat adalah sosok pria baik dan sopan. Tidak mendapatkan predikat buruk di dunia maya. Karena Aulia mengetahui jika Tahta dan uang bisa menutup segalanya. Aulia juga berpikir buat apa Azzuri Mahendra mengincar gadis muda sepertinya, sedangkan di dunia ini banyak gadis lebih kaya, cantik, seksi dan mapan dari dirinya.


...BERSAMBUNG ...