
"Nona muda jangan ke mana-mana, tunggu aku di sini!" pesan Venus, lalu membawa kedua kakinya berlari menuju kafe.
Perasaan baru saja Venus pergi sudah ada suara pria berkata, "Pesanan Anda sudah datang!"
Aulia melirik, kedua bola matanya membesar, tubuhnya juga spontan mundur ke belakang saat melihat Azzuri memasukkan sebagian tubuhnya ke dalam mobil.
"Kenapa mundur, apa kamu sudah bisa melihat?" tanya Azzuri.
'Gawat! jika Azzuri tahu aku sudah bisa melihat bisa-bisa dia terus mendekati aku. Aku harus pura-pura tidak bisa melihat agar Azzuri tidak mendekati ku.'
Aulia pun berpura-pura tidak bisa melihat. Kedua bola matanya tidak berkedip dan melirik tak tentu arah, "Sok tahu! aku mundur ke belakang gara-gara aku mencium aroma parfum dan hangatnya tubuh kamu!"
Azzuri tersenyum manis, tangan kanannya perlahan membuka pintu dan berdiri di samping Aulia, "Berarti kamu sangat hafal aroma tubuhku. Tidak aku sangka ternyata diam-diam kamu memperhatikan aku," Azzuri semakin mendekatkan tubuhnya.
Deg!
Jantung Aulia berdetak sangat kuat saat Azzuri semakin mendekatkan tubuhnya, dan mengendus pelan di jenjang leher Aulia.
'Sial. Kenapa aku malah menjerumuskan diriku sendiri. Mana rasanya geli banget saat nafasnya menyentuh jenjang leherku.'
"Kenapa wajah kamu memerah. Apa kamu memikirkan hal lain. Atau...."
"Menjauh lah dari tubuhku!" kedua tangan Aulia spontan mendorong tubuh Azzuri.
Blam!
Azzuri terjatuh dengan posisi duduk di samping mobil. Bukannya marah, Azzuri malah tertawa renyah, "Ha ha ha"
"Ka-kamu kenapa tertawa?" tanya Aulia bingung.
"Tuan Azzuri..." Venus melirik ke Aulia sedang menyipitkan sebelah matanya, "Nona muda kenapa dengan kelopak mata Anda. Apa nona muda sakit?" tanya Venus polos.
'Umur saja yang tua, tapi kenapa tidak paham dengan kode yang aku berikan. Aku harus berpura-pura sakit,' Aulia memegang pelipisnya, "Akkh!!! aduh sakit sekali kepalaku. Venus cepat bawa aku pergi dari sini!" Aulia melirik sedikit ke Azzuri, "Duh...duh...kenapa bertambah sakit saat aku melihat pria itu!" sambung Aulia menunjuk ke Azzuri.
Venus melirik tajam ke Azzuri, "Awas saja kalau nona muda kenapa-kenapa!" ucap Venus menekan nada suaranya. Venus segera menutup pintu mobil. Karena sudah berjanji akan menjaga Aulia, Venus berjalan cepat masuk ke dalam mobil, meletakkan semua bungkus makanan dan minuman di bangku belakang, "Nona muda tahan ya! saya akan segera membawa nona ke rumah sakit," Venus melajukan mobil, dan mengabaikan Azzuri masih diam di tempat.
"Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu sudah bisa melihat kembali," gumam Azzuri menatap mobil Aulia sudah berada jauh di ujung mata.
.
✨ POV AZZURI ✨
Saat Azzuri duduk di dalam kafe bersama kliennya. Azzuri sebenarnya melihat Aulia penuh semangat masuk ke dalam kafe. Awalnya Azzuri cemas kenapa Aulia dibiarkan berjalan sendiri, tanpa dituntun. Azzuri spontan berdiri hendak menghampiri Aulia, dan menuntunnya. Tapi setelah melihat Venus ternyata ada bersamanya dan Aulia juga berbicara saling menatap, Azzuri mengurungkan niatnya.
"Syukurlah, ternyata wanita keras kepala itu sudah bisa melihat," gumam Azzuri kembali duduk dan mengobral dengan kliennya.
.
✨ POV END✨
.
"Apa tuan muda suka duduk di atas trotoar jalan?" tanya Jack baru saja tiba.
"Bantu aku untuk berdiri," Azzuri mengulurkan tangan kanannya.
Jack menerima uluran tangan Azzuri, membantu Azzuri berdiri. Jack menatap Azzuri menyelidik, "Kenapa Anda bisa di bawah tua?" tanya Jack penasaran.
"Ada wanita keras kepala mendorongku hingga terjatuh," ucap Azzuri santai, kedua tangan membersihkan debu menempel di bokongnya.
"Iya, siapa lagi kalau bukan wanita itu!"
"Jadi memang benar nona muda?" tanya Jack histeris.
"Aku ingin kamu atur pertemuan khusus dengan Aulia dan atur ulang semua jadwal pekerjaan ku. Pastikan selama 7 hari aku haru menjumpainya sebanyak 14 kali," ucap Azzuri memberi perintah.
Jack mengambil tab, membuka semua daftar pekerjaan Azzuri. Namun tidak ada satu sela pun jadwal Azzuri itu kosong. Kecuali, jam istirahat. Jack menunjukkan daftar jadwal padat, "Lihat! semua jam sudah terisi penuh tuan. Hanya ada beberapa jam yang kosong, tapi itu untuk tuan beristirahat. Tapi kalau bukan depan saya pastikan bisa mengatur dengan baik. Namun untuk bulan ini tidak bisa!"
"Aku tidak masalah tidak beristirahat. Atur saja jam istirahat itu untuk bertemu dengan Aulia. Dan jangan komplain apa pun!" tegas Azzuri memberitahu Jack.
"Baik!" sahut Jack patuh, tab kembali di simpan di dalam tas kecil.
Seperti itu rupanya kalau hati kita sudah dirasuki cinta oleh seseorang. Ternyata seperti itu juga kalau kita terkena karma atas rencana kita sendiri. Awalnya Azzuri hendak menyingkirkan Aulia. Namun, lagi-lagi seluruh hidup Azzuri dipenuhi tentang Aulia. Meski sering dikasari, tapi Azzuri tidak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta Aulia, dan merubah rencana untuk menyingkirkan Andra.
.
.
✨ DI SISI LAIN ✨
Aulia dan Venus sudah sampai di perusahaan. Kini Venus dan Aulia sedang membagikan makanan dan minuman. Setelah membagikan makanan dan minuman, Aulia berdiri di tengah-tengah meja karyawan.
"Semoga kalian suka. Dan semangat buat kerjanya!" ucap Aulia menunjukkan kedua otot lengannya.
"Kami semua mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya buat nona muda Laksmana Aulia. Dan kami juga bertekad untuk terus memajukan perusahaan perhiasan milik nona muda agar terkenal di seluruh Negara!" sahut semua para Karyawan serentak.
Prok!!prok!!
Aulia memberi tepuk tangan meriah, kedua jempol terus ia tunjukkan buat para karyawan.
'Nona muda sangat-sangat menggemaskan. Pantas saja tuan muda Azzuri Mahendra sangat menginginkan nona muda. Aku sangat yakin, pria manapun yang akan menjadi Suami nona muda nanti pasti akan sangat beruntung. Aku juga berharap nona muda akan mendapatkan pria yang baik. Dan aku juga berharap senyum dan tawa itu tidak akan pernah hilang dari wajah nona muda.'
Melihat Venus mengangguk sendiri dan melamun. Aulia melambai, "Venus, apa kamu baik-baik saja?" tanya Aulia bingung.
"Eh" Venus spontan terkejut. Melihat dan mendengar suara Aulia seperti melihat dan mendengar suara setan. Venus mengelus dadanya, "Nona muda kenapa suka sekali mengagetkan aku!"
"Habisnya kamu terus melamun," kedua kaki Aulia melangkah, "Cepat kembali ke ruangan," tegas Aulia memberi perintah.
Venus juga ikut melangkah, "Tunggu nona muda," ucap Venus mempercepat langkah kakinya.
Sesampainya di dalam ruangan kerja pribadi milik Aulia. Benda pipih tergelatak di atas meja berdering. Saat Aulia hendak mengangkat panggilan telepon dari Andra, ponsel milik Aulia kehabisan baterai.
Tut!!Tut!!
Ponsel milik Aulia langsung mati total.
Aulia mendengus kesal, "Ya....mati. Mana aku tidak bawa kabelnya!"
"Pakai ponsel saya saja nona," ucap Venus memberikan ponsel miliknya ke Aulia.
"Kalau gitu aku pinjam, nanti pulsanya aku yang bayar, " ucap Aulia menekan panggilan kontak milik Andra. Baru saja hendak memanggil, ponsel milik Venus malah berkata, "Kartu Anda tidak memiliki pulsa. Mohon isi ulang kembali."
"Kenapa nona muda?" tanya Venus merasa risih dengan lirikan tajam Aulia.
"Dasar pelit!!!" ucap Aulia sedikit berteriak.
...Bersambung ...