
Mobil Azzuri sudah sampai di depan gerbang kediaman rumah Aulia. Aulia, dan Venus kini sudah turun dan berdiri di samping pintu mobil Azzuri.
“Terimakasih atas tumpangannya,” ucap Aulia kepada Azzuri.
Azzuri mengeluarkan kepalanya sedikit ke luar kaca jendela, “Karena aku sudah tahu ini rumah kamu. Maka lain kali akau akan berkunjung,” sahut Azzuri mengalihkan pembicaraan.
Tidak sudi menjawab pertanyaan Azzuri. Aulia langsung berbalik badan, tangan kanan memegang gagang koper, dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.
“Aulia! semakin kamu cuek kepadaku, maka aku akan terus mengejar kamu. Nggak masalah kamu sekarang adalah seorang janda. Yang terpenting aku mencintai kamu sampai kapan pun!” ucap Azzuri meninggikan nada suaranya saat melihat Aulia sudah jalan masuk jauh dari gerbang.
Mendengar kesungguhan Azzuri berkata seperti itu. Venus langsung berdiri menutup pandangan Azzuri.
“Hai tuan muda. Anda seharusnya tidak menggoda nona muda seperti itu. Seharusnya tuan muda berhenti untuk mengejar cinta nona muda, karena saya sangat yakin jika cinta nona muda sudah terkunci, dan hatinya terkubur bersama dengan mendiang Suaminya. Dan, tidak akan terbuka buat pria manapun. Mau tahu kenapa? Karena mendiang Suami nona muda adalah cinta masa kecil sekaligus cinta pertama nona muda. Jadi saya harap Anda harus menghentikan pengejaran cinta Anda!” tegas Venus di kalimat terakhir.
“Jika mendiang Andra adalah cinta masa kecil dan cinta pertama Aulia. Maka aku akan membuat diriku menjadi cinta terkahir, dan hidup menua bersamaku. Dan satu lagi, jangan suruh aku untuk undur diri karena di dalam kamus kehidupanku tidak ada kata menyerah sebelum semua perjuangan tercapai,” sahut Azzuri santai.
Venus tidak bisa berkata apa pun, Venus hanya bisa menghela nafas, dan memberikan senyum manis, dan berkata, “Baiklah. Aku akan melihat bagaimana perjuangan Anda untuk mendapatkan nona muda.”
“Kalau gitu kita lihat saja nanti,” sahut Azzuri.
Setelah berkata seperti itu Azzuri perlahan menaikkan jendela kaca mobilnya, lalu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman rumah Aulia.
“Kita lihat saja siapa yang akan menyerah dengan perasaannya,” gumam Venus.
Mobil Azzuri terus melaju dengan kecepatan sedang. Mengingat jika mendiang Andra adalah cinta pertama Aulia. Dan melihat Aulia bertahan hidup sebatang kara di Negara asing tanpa seorang penyemangat di sisinya, Azzuri terus berpikir bagaimana caranya untuk membuat Aulia membuka hati untuk dirinya. Karena Azzuri juga ingin memberikan kebahagian dengan caranya sendiri untuk Aulia.
Melihat Azzuri melamun, Jack diam-diam memperhatikan Azzuri dari kaca spion tengah.
‘Aku tidak pernah melihat tuan muda seperti ini. Hatinya sepertinya terlihat gelisah saat memikirkan nona muda. Benar-benar nona muda Aulia sudah meracuni hati dan pikiran tuan muda Azzuri. Niat awal mendekati nona muda untuk membalaskan dendam, malah ujung-ujungnya jatuh cinta. Huh! Aku harus berbuat apa saat melihat tuan muda berwajah masam seperti ini. Ingin membantu tapi aku belum berpengalaman. Tapi aku tidak tega melihat tuan muda berwajah masam seperti ini. Atau sebaiknya aku hibur saja,’ batin Jack.
Baru saja hendak mengajak Azzuri mengobrol, ternyata Azzuri sudah terlebih dahulu mengajak Jack mengobrol.
“Jack,” panggil Azzuri.
“Iya tuan muda,” sahut Jack.
“Apa kamu tahu bagaimana cara meluluhkan hati wanita?” tanya Azzuri datar.
“Tentu tuan muda. Kalau soal itu kecil bagi saya,” sahut Jack berbohong.
“Benarkah?!”
Jack mengangguk, “Benar. Dulu saja waktu saya masih menjadi mahasiswa, banyak cewek-cewek asing di Universitas jatuh cinta dengan ucapan saya. Saya baru bilang 'hai cewek, kamu sudah makan?' semua wanita langsung berteriak, ‘Wah! Kamu memang sangat tampan Jack’. Jangan 'kan mau di ajak makan, bahkan selama 1 minggu saya mampu tidur dengan 20 orang wanita, tuan muda!” ucap Jack berbohong. Padahal dalam hatinya, ‘Maafkan aku tuan muda. Karena rupa wajahku terlihat sangat dingin dan datar. Sebenarnya satu wanita tidak ada yang mau mendekati aku. Saat aku baru mengeluarkan suara saja mereka sudah kabur, dan berpikir jika aku ingin menelan mereka hidup-hidup.’
“Kalau gitu gimana caranya?” tanya Azzuri serius.
“Caranya tuan muda harus terus mengejar nona muda. Isi hari-harinya dengan semua kenangan tentang tuan muda. Jika hal itu tidak berhasil juga. Maka tuan muda harus menghilang, dan biarkan dia mencari tuan muda,” sahut Jack asal-asalan.
“Kenapa aku harus menghilang? Bukannya aku harus terus mengejarnya agar dirinya bisa tetap mengingat ku, dan menerima cintaku?!" ucap Azzuri.
“Anda salah tuan. Wanita itu seperti kucing, gengsinya terkadang ada yang cukup tinggi untuk mengakui jika dirinya suka kepada seorang pria. Jika tuan muda tidak berhasil membujuk dengan cara menciptakan hal indah di setiap harinya, maka tuan muda harus menghilang dan biarkan semua kenangan-kenangan tentang tuan muda saat mengejar nona muda menjadi bayang-bayang yang tidak bisa di lupakan oleh nona muda. Jika kedua hal tersebut gagal juga. Maka buat saja nona muda hamil, ‘kan…”
Tak!!
“Duh..aduh..kepalaku!” rengek Jack mengelus puncak kepalanya.
“Sudah gila kamu. Aku memang sering tidur dengan banyak wanita, tapi entah kenapa saat aku bertemu Aulia rasanya aku malu untuk melakukan hal itu. Tadinya aku juga ingin merampasnya dengan cara seperti itu. Tapi melihat dia begitu polos dan baik, aku jadi tidak tega. Kalau gitu aku ikutin anjuran pertama dan kedua kamu saja,” ucap Azzuri.
“Hem!”
Mobil Azzuri kini melaju dengan kencang agar mereka cepat sampai sebelum gelap.
.
💫Di sisi lain💫
“Mama…Ma!” teriak tuan Agung naik ke atas sofa.
Meow!meow!
Ucap Grey mondar-mandir di bawah sofa.
Mendengar teriakan tuan Agung. Marsya menjadi panik. Marsya berlari dari dapur menuju ruang tamu.
“Ada apa sih Pa?!”
Tuan Agung menunjuk ke Grey, “Lihat! Kenapa benda berbulu ini masih di sini. Bukannya seharusnya dia ikut bersama dengan Aulia pulang?”
Bukannya kuatir melihat tuan Agung berwajah pucat, dengan wajah di punuhi keringat. Marsya malah membiarkan Grey terus menjahili tuan Agung.
“Ha ha ha. Mungkin Aulia lupa kali Pa. Kalau gitu biar Mama telpon seseorang untuk membawa Grey kembali ke sana. Kasihan jika Grey tidak di bawa, pasti putri ku di sana kesepian,” ucap Marsya.
Marsya pun perlahan pergi meninggalkan tuan Agung tanpa membawa Grey ikut bersamanya.
Melihat Marsya pergi dan meninggalkan dirinya bersama Grey, tuan Agung semakin naik di atas puncak kursi. Kedua bola mata menatap suram ke arah Grey.
“Pergi! Pergi kau benda berbulu!” teriak tuan Agung.
Meow!meow!
Ucap Grey seolah mengerti jika tuan Agung takut. Grey juga melompat ke atas sofa, berdiri, dengan cakar hendak meraih celana tuan Agung.
Meow!meow!
“Marsya! Benda berbulu ini mau memakan ku. Cepat kamu bawa dia menjauh dari hadapanku!!!” teriak tuan Agung.
“Iya, tunggu sebentar Suami ku. Kamu jangan panik, dan cemas, soalnya ada seseorang yang ternyata sudah di suruh Aulia untuk menjemput Grey,” sahut Marsya.
Ding dong!
Pintu bel berbunyi.
“Nah, itu sepertinya orang suruhan Aulia untuk menjemput Grey sudah datang. Kalau gitu Mama akan memberikan Grey kepada mereka,” ucap Marsya.
Marsya segera mengambil Grey dan memasukkannya ke dalam kandang. Lalu Marsya melangkah pergi membawa Grey.
Melihat Grey sudah pergi dibawa oleh Marsya. Kedua kaki tuan Agung perlahan turun ke bawah.
"Huuh... syukur lah!"
...Bersambung ...