
Sesudah mendengar perkataan Azzuri, Aulia berdiri, “Maafkan aku, meski kamu sekarang sudah menjadi Suami ku, dan kamu juga sudah rela mengorbankan diri kamu demi aku. Tapi aku tetap belum bisa menerima kamu sebagai pendamping hidupku yang baru,” ucap Aulia sedikit kecewa setelah mendengar kenyataan jika dirinya kini sudah menjadi Istri Azzuri.
Azzuri menggenggam pergelangan tangan Aulia, “Aku tidak masalah kamu tidak menerima ku. Tapi yang jelas bagiku, aku akan tetap menjadi Suami yang baik buat kamu, dan calon bayi kembar kita,” sahut Azzuri lembut.
“Azzuri,” panggil Aulia, kedua matanya menatap wajah pucat Azzuri.
“Iya, ada apa?” sahut Azzuri sopan.
“Terimakasih sudah menolongku, dan bayi kita,” ucap Aulia sedikit kaku karena dirinya tidak terbiasa bersikap lembut dan sopan kepada Azzuri.
“Sudah tugas ku menjadi seorang Suami untuk melindungi kamu, dan calon bayi kembar kita,” Azzuri meraih tangan Aulia, dan menggenggam erat, “Aulia, aku memang bukan mendiang Andra. Aku juga bukan cinta masa kecil, dan cinta pertama kamu. Tapi, aku adalah pasangan hidup kamu untuk masa depan kamu. Aku harap kamu bisa membuka lebar-lebar hati kamu untuk menerima aku di hati kamu. Dan izinkan aku tetap mengawasi kamu dari kejauhan, agar aku bisa menjadi Suami dan Papi yang baik buat anak-anak kita,” pinta Azzuri bersungguh-sungguh.
“Aku izinkan,” sahut Aulia singkat.
“Benarkan?!” tanya Azzuri semangat.
Aulia mengangguk.
Blam!
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka lebar. Hal itu membuat tuan Agung, Marsya, Aulia, Azzuri terkejut. Mereka spontan menoleh ke pintu. Terlihat Jack dan Venus berdiri di depan pintu ruang rawat inap.
“Tuan muda,” panggil Jack, ia melangkah mendekati ranjang, dan berdiri di samping Aulia.
“Ada apa Jack?” tanya Azzuri, menatap wajah cemas Azzuri.
“Saya kuatir sekali kepada Anda. Saat Venus menelpon saya kalau tuan muda sedang terluka. Saya langsung terbang dari Belanda ke sini. Dan saya sudah membereskan semua sisa-sisa kekacauan yang terjadi di Perusahaan Anda yang ada di Belanda. Tuan muda, saya mohon sekali saja turuti perkataan saya. Saya minta untuk ke depannya, kalau tuan muda ingin memantau atau menjaga nona muda, dan bayi kembar di dalam kandungannya. Jika saya tidak ada bersama Anda, saya minta tuan muda di temani beberapa anak buah lainnya, ya. Jangan buat saya kuatir seperti ini. Saya mohon sekali,” omel Jack kuatir melihat Azzuri bergerak sendiri.
“Kamu terbang dari Belanda ke sini hanya untuk mencemaskan Azzuri?” tanya Aulia penasaran, kenapa bisa Jack pergi sendirian ke Belanda sedangkan Azzuri berada di kota ini.
“Iya. Saat tuan muda Azzuri mendapat kabar ada seorang wanita yang sedang mengintai nona muda. Tuan muda Azzuri bersikeras untuk pulang sendiri beberapa hari yang lalu. Padahal sudah saya bilang untuk tunggu saya karena pekerjaan akan segera selesai, dan biarkan anak buah yang mengawasi nona muda. Tapi tuan muda Azzuri selalu bersikeras untuk tetap pergi demi melihat secara langsung jika nona muda, dan bayi kembar milik tuan muda Azzuri terhindar dari marah bahaya,” sahut Jack menceritakan semua kekesalannya kepada Aulia.
“Jack, aku minta kamu…”
“Benarkah yang di bilang Jack?” sela Aulia.
Azzuri meraup wajahnya, “Benar,” ucapnya lembut.
“Kenapa?” tanya Aulia penasaran.
“Sudah aku katakan, sebagai seorang Suami, dan calon Papi, aku harus melindungi kamu, dan bayi kembar ku. Meski kamu tidak mengizinkan aku melindungi kamu dari dekat. Tapi aku akan tetap melindungi kamu dari jarak kejauhan. Jadi, jangan tanya kenapa,” sahut Azzuri menjelaskan tanggung jawabnya sebagai seorang Suami sekaligus calon Papi.
Mendengar perkataan Azzuri, dan Jack. Hati Aulia tiba-tiba luluh. Sebegitu besarnya Azzuri ingin melindunginya, dan calon bayi kembar milik mereka. Hingga Azzuri rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan nyawa Aulia, dan bayi dalam kandungannya tadi.
Hati Aulia tadinya sudah tertutup rapat, dan terkunci setelah kepergian Andra. Tapi, setelah melihat perjuangan Azzuri. Perlahan kunci di dalam hatinya terbuka, Aulia pun sepertinya ingin memberikan Azzuri kesempatan untuk menjadi seorang Suami, dan Papi buat calon anak-anaknya.
Memang kehamilan ini tidak bisa menyalahkan siapa pun, baik Aulia ataupun Azzuri. Semua perbuatan itu terjadi karena Aulia di culik, dan di beri pil. Membuat Aulia hilang kendali, dan harus memaksa Azzuri untuk melakukan hal tersebut karena efek obat membuat tubuh Aulia tidak karuan. Aulia pikir karena sekali melakukan tidak bakalan terjadi kehamilan. Ternyata takdir berkata lain.
Aulia mengambil tangan kanan Azzuri, “Setelah sembuh pulanglah bersama ku. Aku akan mencoba menerima kamu sebagai Suami dan Papi dari anak-anakku,” sabut Aulia menerima Azzuri.
Tuan Agung, Marsya, Azzuri, dan Jack terkejut saat mendengar perkataan Aulia.
“Ka-kamu pasti bercanda ‘kan?” tanya Azzuri tidak yakin.
“Aku serius,” ucap Aulia singkat.
“Nak, apa kamu sekarang sudah mulai bisa menerima Azzuri?” tanya Marsya menyakinkan ajakan Aulia.
“Syukurlah, karena kalian sudah bersama Papa tidak terlalu mengkuatirkan kamu lagi di sini. Kalau gitu Papa dan Mama bisa pulan ke tanah air dengan tenang besok,” sambung tuan Agung sedikit lega.
“Pa…kita jadikan datang ke pertunangan tuan muda Alexdian?” tanya Aulia mengingat tuan Agung kalau besok sore adalah acara pertunangan tuan muda Alexdian.
“I-iya jadi dong,” sahut tuan Agung kikuk karena dirinya hampir melupakan acara itu.
“Kalau gitu kita pergi bersama-sama,” ajak Aulia kepada Azzuri, tatapannya memandang wajah Azzuri tampak bersemangat setelah mendengar ajakannya.
Azzuri pun hanya mengangguk, dengan kedua mata di penuhi binar cinta.
.
.
...#KEESOKAN HARINYA PUKUL 17:30 SORE💫...
Azzuri, Aulia, tuan muda, Jack, Venus, dan Marsya sudah berada di tengah-tengah kemeriahan pesta pertunangan tuan muda Alexdian. Karena acara pertunangan sudah selesai, tuan muda Alexdian, dan Vanesha sedang berbincang sejenak dengan para tamu mereka, dan meninggalkan tuan Agung, Aulia, Jack,Venus dan Marsya.
“Meriah ya,” gumam Aulia saat melihat banyak tamu undangan, dan kue bertingkat dengan gambar boneka sepasang kekasih di puncaknya.
“Aulia, apa kamu ingin aku lamar seperti ini?” tanya Azzuri sedikit berbisik.
“Sudah kasep. Sekarang lebih baik kamu banyak-banyak kumpulin uang buat masa depan anak kembar kita. Jangan sampai mereka tidak bisa merasakan hasil jerih payah dari kedua orang tua nya,” omel Aulia.
“Iya-ia, aku nurut deh. Aku sudah kumpulin uang kok. Aku juga sudah menyiapkan beberapa warisan kecil buat bayi kembar kita,” ucap Azzuri sedikit berbisik.
“Eh..bahas masa depan anak. ngomong-ngomong, sudah kawan nih?” goda tuan muda Alexdian dari belakang.
“Berisik!” sahut Azzuri dan Aulia serentak.
“Aulia, pria di samping kamu siapa?” tanya Vanesha.
“Teman,” sahut Aulia santai, membuat wajah Azzuri memerah karena cemburu tidak diakui sebagai Suami oleh Aulia.
“Oh, aku pikir Suami kamu.”
“Tidak-tidak, justru aku ke sini untuk mencari Suami…”
“Aulia, mulai genit kamu ya,” sela Azzuri berbisik di daun telinga Aulia.
“Bercanda,” ucap Aulia sedikit tertawa.
"Ha ha ha...kalian berdua memang," ucap tuan Agung, Marsya, Venus, tuan muda Alexdian, dan Vanesha serentak.
...TAMAT ...
.......
.......
...NB: AKAN ADA SEASON SELANJUTNYA TENTANG BAYI KEMBAR AULIA & AZZURI....
...Dukung terus ya kawan. Jangan lupa tinggalkan Like, KOMEN, & VOTE. Agar aku bisa membalas kalian. 💖😍😊...