Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 38. AKU TIDAK MAU!


Dahi Azzuri mengerut, tangan kanan langsung menahan dagu Aulia. Tatapan suram terpancar jelas saat menelusuri setiap inchi dari wajah Aulia, “Berani kamu menjumpai pria lain di belakangku, maka pria itu akan aku habisi!” ucap Azzuri sedikit menekan nada suaranya.


Aulia menepis tangan Azzuri, “Tidak ingin di atur olehku, maka jangan atur hidupku.”


‘Gadis ini sangat keras kepala. Kenapa dia tidak takut dengan ancaman ku. Dan kenapa aku yang takut dengan ancamannya.’


Azzuri menghela nafas panjang, setelah menjernihkan pikiran dan hatinya Azzuri menatap wajah Aulia, “Baiklah, terserah kamu saja. Apa kamu tadi sudah sarapan?” tanya Azzuri mencairkan suasana.


“Apa kamu tadi mengenal wanita itu?” tanya Aulia mengalihkan pembicaraan karena dirinya penasaran dengan siapa wanita cantik tersebut, dan kenapa dirinya takut dengan Azzuri.


“Kenapa kamu sangat tertarik mengenai pribadinya?”


“Karena dia katanya ingin menikah, dan tertarik dengan cincin pernikahan edisi terbatas buatan dari perusahaan milikku. Itu saja tidak ada yang lain,” sahut Aulia tenang dalam kebohongan.


“Oh” Azzuri mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku, dan menunjukkan satu foto siapa wanita cantik tersebut.


“Kamu pasti bercanda,” ucap Aulia melambaikan tangan kanannya saat melihat foto wanita cantik hanyalah seorang pengusaha toko berlian kecil di kota ini.


“Buat apa aku bercanda,” Azzuri menyimpan ponselnya kembali. Azzuri berdiri, tangan kanan mengulur, “Aku ingin mengajak kamu makan pagi menjelang siang. Aku sangat yakin, pasti kamu belum sarapan kan?”


Aulia lambaikan tangannya, “Pergilah, jangan ajak aku karena aku tidak ingin pergi makan berdua dengan kamu!” tolak Aulia dengan sombongnya.


Azzuri mencengkram tangan kanan Aulia, menarik tubuh Aulia sampai berdiri dan jatuh dalam dekapannya. Azzuri memandang lekat wajah Aulia dari jarak 3 cm, “Kamu jangan seperti anak kecil. Aku tidak suka jika kamu terus menolak ajakan ku seperti ini. Apa…”


Plak!


Satu tamparan manis mendarat di pipi kiri Azzuri. Membuat ucapan Azzuri terhenti, tangan kanan memegang pipi kiri dan melepaskan dekapannya.


Aulia mundur dua langkah ke belakang, jari telunjuk tangan kanan mengarah ke Azzuri. Dengan tatapan serius Aulia berkata, “Kamu tidak ada hak untuk terus memaksaku. Kamu juga tidak ada hak untuk terus menyentuh tubuhku. Satu hal yang harus kamu camkan dan kamu ingat di otak-Mu. Aku bukan wanita yang mudah untuk kamu perlakukan seenaknya seperti ini. Jika kamu tidak suka dengan caraku, lebih baik kita putus saja!” ucap Aulia sedikit meninggikan nada suaranya di kalimat terakhir.


“Sampai kapan pun aku tidak akan memutuskan hubungan ini!” sahut Azzuri tegas. Kaki kanan melangkah sambil berkata, “Aku pergi!” ucap Azzuri melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan Aulia.


Aulia menarik nafas panjang, tangan kanan mengelus dadanya, “Fyuh!” lirikan mata menatap kepergian Azzuri, “Untung saja dia takut dengan kekasaran ku. Kalau saja dia tidak takut, habislah aku. Sebelum aku menikah dengan Andra, dia pula nanti yang menikmati malam pertamanya,” Aulia meraup wajahnya sambil memikirkan hal kotor, “Maafkan aku ANDRA..Maafkan aku telah menduakan kamu di sini. Aku sangat-sangat minta Maaf,” keluh Aulia merasa bersalah dengan keputusannya sendiri, karena dirinya terpaksa berpacaran dengan pria lain selain Andra.


Karena sudah tidak ada urusan lagi di kantor, Aulia segera beranjak pergi meninggalkan ruang kantor dan perusahaan. Mulai keluar dari dalam lift, sampai dirinya melewati beberapa karyawan kantor. Aulia terus tersenyum manis kepada karyawan sedang menyapa dirinya. Sesampainya di depan pintu masuk perusahaan, kedua mata Aulia membulat sempurna saat melihat Venus berdiri di depan pintu, dan Jack berdiri di samping mobil.


“Venus kenapa kamu datang?” tanya Aulia berjalan ke arah Venus.


“Nona muda, saya di suruh tuan muda Azzuri menjemput nona,” sela Jack, tangan kanan membuka pintu mobil, “Mari ikut saya masuk,” ajak Jack sopan.


Aulia melambaikan tangan kanannya, “Bilang sama tuan muda, kamu. Kalau aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apa pun, terkecuali kontrak kerja!” Aulia melambaikan tangan kanannya, “Pergi sana, syuh…syuh,” ucap Aulia sambil melangkah menuju mobil di mana Venus sudah membukakan pintu buat Aulia. Aulia menyipitkan mata kanannya, tangan kanan kembali melambai, “Daaa…” ejek Aulia sambil masuk dan segera menutup pintu mobil.


Tidak ingin di marahi Azzuri karena kembali tidak membawa Aulia. Jack melangkah cepat mendekati mobil Aulia kini sedang siap melaju. Jack mengetuk jendela mobil Aulia, “Nona muda tolong ikut dengan saya. Kalau Anda tidak ikut, tuan muda Azzuri pasti akan sangat marah dengan saya,” keluh Jack berharap belas kasih Aulia menerima tawaran untuk pergi bersamanya.


Aulia membuka sedikit jendela kaca mobil, kedua mata mengintip dari balik jendela, “Aku tidak perduli!” ucap Aulia kepada Jack. Aulia segera duduk kembali, dan menutup jendela mobilnya.


“Tapi nona muda…”


.


.


💫💫Di dalam mobil💫💫


Aulia mendekatkan tubuhnya ke bangku Venus. Kedua mata terus menatap wajah Venus sudah tampak segar, “Apa kamu sudah baikan?” tanya Aulia sedikit cemas.


“Tentu. Ini semua berkat nona muda karena sudah membiarkan saya beristirahat sejenak dan meminum obat mahal dari nona,” sahut Venus semangat.


Merasa lega setelah mendengar jawaban Venus. Aulia menyandarkan tubuhnya di badan bangku, kedua tangan Aulia regangkan ke atas langit, “Ah…nyaman nya.”


“Bagaimana dengan klien, nona muda?” tanya Venus sedikit melirik Aulia dari kaca spion tengah.


“Wanita itu bukanlah klien yang baik. Aku rasa dia adalah pengusaha yang iri dengan bisnis milikku!” sahut Aulia mengingat ucapan Azzuri saat Azzuri memberitahu Aulia kalau wanita cantik itu memiliki toko kecil. Dan bagaimana mungkin dirinya mampu membeli cincin pernikahan edisi terbatas keluaran baru dari Perusahaan milik Aulia. Karena wanita cantik tidak memiliki uang, kecuali hanya untuk mempermalukan Aulia.


“Apa tadi ada kejadian buruk menipa nona muda saat saya tidak ada di samping nona muda?” tanya Venus sedikit cemas.


Aulia melambai, “Iya. Tapi tadi ada Azzuri, jadi semua masalah cepat selesai,” sahut Aulia dengan santai.


Dahi Venus mengerut, sedikit melirik Aulia dari kaca spion tengah. Pikiran kotor mulai merasuki pikiran Venus.


‘Pasti tuan muda Azzuri Mahendra telah mengancam wanita itu. Atau melakukan hal kotor di dalam perusahaan nona muda. Oooh..tidak mungkin. Jika tuan muda Azzuri melakukan hal kotor di Perusahaan nona muda, maka kedua mata nona muda akan menjadi kotor melihat adegan seperti itu. Dan…sofa! Pasti sofa di ruang pertemuan menjadi kotor karena ulahnya. Aku harus segera menjernihkan kedua mata dan pikiran nona muda lagi. Aku harus membuat nona muda yang polos dan lugu harus tetap menjadi gadis polos dan baik.’


Aulia mendekatkan kembali tubuhnya ke badan bangku milik Venus, “Kamu kenapa diam saja? Apa kamu tidak ingin mengetahui apa yang dilakukan Azzuri kepada wanita itu?” tanya Aulia kepada Venus.


Venus mengangguk, “Tentu saya ingin mendengarkannya,” sahut Venus sedikit kaku.


“Tadi dirinya menggenggam erat rambut bagian puncak kepala wanita tersebut. Dan…dia menyeret wanita tersebut menuju ruang pertemuan…”


“Terus!” sela Venus merasa tegang dan penasaran. Membuat kedua mata dan wajahnya ikut tegang.


“Ya aku halangi. Enak saja dia ingin melakukan perbuatan itu di dalam ruangan pertemuanku. Terus aku bilang saja kepadanya untuk putus. Buat apa berpacaran dengan seorang pria yang mau sama sana sini. Entar aku terkena Virusnya, kan kasihan Andra,” sahut Aulia masih teringat dengan Andra.


“Kalau nona muda masih ingin bersama dengan Andra, kenapa nona muda masih ingin melanjutkan rencana nona muda dengan mempertaruhkan diri nona muda sendiri?”


“Kalau kedua orang tua mampu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan buat anaknya, meski mereka rela mempertaruhkan dirinya sendiri demi masa depan anaknya. Kenapa seorang anak tidak bisa boleh membalas itu semua. Aku melakukan ini semua demi kehidupan yang damai buat Papa dan Mama. Aku tidak ingin mendengar ada musuh ingin menyakiti Papa dan Mama. Yang aku inginkan adalah melihat masa tua mereka hidup tanpa masalah, dan usaha berjalan dengan lancar,” sahut Aulia dengan pikirannya sendiri.


Saat mobil milik Aulia laju dengan kecepat sedang, ada satu buah mobil berwarna hitam menyelinap masuk ke depan. Membuat Venus harus menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.


Ciiittt!!!!


...Bersambung ...