
✨ 1 hari setelah pertunangan ✨
Setelah lamaran cukup singka antara Aulia dan Andra terjadi kemarin sore. Malamnya tuan Agung, Marsya dan Andra kembali ke tanah air. Karena tuan Agung masih ada urusan penting di pagi harinya.
Malam kepulangan tuan Agung, Marsya dan Andra. Sebenarnya Aulia ingin menahan Andra untuk tinggal beberapa hari lagi sampai resepsi pernikahan dilaksanakan maka mereka akan segera kembali ke tanah Air. Tapi tuan Agung melarang mereka untuk sering bertemu sampai hari H itu tiba.
Tuan Agung melarangnya karena takut akan terjadi hal tidak diinginkan jika mereka terus bersama. Maklum saja kalau pria dan wanita sering bersama maka ada setan yang selalu berkata, 'Sudah mau halal kok. Buka-bukaan sedikit sebelum malam pengantin tidak masalah. Kalau nunggu malam pengantin, takutnya kesulitan dan butuh beberapa hari lagi biar bisa plong.'
Itulah bisikan halus dari sang Setan.
.
.
...****************...
💫 PUKUL 09:30 PAGI 💫
Tap! tap!!
Aulia berjalan dengan anggun memasuki Perusahaan miliknya. Senyum merekah terpampang jelas di raut wajah indahnya. Aulia mengentikan langkah kakinya di tengah meja karyawan, "Pagi semua!" sapa Aulia semangat.
"Pagi nona muda!" sahut karyawan menyapa kembali dengan tubuh sedikit membungkuk.
"Apa kalian mau mendengar ceritaku?" tanya Aulia semangat.
"Mau!" sahut serentak para karyawan sembari menatap Aulia.
Aulia menunjukkan jari manisnya, "Kemarin sore aku di lamar oleh Cinta Masa Kecil ku. Kalau gitu kalian tahu apa artinya?"
Saat Aulia menunjukkan cincin pertunangan ada orang lain di balik ramainya karyawan merekam Aulia. Dan orang itu juga mengirimkan Vidio Aulia ke nomor berinisial "MR. A"
"Berarti nona muda akan segera menikah!"
"Kami semua ikut serta senang melihat nona muda akan segera menikah."
"Dan kapan pernikahan itu akan dilangsungkan nona muda?"
"Minggu ini," sahut Aulia semangat.
"Di mana itu di langsungkan. Di Indonesia atau di sini nona muda?"
Aulia melambai, "Tentu saja di Indonesia. Calon suamiku kan orang sana. Kalau di sini aku hanya ingin mengajaknya berbulan madu saja," ucap Aulia sedikit berbisik di kalimat terakhir.
"Ehem, sudah cukup nona muda. Anda tidak perlu terlalu Evoria sekarang," bisik Venus.
"Iya-ia, bawel amat!" sahut Aulia cemberut. Aulia berbalik badan, "Buat kalian semua harus semangat. Aku permisi ke kantor dulu," ucap Aulia pamit kepada para karyawan. Kedua kaki itu pun melangkah menuju ruang kantor pribadi miliknya.
"Siap Nona muda!" sahut serentak semua karyawan.
.
.
✨Di sisi lain✨
Drtt!!
Satu notif pesan singkat masuk.
Seorang pria memakai setelan jas mengambil ponsel miliknya. Dan membuka isi pesan tersebut. Isi pesan berisi video Aulia. Setelah rekaman video habis di putar, pria tersebut meletakkan kembali ponsel miliknya di atas meja kerja.
.
.
Aulia duduk santai di sofa, menikmati secangkir teh hangat sudah tersedia di atas meja. Aulia kembali meletakkan cangkir tersebut. Aulia terus menatap cincin berlian melingkar di jari manisnya, ia masih belum percaya jika dirinya sebentar lagi akan segera menikah dengan Cinta Masa Kecilnya, "Apa aku sedang bermimpi, Venus?" tanya Aulia sembari memutar-mutar cincin berlian di jari manisnya.
"Tidak, itu adalah bukti keseriusan Andra kepada nona muda," sahut Venus.
Aulia menoleh ke Venus, "Berarti kamu sebenarnya sudah tahu jika Andra akan melamar ku?" tanya Aulia menyelidik.
Venus mengangguk.
Aulia melipat kedua tangannya, wajahnya berubah menjadi masam, "Kalian curang!"
"He He" tawa tipis Venus.
"Kenapa Andra cepat sekali melamar ku. Perasaan ini belum satu tahun?" tanya Aulia masih penasaran.
"Karena Andra tidak ingin kehilangan nona muda. Andra sangat mencintai nona muda. Dia berkata, 'Aku memang belum memenuhi target sesuai janjiku kepada Aulia. Tapi setelah aku pulang dari kota ini, aku sulit untuk melupakan Azzuri yang terus mengusik Aulia. Aku terus berpikir apa jadinya jika Aulia terus di usik pria itu!' itu lah yang di ucapkan Andra sewaktu saya menemani Andra membeli hadiah buat nona muda," ucap Venus sedikit mengingat ucapan Andra kemarin, sewaktu Venus menemani Andra berkeliling untuk mencari hadiah sebagai pelengkap lamaran.
"Jadi seperti itu. Lagian setelah menikah padahal masih bisa sama-sama berjuang. Hal yang membuat aku mencintainya dari kecil adalah ia selalu berjuang untuk dirinya sendiri. Padahal aku sangat tahu jika Om Tarjok dan Tante Ningrum sudah menabung banyak uang buat membiayai kehidupan nya. Tapi dia selalu tidak ingin merepotkan orang lain," ucap Aulia sekilas mengingat Andra masih remaja dan masih duduk di bangku sekolah.
"Tapi bagaimana dengan Maya?" tanya Venus tiba-tiba teringat Maya. Teman mas kecil Andra.
Aulia berdiri, tangan kanan melambai ke arah wajah Venus, "Buat apa mikirin orang lain. Jika kita mikirin Maya yang selalu mengincar Andra, lantas bagaimana dengan Azzuri sih manusia licik itu!" ucap Aulia sedikit kesal karena mood bahagia di rubah menjadi mengingat Maya dan Azzuri.
"Saya lupa. Tadi pagi tuan muda Alexdian mengirimkan pesan kepada saya. Katanya dia ingin mengundang nona muda untuk makan malam bersamanya. Apakah nona muda mau datang?"
"Tentu saja aku mau datang. Sekalian aku ingin minta kado spesial dari nya," sahut Aulia melirik ke Venus.
"Kalau gitu aku akan mengatur jadwal nona muda," ucap Venus segera mengambil tab miliknya.
"Setelah selesai mengatur jadwal. Kamu bantu aku juga ya!" tangan kanan memukul tumpukan Dokumen.
Venus meraup wajahnya, "Haa...lagi dan lagi aku harus banting tulang," gumam Venus.
Aulia duduk di kursi besarnya kesayangannya. Baru saja membuka laptop Aulia teringat tentang malam pengantin. Aulia melirik ke Venus sedang duduk di sofa dengan kedua tangan sibuk memegang tab, "Sst!" panggil Aulia.
"Barusan itu nona yang memanggil saya?" tanya Venus menunjuk ke dirinya.
"Bukan...suara hantu!"
"Hantunya genit juga berarti," sahut Venus polos, kedua bola mata melirik liar ke sekeliling ruangan.
"Venus!" panggil Aulia sekali lagi.
"Iya nona muda," sahut Venus melirik ke Aulia, dan meletakkan tab nya.
"Katanya kalau sudah menikah bakalan ada malam pertama. Malam pertama itu apa ya? dan katanya ada juga yang akan membuka segel dan pastinya akan sedikit terasa sakit dan ngilu. Itu maksudnya apa ya?" tanya Aulia polos.
Bola mata Venus melirik ke atas, "........" sejenak ia berpikir mencari pencerahan atas jawaban buat Aulia.
"Kenapa kamu menatap langit-langit?" tanya Aulia ikut menatap langit-langit.
"Mohon maaf, saya tidak tahu untuk pertanyaan nona muda," sahut Venus santai.
Aulia meraup wajahnya, "Lantas kenapa wajah kamu seperti sedang memikirkan jawaban. Masa kamu sebagai seorang laki-laki tidak tahu sih!" rengek Aulia.
"Kalau buka segel aku pernah mendengarnya. Itu segel yang ada di film kartun paling fenomenal. Kartun yang ada ekor sembilan nya itu!" sahut Venus semangat.
"Benarkah. Kalau gitu kamu harus download filmnya agar aku bisa menontonnya," ucap Aulia semangat.
"Siap!"
...Bersambung...