
Episode 97 : Keenan bersikap sangat lembut.
***
"Deg ... Deg ... Deg!"
Saat kata-kata itu diucapkan oleh Keenan lagi, jantung Cinta berdegup semakin kencang.
"Sayang ...." bisik Keenan lagi, membuat Cinta otomatis menunduk karena tersipu malu.
Keenan menyeringai, dia kemudian mengecup tengkuk istrinya ini, "Aku lapar, buatkan aku makanan," serunya lagi karena dia memang sedang lapar.
"Glek!"
Cinta menelan salivanya dengan kasar, entah kenapa tubuhnya selalu beraksi berlebihan jika menerima sentuhan sekecil apapun dari lelaki ini.
Hal itu sedikit mengganggu nya karena merasa tidak nyaman sama sekali.
"Ba ... baiklah, aku akan memasak untukmu sekarang," balas Cinta langsung bangkit.
Dia bahkan tidak berani melihat matanya karena terlalu gugup.
Keenan hanya terkekeh melihat tingkah istrinya ini, dan mengikuti langkahnya kedalam rumah, dia sudah tidak sabar ingin memakan makanan yang dibuat istrinya.
Seperti biasa, setelah Cinta selesai memasak, para koki di rumah ini selalu kehilangan pekerjaan nya, karena Keenan hanya ingin memakan makanan yang dibuat istrinya.
Walau kelihatan sederhana dan biasa saja, akan tetapi bagi Keenan rasanya sangat luar biasa.
Setelah selesai menyantap makan malamnya, Keenan bersikap sangat lembut malam ini, sedikit mencurigakan namun Cinta tak mau berpikir terlalu dalam karena akan membuat kepalanya sakit.
"Sayang, kakimu masih sedikit sakit kan? biarkan aku menggendong mu," goda Keenan lagi memang hanya ingin sekedar bersentuhan dengan istrinya saja.
Dia sangat merindukan wanita ini seharian, jadi saat berada di dekatnya, sebisa mungkin Keenan akan terus menatapnya dan melakukan sentuhan dengannya.
"Jangan, maksud ku, aku masih bisa kok jalan sendiri ...." belum sempat Cinta melanjutkan ucapannya ....
"Srek!"
Keenan sudah langsung menggendong tubuh istrinya untuk masuk kedalam kamar pribadinya, Cinta yang memang selalu saja kehilangan dirinya dibawah sentuhan Keenan hanya bisa mengikuti suaminya ini.
Keenan segera merebahkan tubuh istrinya di ranjang, sebelum mandi dia memutuskan untuk menatap istrinya lebih lama.
Dia mengusap rambutnya lembut sekali, dia memerhatikan wajah Cinta begitu lekat.
Seolah menikmati kebersamaan nya dengan sang istri, sedangkan Cinta yang sudah was was mengenai sikap Keenan yang berubah drastis menjadi terlalu lembut ini sedang mencoba tidur dengan segera.
Dia takut jikalau Keenan hendak melakukan hal itu saat ia masih merasa sakit di bagian sensitif nya.
Melihat gelagat Cinta, Keenan langsung terkekeh, "Sayang, jangan takut, malam ini tak akan aku lakukan, punyamu memang harus sedikit menyesuaikan dengan punyaku, nanti kalau sudah tidak sakit lagi kita akan coba pelan-pelan," bisik Keenan membuat Cinta terkejut sekali.
Wajah Cinta langsung memerah dan tak bisa menjawab apapun, jawaban nakal Keenan memang tak bisa tertandingi olehnya.
Setelah puas melihat ekspresi lucu dan gelagat istrinya, Keenan akhirnya memutuskan untuk segera mandi.
Dan saat Keenan mandi, Cinta langsung menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.
Jantungnya seolah mau copot saja karena suaminya benar-benar lembut sekali malam ini, bahkan sampai memberikan kejutan kembang api segala.
Cinta segera menggelengkan kepalanya, dan menepuk pipinya.
"Tidurlah Cin, daripada dia mengubah pikirannya nanti, dan menghabisi mu, jadi selagi dia masih mandi kau harus berusaha keras untuk tidur!" geram Cinta bersemangat sekali.
Lalu ia memejamkan matanya dan benar saja karena dia memang suka tidur, dalam beberapa saat dia langsung terlelap.
***
Setelah beberapa menit,
Keenan sudah menyelesaikan aktifitasnya di kamar mandi, dan saat ini sudah keluar menggunakan piyama, sedangkan satu handuk kecil berada di tangannya mengusap rambutnya yang basah.
Lagi-lagi senyuman merekah di wajahnya, dia berdiri sesaat melihat istrinya yang tertidur dengan gaya seperti anak kecil, tidak anggun seperti gadis yang lain, tetapi menunjukkan betapa apa adanya gadis yang menjadi istrinya ini.
“Aku adalah orang paling beruntung di dunia karena telah di pertemukan denganmu, tapi aku juga adalah orang paling jahat di dunia karena tidak bisa melepaskan mu, aku egois karena itulah aku tidak bisa membiarkan mu pergi,” Keenan berbicara pada istrinya yang sedang tidur terlelap sembari memandangi istrinya itu.
Keenan tahu, semakin lama akan semakin banyak hal yang akan membuat Cinta terluka, Keenan ingin Cinta tetap bersamanya walaupun nantinya salah satu dari mereka akan terluka karena itu.
***