Boss Playboy

Boss Playboy
Hukuman untuk orang yang berani mengusik pacarku!


Episode 61 : Hukuman untuk orang yang berani mengusik pacarku!


***


Malam itu juga, ketiga karyawan Keenan atau bisa dibilang mantan karyawan sudah dipanggil dengan alasan Keenan mengundang mereka ke sebuah rumah angker di kota mereka.


Dan sesuai dengan perintah Keenan mereka bertiga berteriak sepanjang malam dan mereka tidak bisa menghubungi siapapun karena ponsel mereka telah di sita tadi diluar.


Begitu terus sampai pagi, karena demi melancarkan hukuman tang maksimal Bram memerintahkan banyak cosplay hantu untuk menakuti ketiga wanita itu sampai ketakutan dengan hebat.


***


Di apartemen Keenan,


Pagi akhirnya menyingsing,


Cinta baru saja bangun, hal yang pertama ia cari adalah ponselnya namun dia baru ingat jika ponselnya ketinggalan di kantor.


Juga Keenan tidak ada di sampingnya, tetapi Cinta tahu jika Keenan tidur bersama semalam karena selimut dan bantal di sampingnya sudah acak acakan.


Dia segera memeriksa tubuhnya, “Hahh, dia tidak ngapa-ngapain aku, syukurlah!” seru Cinta mendengar ada suara ribut di luar.


“Apaan itu yang berisik, apakah Keenan sedang membawa teman temannya kesini? tetapi memangnya dia punya teman?” seru Cinta mencoba membuka pintu kamar dan alangkah terkejutnya lah ia saat melihat apa yang sedang ada disana.


Matanya terbelalak dan tubuhnya bergetar ketakutan dengan hebat.


“Oh, sayang, kau kenal mereka, mereka ini adalah orang orang yang sengaja mengurungmu sampai kelaparan di dalam kamar mandi,”


Keenan tersenyum jahat, duduk di kursi sofa sembari melihat ketiga karyawannya yang dengan lancang mengurung Cinta sedang diikat tangan dan wajah mereka terlihat pucat sekali, bahkan baju yang mereka pakai masih basah seperti ulah cosplay setan yang dibayar itu.


Mereka juga terlihat terluka, sepertinya terjatuh dan terkena benda tumpul di tangan dan di dahi mereka ada tanda lebam.


"Kenapa mereka diikat?"


"Kenapa wajah mereka lebam?"


"Kenapa ada luka di tangan dan kaki mereka?"


"Jangan-jangan Keenan telah menyiksa mereka, mengerikan," gumam Cinta dimana imajinasinya sudah melayang jauh.


“Tu … Tuan ini ada apa?” dengan gemataran dan sudah tidak berani melangkah Cinta terdiam terpaku, lelaki ini semakin ia kenal semakin mengerikan dan menakutkan perilakunya, seperti jelmaan monster sungguhan.


“Kemarilah, aku sedang memberikan pelajaran bagi siapapun yang berani mengganggu pacarku!”


Keenan berbicara sembari tersenyum, seolah tidak memiliki hati melihat orang lain menderita.


Cinta hanya menunduk tidak berani melihat ketiganya yang sudah menangis ketakutan, walaupun mereka salah dan sudah sangat keterlaluan tetapi tidak seharusnya mereka di berikan pelajaran seperti itu.


Dalam gambaran Cinta, Keenan telah melakukan penyiksaan seperti yang di film-film thriller.


Cinta datang mendekat dan sudah ada di sisi Keenan, Keenan melihat ketakutan di wajah Cinta dan sekarang Keenan langsung menarik tangan Cinta sampai Cinta terjatuh di pangkuan Keenan.


“Sayang, kau takut?” bisik Keenan membelai rambut Cinta.


Cinta hanya mengangguk, dia bukan hanya takut tetapi jantungnya sudah lemah selama berurutan melihat orang orang terluka karena Keenan.


“Sayang, beginilah aku memberikan hukuman kepada orang yang tidak aku suka, aku masih memberikan kelonggaran karena jika aku menyakiti dan mencelakai mereka maka kau akan pingsan saat mengetahuinya, jika tidak ingin melihatku membawa orang orang yang menggunggu mu tersiksa, maka kedepannya kau harus melawan, apakah kau mengerti?”


Keenan berbicara sembari mengecup pipi Cinta, memainkan rambutnya seolah ucapannya adalah ucapan normal dan ungkapan yang biasa.


“Glek!”


Cinta menelan salivanya dan mencoba mengatur pernafasannya, dia gemetaran ketakutan sekali.


Dia mengangguk, dia hanya ingin semuanya ini cepat berlalu dan orang orang yang sedang pucat dan terluka itu segera pergi dari sini.


“Jawab aku dengan kata-kata!” seru Keenan sekarang semakin tersenyum, para mantan karyawannya yang sudah dipecat oleh Keenan itu meringis ketakutan, mereka tidak tahu jika Cinta sungguhan adalah kekasih atasan mereka.


“A … aku akan melawan mereka yang menggangguku, jadi, jadi tolong suruh mereka pergi,” ucap Cinta ketakutan, mencoba memohon kepada Keenan, dia menyentuh tangan Keenan dan mengenggam nya erat sekali, dia sungguh ketakutan dengan sangat hebat.


Keenan sedikit terpaku, dia selalu terkejut dengan reaksi yang dikeluarkan oleh Cinta, semuanya selalu menunjukkan perasaan yang sebenarnya, perasaan takut yang benar benar ketakutan bukan takut yang dibuat-buat.


“Apa yang kalian lakukan? Cepat minta maaf!” perintah Keenan pada ketiga mantan karyawannya yang sedang meringis kesakitan itu.


Mereka serempak terkejut dan langsung memohon munduk kearah Cinta.


“Maafkan kami Cinta, kami salah, tolong ampuni kami, kami bersalah, tolong!”


Mereka memohon membuat Cinta semakin gemetaran karena tidak tega juga tidak mampu memproses semuanya ini.


“Tuan, tolong bawa mereka pergi, aku memaafkan mereka, jadi tolong, aku tidak bisa melihatnya,” Cinta memohon lagi pada tuannya, dia bahkan tidak berani melihat kepada ketiga orang itu.


“Cih! Kau itu lemah sekali!” ketus Keenan pada Cinta.


“Bawa mereka pergi dari sini, bisa-bisa pacarku pingsan melihat mereka itu!” ketus Keenan menyuruh para anggotanya yang berjaga untuk membawa ketiga orang itu pergi dari hadapan mereka.


Setelah semuanya pergi hanya tinggal Cinta dan Keenan,


“Sayang, apakah kau takut? Kepada siapa kau takut, kepada mereka atau kepadaku?” Keenan masih mendekap Cinta di pangkuannya, dia memeluknya tetapi pertanyaannya mengerikan.


“Ke … kepada mu Tuan,” jawab Cinta masih gemetaran dan memajamkan matanya.


Seumur hidup tidak akan pernah dibayangkan Cinta jika dia akan melihat adegan seperti barusan, dia sama sekali tidak menyangka dan hatinya masih tidak bisa dia kendalikan sedari tadi.


'