Boss Playboy

Boss Playboy
Josh Thomson dan Dahlia.


Episode 155 : Josh Thomson dan Dahlia.


***


Masih flashback on,


Sedangkan Dahlia, dia telah melahirkan seorang putra yang sangat tampan, mereka menamainya Keenan Thomson, Keenan tumbuh dengan kasih sayang berlimpah, dia mendapatkan kasih sayang dari ibunya akan tetapi ayahnya memang terlihat selalu sibuk.


Lalu dengan Lucia, wanita yang juga ia panggil Ibu, selalu memberikan hadiah berlimpah dan begitu banyak darinya, walau Lucia bermaksud hanya untuk terlihat baik dan dermawan tetap saja saat itu Keenan sangat senang.


Akan tetapi semakin Keenan beranjak besar, walau dia masih di usia 4 menuju 5 tahun saat itu, dia sudah bisa melihat sikap ayahnya kepada ibu kandungnya yang sangat menyayangi Keenan.


Ayahnya akan bersikap acuh tak acuh kepada Dahlia dan memberikan perhatian lebih kepada Lucia, kemarahan mulai tumbuh di dada Keenan, walau ia masih kecil tetapi keinginan untuk melindungi ibu kandungya sudah ada semenjak ia masih kecil.


“Ibu, aku akan melindungimu,”


“Walau Ayah tidak menyukai Ibu, aku yang akan menyukai Ibu lebih banyak, walau Ibu Lucia memberikan aku banyak sekali hadiah, aku tetap lebih menyayangi mu, Bu,”


Kata-kata itu keluar dari bibir mungil Keenan yang begitu tembeb pipinya, dia bertubuh begitu mungil dan dia berbicara dengan tangan di pinggang.


Saat Dahlia melihat itu, Dahlia tertawa terbahak-bahak, sikap Keenan sangat mirip seperti suaminya.


“Tentu saja, putra Ibu harus lebih menyukai Ibu,” Dahlia langsung menggendong Keenan dan memeluknya.


Keenan yang masih sangat kecil dan mungil itu tidak tahu, jika ayah dan ibu kandungnya hanya bersandiwara di luar, jika ada pelayan atau orang lain maka Josh dan Dahlia akan bersikap dingin dan seperti saling membenci.


Keenan memang tidak akan mengerti jika di beritahu sekarang, hal itu sangat penting di lakukan oleh Josh Thomson dan Dahlia dimana di seluruh mansion ini ada mata-mata, yang mengawasi gerak gerik Dahlia dan Josh.


Josh harus bersikap dingin diluar, agar mata-mata keluarga Fredderic tidak melukai Dahlia, juga mata-mata dari para tetua juga tidak akan menyingkirkan Dahlia.


***


Di kamar Dahlia,


Jika tengah malam, Josh memang akan menyelinap masuk ke dalam kamar Dahlia, dia meninggalkan kamar utamanya agar bisa tidur bersama Dahlia.


Josh sedang membaringkan tubuhnya, dimana Dahlia mengusap rambut suaminya.


“Kau tahu, anakmu mirip sekali denganmu, katanya dia akan melindungiku dan menyukai aku lebih banyak darimu,”


“Sepertinya dia telah salah paham jika kau membenciku, dia pasti akan sangat membencimu di kemudian hari,”


Pembahasan mereka setiap malam tidak akan jauh dari perkembangan pertumbuhan Keenan, Josh terlalu sibuk melakukan pekerjaannya, dan memang tidak bisa meluangkan waktu terlalu banyak untuk Keenan, jadi dia hanya bisa mendengarkan cerita dari istrinya saja.


“Cih, anak kecil itu memang mirip denganku, dia dan aku sama-sama menyukai wanita yang sama,” seru Josh mengeratkan pelukannya.


Akan tetapi ketenangan hanya berlaku sesaat saja, seseorang telah menaruh racun paling berbahaya di makanan Dahlia.


Saat itu Josh sedang dikantor, dan Dahlia hendak makan, dia tidak tahu jika di makanan itu sudah ada racun yang cara kerjanya akan langsung terurai dalam tubuh dan jika di deteksi di bagian medis maka racun itu tidak akan terdeteksi sama sekali karena telah terurai dalam tubuh secara keseluruhan.


Racun itu sangat berbahaya dan akan mematikan fungsi organ-organ fital, dimana akan langsung melumpuhkan orang yang terkena racun dan akan langsung meninggal dalam waktu beberapa jam.


Skenario kematian istri pertama Josh Thomson telah dirancang oleh orang tersebut, Dahlia di bawa kedalam sebuah mobil, dan mobil itu dibuat seolah-olah mengalami kecelakaan.


Untung saja disaat yang tepat, Josh yang panik saat mengetahui lokasi istrinya semakin menjauh dari mansion, langsung mengejar istrinya.


Bagaimana pun karena bahaya ada dimana-mana, Josh meletakkan sebuah pelacak pada istrinya untuk bisa mengetahui lokasi istrinya.


Saat sebelum mobil itu meledak, Josh terlebih dahulu menyelematkan istrinya.


Namun mimpi buruk baru saja dimulai.


“Dahlia, buka matamu, kenapa wajahmu pucat sekali?”


“Dahlia …”


“Dahlia …”


Josh memanggil nama istrinya berulang kali, akan tetapi wajah Dahlia semakin pucat.


Dalam kebingungan yang begitu hebat, Josh segera menghubingi teman paling ia percayai untuk membawa Dahlia ke rumah sakit miliknya dan mengobati Dahlia disana.


Akan tetapi Dahlia tetap tak sadarkan diri, dokter disana mengatakan jika Dahlia sebenarnya sudah dalam ambang hidup dan mati, karena sesuatu telah mengakibatkan organ vital Dahlia melemah dan hampir berhenti bekerja.


Yang membuat Dahlia tetap bisa bernafas mungkin adalah keinginan dan tekad untuk hidup yang ia miliki.


Saat itu secara rahasia Josh menyembunyikan Dahlia dan melakukan pengobatan secara siginifikan, akan tetapi Dahlia belum juga sadar.


Demi keamanan Dahlia, Josh menyembunyikan keberadaan istrinya, dia tak akan bisa mempercayai siapapun lagi.


Dan untuk putranya, Keenan yang masih sangat kecil, demi melindunginya, Josh harus membuat Keenan juga percaya jika ibunya telah meninggal, dan mengirim Keenan keluar negeri dengan seorang pelayan.


Karena keenan masih kecil, dia percaya bahwa yang membunuh Ibunya psastilah ibu tirinya dan ayahnya yang membenci ibu kandungnya.


Jadi saat Keenan sudah beranjak remaja dia mulai memberontak, karena dia memang sangat pintar, sejak muda dia sudah bisa menjalankan bisnis kecil-kecilan, dan saat kuliah sudah membangun perusahaan kecilnya.


Semua ia lakukan sejak awal dan dari bawah, walau sebenarnya Keenan mungkin tidak sadar jika ayahnya secara sembunyi-sembunyi memuluskan perjalanan Keenan dan membantu perusahaan Keenan hingga sebesar sekarang.


***